Penakhluk Hati Sang Cupu

Penakhluk Hati Sang Cupu
Empatpuluhdua


__ADS_3

Pagi harinya, Alisa menjalaninya seperti hari hari biasanya. Yang selalu riang, dan manja pada Papi tersayangnya.


"Papi!!! Alisa berangkat naik taxi aja ya" Teriak Alisa dari halaman rumah.


Papi Vicky bergegas keluar rumah untuk menemui Alisa. "Jangan dong!, kamu berangkat sama mang jajang aja" jawab Papi Vicky.


"Huftt" Alisa menghembuskan nafasnya,, Dan akhirnya ia pasrah.


.........


Sesampainya di sekolah Alisa berjalan menuju kelas sembari bersenandung ria.


Tidak lupa pula iringan siul dari pada Buaya darat yang selalu menemani langkah ketika ia berjalan.


"Barbie!!" Panggil Leo melambaikan tangannya ke arah Alisa yang wajahnya tetiba datar.


Leo mendekat, dan menatap heran. "Biee,,,kamu kenapa??" tanya Leo.


Alisa mendongak dengan wajah datar, tetapi ekspresi itu tidak bertahan lama. ketika Alisa melihat ujung bibir Leo, di situ terlihat bekas luka yang sedikit basah.


Alisa mendongakkan wajah Leo, agar ia bisa meneliti luka itu dengan jelas.


"Lele??, Bibirmu kenapa berdarah??" tanya Alisa tetiba panik.


Seketika Leo menyentuh ujung bibirnya yang sedari tadi terasa sedikit perih tetapi tak di hiraukannya.


"euumm...ini hanya sedikit tergores Barbiee, tidak usah khawatir" Jawab Leo sambil tersenyum.


Tetapi Alisa tidak bisa membohongi dirinya sendiri, sekarang ia merasa sangat cemas, takut luka Leo adalah luka yang sangat serius.


"Siapa yang melakukan ini padamu Lele??? Beritahu aku?!! Kamu pikir Aku terlalu bodoh, karena tidak mengetahui luka ini berasal dari mana???" Omel Alisa menunjuk nunjuk Bibir Leo.

__ADS_1


Leo langsung menangkup pipi Alisa lalu mengecup Keningnya. "Lihat lah, Luka ini tidak terasa apa apa, Karena aku bisa mencium Keningmu dengan benar!" Ucap Leo menggoda Alisa yang terlihat malu.


Puk. Alisa menepuk pundak Leo sayang.


"Huh, kamu menyebalkan. Tapi beritahu aku siapa yang melakukan ini. Akan ku buat dia sampai Penyet" Geram Alisa.


hahahaha


Tawa Leo, melihat Alisa yang bertingkah seperti Powrangers yang siap menghajar musuh.


"Ish Lele!!! Alisa serius" seru Alisa, kembali tidak bisa mengendalikan dirinya untuk tidak bersikap manja.


"Memangnya mau kamu apakan dia, sampai bisa penyet ๐Ÿ˜‚" tawa Leo semakin terbahak, membuat Alisa tambah merengut manja.


"Akan ku hajar dia habis habisan!" jawab Alisa polos tanpa beban.


Hahahaha


Membuat sepasang manusia di hadapan mereka malah menatap heran.


"Kok gitu amat ekspresi nya?" Ujar Amelia.


Alisa menatap jengah, walaupun Amelia adalah sobat terbaiknya. kalau dia tidak mendukung keputusan Alisa, ia tak akan pernah mau berbaikan


"Alice wajah imut lo itu tidak akan pernah hilang!, walaupun lo bersikap datar sekalipun" Ucap Brayen mencubit gemas Pipi Alisa, Dan di tepis kuat oleh Leo yang menatap tajam.


"Ow ow bawa santai aja Body" Delik Brayen melihat aroma aroma cemburu Leo.


Citra dan Randy hanya diam menahan kekesalan,, entah apa yang membuat mereka kesal.


"Udahlah, Kenapa juga harus ribut. Kita ini satu Genk. Tapi sering ribut" Ujar Citra menengahi dengan tidak ikhlas.

__ADS_1


"Dasar MUNA!!! sok peduli lo" Sindir Amelia.


"Apaan Muna, Muna, Siapa yang lo maksud!" Balas Citra dengan nada yang sedikit naik.


Amelia menatap santai ke arah Citra. "Elo. Muna!!! Lo, Muna!!! Sok peduli tau gak!!!" Tekan Amelia.


Citra terpancing, ia pun menarik kerah baju Amelia dan membuatnya sedikit berjinjit, karena Tubuh Citra 10cm lebih tinggi di bandingkan Amelia.


"Eh, eh, apaan sih kalian!!" Brayen beraksi menahan pergerakan Keduanya. Sedangkan Leo, Randy, dan Alisa hanya menonton, karena mereka kepo dengan permasalahan Keduanya.


'Mereka ada masalah apa sih, kenapa ribut?' tanya Alisa dalam hati.


'Masalah apa lagi kali ini, biasanya mereka akur'batin Leo.


'Hmm....Dasar Citra Cewek gak tau diri'Batin Randy.


Eummm....Btw, Kok Randy membatin seperti itu ya........Author juga bingung.


.........


Sesudah Di tengahi Brayen, mereka pun di pisahkan, Alisa menenangkan Amelia bersama Leo dan Randy, sedangkan Citra hanya di bawa oleh Brayen.


"Lia, ada masalah apa kamu dengan Citra??" Tanya Alisa mau tak mau bertanya.


Amelia yang sedari tadi melengos, mendadak tersenyum cerah, mendengar pertanyaan Alisa.


"Tolong!! maafkan sahabat mu ini ya!!, nanti akan aku jelaskan semuanya!" Pinta Amelia sedikit memaksa sambil menggenggam erat tangan Alisa.


Karena merasa tak enak, Alisa akhirnya....


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2