
Sudah seminggu berlalu, Alisa semakin betah bersekolah di sekolahnya yang sekarang. Apa lagi di tambah dengan Teman-temannya yang selalu ada untuknya.
Alisa sangat bersyukur mempunyai teman seperti Genk CoCeKe jangan lupa Squadnya.
Sesampainya di sekolah. Semua siswa dan siswi mengikuti kegiatan rutin setiap hari senin yaitu upacara bendera.
Walaupun Alisa masih setengah menghafal lagu sang Merah Putih. Alisa sangat menghayati ketika menyanyikan lagu ciptaan WR. Supratman itu.
Di sinilah Alisa sekarang berada, duduk di teras kantor guru. Untuk merenggangkan Otot setelah selesai Upacara bendera. Karena kebetulan hari ini tugas kelasnya. Ia menjadi pembaca Undang-undang Dasar. Cuma baca saja to, ya Alisa pasti bisa.
Kalau menghafal baruu... Mungkin beberapa hari mungkin baru bisa.
"Ini buat kamu De!" Ucap Riki memberikan satu botol aqua bersegel pada Alisa.
Alisa menerimanya dengan mata yang berbinar. "Makasih kak. Kebetulan Alisa haus banget nich" balas Alisa tersenyum dan segera membuka segel itu dan meneguk air mineral itu hingga tandas.
'Wah,, minumnya banyak juga ya'batin Riki.
"Alhamdulillah seger banget kak. Makasih ya, Alisa haus banget tadi, sampai langsung habis airnya" Alisa cengengesan menunjukkan deretan gigi putihnya.
Riki membalas ucapan Alisa dengan senyum yang memperlihatkan Kedua kesung pipitnya yang dalam.
"Wahh,,, lucu banget pipi kak Riki. Lubangnya dalam sekali, jadinya manis" puji Alisa sambil memperhatikan lesung Riki yang membuat Riki Gugup bukan main.
"A-apanya ya-yang ma-manis De?" tanya Riki Gugup.
"Wajah kak Riki jadi manis, karena lesung itu. Eh.... Itu namanya lesu-ng kan?" Jawab Alisa jujur. Ia memang suka berbicara jujur. Bahkan kalau di hitung...jarang sekali ia berbohong, kecuali terpaksa.
"Hehehe. Ade bisa aja" Balas Riki malu. Entah kenapa, kalau Alisa yang memujinya, pasti Riki langsung malu-malu Kucing, padahal sebelumnya banyak cewek yang memujinya lebih dari ini, Tetapi ia biasa saja.
Atau mungkin karena yang Alisa ucapkan adalah suatu kejujuran/kebenaran. Hmm.... Bisa jadi.
"Yaudah kak, Ayo masuk kelas. Takut ketinggalan kelas nanti" ajak Alisa pada Riki yang sedang merasakan jantungnya sedang berpacu lebih cepat dari biasanya.
"Kamu mau gandeng lengan Kakak gak?" tanya Riki hati-hati. Karena ia takut, kalau Alisa akan menjauhinya ketika ia meminta itu.
Alisa pun langsung mengangguk gemas, menggerakkan bibirnya kesana kemari, seolah-olah ia sedang berfikir. Dan menggandeng lengan Riki mesra.
'Wah menang banyak gue kali ini' batin Riki gembira.
Berbeda dengan pikiran Alisa, , ia malah berfikir mendapatkan kakak baru. 'yeyey Aku punya kakak baru lagi, udah manis, ganteng lagi. tidak berbeda jauh dengan Lele'. Pikir Alisa bersorak gembira di dalam hati.
__ADS_1
Sampai-sampai mereka tak sadar kalau sekarang mereka menjadi tontonan satu sekolah.
.........
"Kesel-kesel. Lagi lagi Aku harus buang kertas bertumpuk ini" ucap Alisa geram. Melihat tumpukan surat cinta yang selalu hadir di laci meja kelasnya setiap hari.
Dan tak lupa pula Alisa selalu membuangnya saat waktu istirahat tiba. Juga tanpa sepengetahuan satu sekolah.
Alisa mengambil Surat itu dan menaruhnya ke dalam kresek hitam. Supaya tidak terlalu mencolok.
Lalu ia membawa kresek itu langsung ke tempat pembakaran sampah elektronik, khusus milik sekolah.
Dan Shhhh sshhhh Suara api yang membakar semua surat itu dengan liar.
plak plak plak. Alisa menepuk nepuk tangannya.
"Kantin, i'm Coming" ucapnya dan berjalan menuju kantin.
.........
"Alisa, kamu dari mana aja. Lama banget datangnya" sewot Citra.
"Sory sorry. Ada urusan bentar doang si" Cemberut Alisa sembari duduk di kursi.
"Iye iye"
"Sudahlah langsung to the point aja citra. Aku tau, pasti kamu mau bilang sesuatu kan?" ujar Alisa menatap malas kepada Citra.
Citra menghembuskan nafas dalam-dalam. "Gini guys, semuanya, dengerin aku baik-baik ya. Aku yakin satu sekolah ini pasti banyak yang naksir sama Alice, kecuali seseorang.... " Ucap Citra, membuat satu genk yang tadi sibuk dengan kegiatan masing-masing. Seketika menoleh ke Citra dengan raut wajah yang penasaran.
"Siapa????" Mereka bertanya-tanya.
" Dia adalah.....Si Bima cupu!. Coba kalian perhatian, si Cupu itu. Gak pernah sama sekali melirik Alisa seujung kuku pun!!" pekik Citra. Semuanya terkejut. Owh iya ya. itulah yang mereka ucapkan di dalam hati.
"Bima?? Siapa?? " tanya Alisa bingung. pasalnya ia tidak hafal semua nama cowok di sini. Walaupun banyak yang mendekatinya, tetapi Alisa tidak berniat sedikit pun untuk menghafal nama mereka satu per satu.
"Cowok yang di kenal dengan tampang nya yang cupu. Dan dingin sama semua orang" Jelas Leo. Alisa manggut manggut.
"Masa sih, dia tidak terpesona dengan kecantikan seorang Alisa Cantik!!!". Alisa dengan pedenya berjalan bak Model Fashion show di kantin, membuat semua cowok menatapnya kagum, ada juga yang bersiul.
Dengan sigap Leo menarik Alisa agar ia duduk kembali. Alisa Mendumel kesal, karena kegiatan nya di berhentikan dengan sepihak.
__ADS_1
"Gi mana kalau kita buat tantangan Lice!" Ujar Citra dengan semangat empat limanya.
"Wah keknya seru tuh" sahut kedua burung beo bersamaan. Yang tak lain adalah Randy dan Brayen.
"Yang lain???" tanya Citra untuk kedua kalinya.
"Gue ngikut" balas Leo.
"Gua juga deh" Seru Amelia.
"Tantangan apa?" tanya Alisa polos.
"Jadi gini?? kita buat tantangan Perkubu. Kita kumpulin uang Rp. X, terus ada yang di kubu kamu. Dan ada yang di kubu aku. Siapa yang benar, uangnya akan di bagi untuk kubu si pemenang. Bagaimana Deal" Mengulurkan tangannya di hadapan Alisa.
"Deal, aku setuju. Dan aku yakin, Bima Bakal jatuh dalam pesona cantik. Seorang Alisa" Ucap Alisa Yakin.
"kita masuk kubu elo Cit!" Dua beo memilih masuk ke dalam kubu Citra dan memberikan sejumlah uang cash.
"Oke, elo Mel??"
"Aku, masuk kubu kamu juga deh" Ucap Amelia masuk ke dalam kubu Citra.
Alisa mendelik kesal, karena semua temannya memiliki masuk ke dalam kubu Citra, cewek tomboy itu.
"Kamu Leo?" tanya Citra.
Tampak Leo sedang berfikir dengan wajah seriusnya yang tampan.
"Ahhhh Ketos kita GG banget, jadi pengen jadi pemeran utama. Ketos Husband"
"Andai saja "
Bisik bisik kaum centil
"Gue, masuk kubu Alisa. Aku yakin Alisa tidak akan pernah terkalahkan" Ucapnya menepuk lembut kepala bagian depan Alisa.
"Lele emang yang terbaik. Makin sayang Alisa sama lele!" Ceplas ceplos Alisa.
Blushh
Blushh
__ADS_1
Pipi Leo mendadak memanas.
Bersambung...