
Kringg... kring...
Suara bel istirahat berbunyi.
"Baikah kita akhiri pertemuan kita hari ini. Selamat bertemu pada pertemuan selanjutnya" Ucap Bu Miranti mengakhiri kelas dan berlalu pergi meninggalkan kelas.
Alisa ingin beranjak dari duduknya, tetapi tangannya langsung di pegang oleh Riki.
"Kenapa?" tanya Alisa.
"Ade mau ke kantin kan?" Tanya Riki dengan senyum manisnya.
Alisa Hanya mengangguk gemas. 'Duh... ni cewek bikin gue berdebar aja'Batin Riki.
"Bareng yuk!" Ajak Riki.
Ia sedikit berfikir. "Maaf Kak, Aku mau ngumpul sama teman ku. Alisa duluan yah" Pamit Alisa menepis pelan tangan Riki. Dan pergi ke luar kelas.
Saat sedang berjalan dengan tenang, tiba-tiba Ada yang menepuk pundak Alisa pelan. Dengan otomatis, Alisa menengok dengan wajah terkejut.
Ternyata yang menepuk pundaknya adalah teman sekelasnya yang bernama Reza. Yang tadi hampir saja akan duduk dengan Alisa.
"Ehh... Ada apa?" tanya Alisa refleks.
"Gapapa sih. Cuma mau ngajak ke kantin bareng aja. Biar kamu tidak tersesat" Jawab Reza asal asalan.
Alisa tersenyum menanggapi. "Tenang saja, aku tidak akan tersesat. Kamu Reza kan?" tanya Alisa.
Reza mengulurkan tangannya ke arah Alisa, "Aku Reza Pradita, ketua kelas X A, sekaligus anggota Osis" Ia memperkenalkan diri di hadapan Alisa.
Alisa menyambut uluran tangan Reza "Salam kenal, aku yakin kamu pasti sudah tahu nama lengkap ku".
"Yaudah Aku duluan ya Reza. Byee" Pamit Alisa.
"Yah ditinggal". Gerutu Reza.
.........
"Hai teman-teman" Sapa Alisa pada teman satu genk nya.
Bukannya menjawab sapaan Alisa, mereka malahan Bertanya. "Gimana tadi belajarnya" tanya Leo.
"Lo dapat kelas apa?" tanya Randy.
__ADS_1
"Pasti banyak yang ngejar elo kan??" tanya Brayen konyol.
"Lo Udah ketemu kepsek??"Tanya Citra.
Mereka memberikan berderet-deret pertanyaan. Sehingga membuat Alisa bingung, ingin menjawab yang mana terlebih dahulu.
"Tolong biarin Alisa Tenang dulu guys. Kalian ribut banget deh" tegur Lia.
"Iya tu, Aku pusing mau menjawab yang mana terlebih dahulu" timpal Alisa.
"Oke, Kita bakalan kasih kamu waktu untuk menjelaskan semuanya satu persatu" Ucap Citra menengahi.
"Baiklah. Huft....tadi aku belajar dengan baik di sana. Dan....gurunya sangat baik. Aku dapat kelas X A. Soal yang mendekati aku,,,,,,,sangat banyak, sampai aku kewalahan menghadapi mereka semua. Dan tadi Sebelum masuk kelas aku sudah bertemu terlebih dahulu dengan pak Kepala Sekolah" Alisa menjawab semua pertanyaan mereka tanpa ada yang terlewat.
"Wah keren, baru sehari sudah di dekati banyak murid. Ganteng-ganteng gak? . Kalau ganteng, pasti gak mungkin. karena yang paling ganteng di sini itu cuma aku, seorang Brayen".
Dengan pedenya Brayen membanggakan kegantengan nya.
"Huuuu" Sorak mereka semua.
"Siapa aja yang udah deketin kamu Lice?" tanya Amelia penasaran.
"hampir semuanya sih Lia, Kita lihat saja seminggu kedepan" jawab Alisa santai.
Di London. Setiap pagi ia selalu di sapa cowok satu sekolah, Entah itu kakak kelasnya maupun Teman seangkatan nya. Tanpa terkecuali.
Lebih parahnya lagi, setiap Alisa berjalan, mereka akan berebutan untuk memberikan Bunga Mawar merah atau Putih, untuk Alisa.
Alisa menerimanya dengan senang hati. Tetapi tetap saja Alisa akan merasa risih, dengan sikap yang terlalu berlebihan seperti itu.
Apalagi ketika ia di buli besar besaran oleh segerombolan cewek yang tidak suka dengan keberadaan nya.
Mereka akan menyerang Alisa Tanpa ampun. Walau akhirnya ia di bela oleh para lelaki, tetap saja ia merasa tak enak.
Itu yang membuat Alisa bersyukur, ketika di Indonesia tidak ada yang melakukan hal buruk seperti itu. Semoga tidak ada. Itulah harapan Alisa.
.........
"Jadi??, kamu mau makan apa Lice?" tanya Leo. Sedangkan yang lain sudah terlebih dahulu pergi ke kelas.
"Menurut kamu apa lele, Aku bingung sekali. Makanan ini jarang masuk ke dalam mulutku" Rengek Alisa pada Leo. Karena Alisa sudah menganggap Leo seperti kakaknya sendiri.
"Bagaimana kalau kamu mencoba Bakso saja. Menurutku ini sangat cocok dengan lidah semua orang" Usul Leo. Dengan gembira Alisa menganggukkan kepalanya.
__ADS_1
Leo memesankan Satu porsi bakso dan Es teh manis untuk Boneka barbienya.
"Barbie" Panggil Leo.
Alisa yang merasa dipanggil, akhirnya menoleh ke arah Leo. "Ada apa lele sayang" jawab Alisa lembut.
Deg deg deg deg 'suara apaan tuh, kenceng banget'batin Alisa.
"Ini den Leo pesanannya" ucap Mba Sumirah, Penjaga Kantin Sekolah.
"Makasih mba" jawab Leo.
Tanpa babubu, Alisa langsung saja menyeruput kuah bakso dengan cepat.
"Awwwhh" pekik Alisa ketika ia menyeruput kuah bakso.
"Pelan pelan dong Barbie. Ini tu panas, jangan main nyosor aja" Ucap Leo meniup niup bibir Alisa yang terlihat bengkak.
Kalau di perhatikan, mereka terlihat habis melakukan suatu maksiat. Uuu,,,, maksiat.
"Masak sih kak Leo begitu"
"Itu lo buktinya. Masih gak percaya aja"
Bisik-bisik dari orang sekitar.
"Hwaa ka Lele, Bibirnya makin perih" Alisa mengerucutkan bibirnya sambil menangis sesegukan.
"Makannya kalo makan, hati-hati barbie" Tetap setia meniup dan sesekali mengelus bibir lembut nan merah milik Alisa. yang terlihat begitu menggoda iman.
"Tan Babie tak tau" Ucapnya tak jelas sambil cemberut.
Leo masih setia, ia pun menyuruh Alisa meminum Es teh yang di pesan tadi untuk mengurangi rasa panasnya. Walaupun sedikit sulit tapi akhirnya Alisa merasa lebih baik, ketika sudah selesai minum.
"Barbie, nanti sore kita jalan yuk?" ajak Leo.
"Hmm bagaimana ya......Baiklah, karena Lele Sayang sudah membantu Barbie tadi. So,,,Barbie mau" jawab Alisa.
"Oke, nanti sore Lele jemput Barbie"
"Iya-iya lele bawel"
'Gapapa Leo, yang penting sudah berusaha' batin Leo menyemangati dirinya sendiri.
__ADS_1
Bersambung....