Penakhluk Hati Sang Cupu

Penakhluk Hati Sang Cupu
Latihan kuat


__ADS_3

Grep...Tubuh semampai Alisa terjun masuk ke dalam pelukan Bima.


Seketika, Aroma maskulin Bima menusuk pada indra penciuman Alisa. 'Hmm...wangi banget'Gumam Alisa.


"Gapapa kan?" tanya Bima irit.


Tanpa melepas pelukan Bima, Alisa mengangguk mantab. Lalu mengeratkan pelukannya.


Perlahan Bima melepas pelukan itu. And Flashback Off


Brum....brum....


Suara motor Bima terdengar jelas di kuping Alisa. Tanpa aba aba Alisa langsung mendudukkan dirinya di jok belakang dan memeluk pinggang Bima mesra.


Di sepanjang perjalanan tak henti hentinya Alisa tersenyum manis. Membuat banyak pria, lelaki, para pemuda, banyak yang Salting alias salah tingkah.


Mereka fikir Alisa tersenyum pada mereka, padahal kenyataannya Alisa tersenyum membayangkan Perilaku Bima hari ini, yang terkesan peduli padanya.


.........


Sesampainya di rumah Dea. Alisa langsung masuk diikuti Bima.


Di sana Alisa melihat Syila yang sedang tertidur pulas di sofa, dengan Dea yang duduk memeluk Syila dari bawah.


Alisa memaku di tempatnya, ia tak berani membuat suara sedikitpun karena takut mengganggu ibu dan anak yang sedang tidur.


Tetapi tidak dengan Bima. Ia malah menyingkirkan tangan Dea pelan, lalu mengangkat Syila kekamar.


Bima kembali lagi, ia mengode Alisa untuk membangunkan Dea. Tetapi dengan cepat Alisa menggeleng tak setuju, Alisa tak ingin mengganggu tidur seseorang.


"Mba!! Mba Dea" Bisik Bima di telinga Dea.


Beberapa kali Bima melakukan hal sama, tetapi tak berhasil. Akhirnya ia mengangkat Dea ala Bridal Style. Yang membuat sang Empu langsung terkejut dan refleks menampar Bima.

__ADS_1


Plakkk.


Bima yang di tampar langsung memalingkan wajahnya dan menurunkan Dea, sedangkan Alisa menutup mulutnya yang menganga terkejut.


"Aduh maaf Bim!" Sesal Dea merapihkan pakaiannya.


"Gapapa mba, Bima juga salah" Ucap Bima tersenyum simpul.


'Ya allah, kenapa dia tampan sekali' batin Alisa.


"Eh, Kalian udah pulang rupanya. Lis kamu ikut aku yuk. Ganti baju dulu" Ujar Dea.


"Tapi Alisa tidak bawa baju De?" ucap Alisa.


"Aku ada baju sih. Katanya kan kamu mau latihan kuat sama aku, jadi kamu harus pakai baju pilihanku!"


"Heee??? kapan aku bilang mau latihan kuat?" tanpa mendengar ucapan Alisa, Dea menarik tangannya menuju kamar kecil yang berisi lemari pakaian.


15 menit kemudian Alisa keluar dengan pakaian Dea.



"Selera baju kamu bagus juga De!" Ucap Alisa melihat baju Dea yang tengah di pakainya.


"Tentu saja, ini pakaian yang baru aku beli. Tenang saja ini aku hadiahkan untukmu" Jawab Dea.


Karena merasa terharu Alisa memeluk Dea erat. "Makasih.... Kamu baik banget sama aku De?" Ucap Alisa.


"Kamu apaan sih. Kita kan sahabat, sudah sebaiknya kita tidak memperhitungkan. Apapun yang aku berikan ke kamu, sama aja itu sudah menjadi milik kita berdua, begitu pula sebaliknya" Jelas Dea.


"Udah, dari pada Mellow begini, lebih baik kita latihan. Bima sudah pulang. katanya tadi mau ganti baju sama kerjain PR dulu" Jelas Dea yang mengerti kalau Alisa mencari Bima.


"Hehehe"

__ADS_1


.........


Setelah 2 jam latihan.


Alisa berkali kali mengeluh dengan latihan yang Dea ajarkan. Pasalnya Dea mengajari Alisa Silat, dan sedikit gerakanTaekwondo yang Dea kuasai.


"De!!! Apa gunanya latihan seperti ini sih?" tanya Alisa masih mengatur nafasnya lalu duduk di rerumputan, setelah mempelajari beberapa pukulan inti pencak silat.


"Latihan ini berguna agar kamu tidak menjadi seseorang yang lemah. Latihan ini juga bisa membuat kamu menjadi kuat dan tahan banting. Mungkin awal awalnya kamu akan merasa sakit, atau pegal dan sebagainya. Tetapi lama kelamaan pasti akan biasa kok" Jelas Dea, Di angguki Alisa.


"Mamaaa!!!" Pekik Syila yang tiba tiba datang menghampiri Dea.


Eh...tapi tunggu!!! Kok Syila pakaiannya rapi dan wangi, seperti habis mandi.


"Loh. Kok anak Mama udah harum gini sih?" tanya Dea sambil mencium pipi gembul Syila.


"Tadi, Ila di mandiin Kak Ima" Jelas Syila menunjuk pada seseorang yang baru datang bergabung.


"Bima!" Gumam Dea dan Alisa bersamaan.


"Gimana latihannya?" walaupun sudah berinisiatif bertanya terlebih dahulu, Bima masih saja terlihat dingin dan datar.


"Lancar kok!" jawab Alisa cepat. Menyela Dea yang hendak menjawab.


'Dasar Bucin!' gerutu Dea dalam hati.


"Bagus lah. Sini Syila sama kakak, kita jangan ganggu mereka" Ujar Bima menggendong Syila.


Bima menggendong Syila sambil bercanda canda, membuat sang gadis cantik cemburu. 'Ukhh...apaan sih'batin Alisa.


"Masih kuat gak?" tanya Dea berniat menggoda.


"Masih kok!!! Ayo latihan lagi!!" Dengan semangat empat lima yang sedikit terpaksa Alisa bangun dari duduknya, dan langsung melakukan pemanasan kecil.

__ADS_1


Dea geleng kepala. 'Hahaha terciduk kamu Lis'Gelak tawa Dea dalam hati.


Bersambung...


__ADS_2