Penakhluk Hati Sang Cupu

Penakhluk Hati Sang Cupu
Mon??


__ADS_3

"Jadi sebenarnya aku...ingin meminta tolong padamu!" Ucap Alisa cepat.


"Minta tolong apa hmm...kalau berlatih, pasti aku akan membantumu" Ucap Dea sembari menyalakan HP nya untuk menonton Drakor. mumpung si Bocil belum bangun yekan....


"Tolong bilang ke Bima, untuk menjagaku ya, sampai pulang" Ucap Alisa sambil tersenyum. ia merasa ini memang waktu yang tepat untuk melanjutkan PDKT nya.


"Tenang saja...aku akan memerintahkan dia untuk menjagamu sampai pulang lagi!" Jawab Dea, masih dengan Mode serius melanjutkan Nosen Yang artinya Nonton sendirian.


Karena merasa penasaran, Alisa pun menopang kan dagunya pada pundak Dea. Yang membuat sang empu menoleh.


"Aku ingin bertanya sesuatu??, Sebenarnya, Ada hubungan apa kamu dengan Bima??" Tanya Alisa penasaran, sambil sesekali mengamati alur cerita drakor terbaru. Yang sebenarnya sudah ia tonton minggu lalu.


Dea kembali serius dengan HP nya sambil menjawab pertanyaan Alisa. "Aku menganggapnya sebagai adik saja, tidak lebih. Dia juga sering membantuku, dia pemuda yang baik!" Jelas Dea membuat Alisa manggut manggut.


Alisa beranjak dari duduknya dan berlutut di depan Dea. Dea terkesiap, ia terkejut melihat Alisa yang tiba tiba berada di hadapannya.


"Mau kah kamu membantuku??" Pinta Alisa sambil memeragakan orang yang memohon.


Dea menarik Alisa, agar Gadis itu duduk di sampingnya. "Aku akan membantumu, apapun itu. Tapi!!! jangan pernah merendahkan diri di hadapanku!, aku tidak suka" Omel Dea. Membuat Alisa tersenyum puas.


"Baiklah, aku akan bercerita nanti. Sebagai gantinya izinkan aku memasak untukmu dan Syila?"


Dea yang masih asik dalam kegiatan Nosen nya itu pun melambaikan tangannya seperti mengusir ayam yang berarti memperbolehkan.


Dengan kecepatan Penuh, Alisa pun memasak sesuatu yang bisa di masak di dapur kecil itu.


Tanpa Dea sadari, Alisa bolak balik mengambil bahan yang ia pesan melalui gojek.


Tidak sampai 30 menit. Alisa sudah menyajikan menu makanan andalan nya di meja makan.


spaghetti bolognese meatball recipe dan Omelete.


"Akhirnya kelar, semoga mereka suka deh" Ucap Alisa, menaruh 4 Porsi Spagheti. Ia berfikir sekaligus berharap kalau Bima akan datang, dan makan bersama mereka.

__ADS_1


"De...Ayo ma-" Ucapnya tercekat, karena melihat Seseorang yang dia kenal.


"Hay" Sapa Bima.


Dengan wajah sumringah Alisa menjawab sapaan Bima. "Hay juga, Owh iya aku udah masak 4 porsi makanan. Ayo sarapan bersama" Ujar Alisa. Diangguki keduanya.


Mereka bertiga berjalan menuju dapur, Belum sampai dapur tiba tiba mereka mendengar suara tangis.


"Mama,,, mama hiks hiks"


Dengan cepat Dea menghampiri Syila di kamarnya. Dea segera memeluk putri nya itu dan menggendongnya. "Cup cup, kenapa sayang. Hmmm...lihat di sini ada kakak Cantik sama Bima" Ujar Dea, agar Syila tidak larut dalam tangisnya.


Syila menoleh, mencari orang yang di maksud oleh mama nya itu. Seketika ia meminta untuk di gendong Bima.


Dengan senang hati, Bima menggendong Syila. Syila memeluk leher Bima dengan sayang. Sangat terlihat seperti ayah dan anak di mata Alisa. Membuat ia gengsi mengakui kalau dia tengah Cemburu, yang artinya ia benar benar sudah jatuh hati dengan si Cupu ini.


Alisa cemberut, entah mengapa dia cemburu dengan Syila. Padahal sebelumnya tidak. Dengan cara Paksa, ia mengambil alih tubuh Syila yang nyaris saja terjatuh. Membuat kedua manusia yang melihat itu sedikit terkejut.


"Ayo Syila...Kak Alis masak sesuatu buat kamu" Ujar Alisa, sembari menggendong Syila menuju dapur. Di buntuti keduanya.


Mata Syila membulat sempurna, Ini adalah makanan yang Syila sukai. Sebenarnya ia suka Spagheti biasa, tapi kali ini ia di buatkan Spagheti bolognese meatball.


Syila didudukkan Alisa di kursi menghadap sepiring Spagheti, sembari menggerakkan lidahnya yang ingin melahap Makanan berbentuk Mie itu ke dalam mulut mungilnya.



"Ummm....halum banget" Ucap Syila meraih gagang sendok ingin mencoba Makanan di hadapannya. Membuat semua Orang yang melihatnya tersenyum Melihat tingkah gemash Syila.


"Ayo di coba" Suruh Alisa, Syila yang mendengar tuturan itu pun langsung malahabnya dengan ganas, seperti akan kehabisan.


Semua yang di situ ikut memakan Spagheti itu sambil menonton Syila.


... ......

__ADS_1


Pukul setengah 7± , Alisa pun berangkat bersama Bima, dengan Motor biasa milik Bima.


Dea yang melihat motor Bima mulai menjauh pun, langsung masuk kembali ke dalam rumahnya.


"Hmm...Syila,,, enak banget ya" Ucap Dea menatap anak kesayangan nya itu.


Syila mengangguk anggukkan kepalanya, sambil terus memasukkan Spagheti kedalam mulutnya. Sampai sampai Jatah milik Dea pun di embatnya.


Melihat Mode Aman di hadapannya. Dea bersiap siap, ia ingin pergi ke kantor untuk bekerja.


15 menit, Dea sudah siap dengan seragam Kantornya dan berniat menelfon sang Baby Sister.


Tok tok tok


Kefokusan Dea di ambil alih oleh seorang yang tengah mengetuk pintu ruamahnya.


Ia pun menghampiri suara ketukan itu. Cklek... Pintu terbuka.


"Assalamu'alaikum" Ucapnya Sopan, sembari tersenyum tampan pada Dea.


Dea pun membalas senyuman nya, dan mempersilahkan orang itu masuk.


"Kau belum berangkat?" Tanyanya.


Dea menggeleng pelan, dan mengajak Pria itu ke dapur, karena biasanya dia selalu mencari Syila.


"Halo Comel??, Lagi makan apa??" Pria itu mendekat ke arah Syila yang masih setia makan, sambil menonton Kartun Upin Ipin di HP mama nya.


Syila menoleh. "Om Amo??" Pekik Syila terkejut, ia sama sekali tak menyangka, Om Kesayangannya datang.


"Iya, Ini om bawa sesuatu buat kamu!" Ujarnya memberikan paperbag yang cukup besar kepada Syila.


Dengan senang hati Syila menerimanya. "Mon??" Dea menatap Pria itu dengan intens.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2