
"Aku pamit dulu ya. Bima, Syila. Untuk Bima aku sangat berterimakasih pada mu, Kalau kamu tidak mengajarkan aku, mungkin saja nilai Fisikaku turun" Ucap Alisa sambil mencium pipi Syila gemas. Karena sekarang Alisa sedang menggendong Syila di lengannya.
Bima mengangguk tanpa tersenyum. "Makasih ya kak Alisa udah Buatin atu makanan tadi" Balas Syila mencium kembali Pipi Alisa.
"Iya, cama cama cantik" Ucap Alisa dengan suara yang dibuat seperti anak kecil.
"Yasudah kalau begitu, Aku pamit ya Bim. Gws,,,, Semoga cepat sembuh" Pamit Alisa menurunkan Syila berdiri tepat di samping Bima.
"Makasih" Balas Bima singkat. Alisa mengangguk seraya tersenyum.
"Akak Cantik" Gumam Syila masih terdengar Di telinga Alisa dan Bima.
"Assalamualaikum"
"Wa'alaikumussalam"
.........
"Ha serius lo, Gak mungkin banget kan!!" Pekik seseorang Di Gang dekat Kosan Bima.
"Tapi lo perhatiin lagi deh, mana mungkin kan tu bule Mau ke rumah si Cupu itu kalau bukan hal penting" Balas teman satunya sambil memasukkan Handphond nya ke dalam tas, setelah memotret Adegan di depan mereka.
"Parah si, cantik si cantik tapi kelakuan nya bejad!"
Puk.... Satu ketukan mendarat.
"Jangan pernah bilang dia cantik!, Masih cantikan gue!"
"Tapi emang cantik banget kok, tu bule!" Masih tak mau kalah.
Karena merasa tersaingi, salah satunya pergi meninggalkan temannya dan masuk ke dalam Taxi
"Bege! Gue di tinggal"
__ADS_1
.
Klik... Dalam satu ketukan, potretan itu telah di unggah di Medsos dengan Caption yang tertulis "Cewek cantik, punya anak dengan cowok Cupu!!! " Begitulah isinya, dengan gambar foto yang terlihat seperti keluarga harmonis.
"Hahaha makan noh, gosip yang akan trending di sekolah besok!" Ucapnya tersenyum licik.
.........
"Sh*ttt, siapa yang berani beraninya mengganggu kehidupan ku!" Umpat seseorang lelaki setelah melihat sesuatu dari Ponselnya.
Lelaki muda itu menghempaskan benda Pipih itu lalu mengambil Komputer dan menyalakannya. 15 Menit ia mengotak atik komputer itu lalu tersenyum puas dan menepuk nepuk tangannya.
"Lihat saja....Kau akan mendapatkan balasannya!" Ucapnya sambil menampilkan seringai mematikan bagi yang melihat.
.........
"Akhhh aku bahagia sekali Amelia, Asal kamu tahu ya, si Bima itu...." Alisa menjeda ucapannya.
"Bima kenapa??" Balas Amelia tak kalah heboh dari Alisa.
"Owalah, aku sih berharapnya kamu kalah. Biar uang taruhan itu aku yang dapat" Ujar Amelia di sebrang telefon sambil terkikik geli.
"Aku lupa kalau sekarang kamu berada di kubu Cewek tomboy itu" Alisa berucap sambil memonyongkan bibirnya. Walaupun ia tahu Amelia tidak akan melihatnya.
"Yah...begitulah. Tapi aku sih berharap yang terbaik saja buat si kamu dan si Cupu itu, hanya saja aku kasihan padamu. Karena dia tidak berarti apa-apa kalau dia sampai jadian sama kamu!". Jelas Amelia menahan tawanya. Sebenarnya ia kasihan dengan Alisa, karena Menurutnya tingkat Bima dan Alisa itu sangat berbeda jauh dari segi penampilan.
"Tapi tidak ada ruginya aku berpacaran dengannya, lagi pula dia sangat pintar dan Cerdas. Aku yakin, jika ada kompetisi Bima akan menjadi juaranya!". Ujar Alisa seakan tak perduli dengan penampilan cupu Bima.
Padahal sebenarnya Bima itu sangat tampan dan manis,,,, kalian saja yang tidak tahu. Begitulah pikirnya.
"Terserah kamu saja lah Lice. Kalau kamu sampai jatuh cinta sama si Cupu itu, Berarti kamu sedang kesambet hantu!". Amelia berkata seraya menahan tawa, pikirannya bertraveling ria membayangkan bagaimana jadinya Seorang Alisa Cantika Damara, Bergandeng di pelaminan bersama Si Bima Cupu....Pasti banyak yang tidak terima, termasuk Leo.
Bisa juga nanti Alisa di bawa kabur oleh para Buaya tampan dan Six-pack di hari pernikahan nya. Karena tak terima sang Putri menikah dengan si Buruk rupa. ๐
__ADS_1
"Tidak begitu juga konsepnya Lia!!!" Alisa geram mendengar tawa Amelia dari Ponselnya.
"Ahaaahaa. Kocak sekali rasanya ketika aku membayangkan nya" Lagi-lagi Amelia tertawa Puas, membuat Alisa merenggut kesal.
"Lihat saja nanti, kamu akan menyesal bilang begitu pada Bimaku!!" Pekik Alisa tak terima. Andai saja ia bisa membuktikan kalau Bima sebenarnya sangat tampan, pasti ia tidak akan di tertawakan. Tetapi ia juga menghargai privasi Bima. Jika Bima tak ingin wajah tampannya di ketahui oleh semua orang?, Alisa pun akan menjaga itu sampai Bima yang akan membuka itu sendiri.
"Bimaku!!! hahaha jangan berharap dulu Alisa kalau itu tidak akan terjadi" Amelia masih saja menetertawakan nya.
"Sudahlah, kalau kamu tidak percaya sekarang. Percayalah nanti ketika Bima, Akan berubah menjadi BIMMAAKUU" Alisa berteriak di akhir kalimatnya.
"Baiklah baiklah, Aku akan Meng'iyakan saja, ucapanmu. Sudahlah Tidur Alice, ini sudah malam. Besok pagi aku akan menjemput mu". Ucap Amelia berniat menghentikan pembicaraan mereka. karena sekarang sudah lewat pukul 10 PM.
"Tidak perlu....Aku akan berangkat sendiri saja!" tolak Alisa.
"Hey hey... Jangan ngambek pada ku dong,, Aku hanya...." PIP.....
Alisa mematikan sambungan telfon itu secara sepihak.
Berkali kali Alisa menengok, melihat notif Whatsapp di Poselnya yang isinya hanya Spam an dari Amelia. Ia pun langsung menyimpan Ponsel ke dalam Laci. Agar tidak terus mengeong.
"Dasar Amelia, Dia dari tadi hanya menetertawakan ku saja. Biarkan saja, sekali kali aku marah padanya" Ucap Alisa sambil berbaring terlentang di kasurnya.
Tidak sampai Lima menit, Alisa sudah masuk ke dalam mimpi indahnya.
.........
Sedangkan Amelia terus memandangi Ponselnya gelisah.
"Aduh gawat!!! Bisa bisa Leo marah sama gue besok!" Ucap Amelia panik, sambil mondar-mandir kesana kemari.
"Pokoknya besok gue harus berangkat pagi!" Timpalnya seraya berusaha memejamkan kedua matanya.
Karena sudah sangat mengantuk Amelia pun terlelap dengan Ponsel yang masih tergenggam erat di telapak tangannya.
__ADS_1
Bersambung...