
Setelah sedikit berbincang dengan sang Granma. Alisa berniat ingin pulang ke London Siang ini, hanya untuk Granmanya. Ia tak ingin melewatkan sesuatu sedikit pun.
"Aku mau izin pulang ke London sekarang. Lele,,,,Izinkan aku sama pak Kepsek ya" Pinta Alisa.
Leo langsung mengangguk cepat. "Aku antar kamu pulang ya Lice" tawar Leo.
"Tidak usah lele. Alisa nanti naik Taxi saja. Lele jaga dua Beo, sama Yang lainnya" Ujarnya sambil berlari keluar UKS.
"****" Umpat Leo.
"Udahlah bro, gue yakin dia bakal baik-baik aja. Dia memang manja, tapi Si Barbie lo tetep punya sifat mandiri juga" Randy menepuk pundak Leo.
Leo pun tersenyum hangat, akhirnya ia bisa berfikir jernih. Sebelumnya ia berfikir Alisa tidak akan pernah bisa mandiri, seperti dulu waktu kecil, ia selalu bergantung pada Leo.
Apapun masalahnya ia selalu mengadu pada Leo, Itulah yang menyebabkan Rasa Suka Leo yang tumbuh untuk Alisa, seiring berjalannya waktu.
"Thanks Bro, gue jadi gak terlalu kefikiran tentang Alisa" Menatap Randy dengan Percaya diri. Randy pun mengangguk.
"Alah lebay banget lu Le, masa gitu doang sedih." Tatapan mengejek Brayen berikan untuk Sohibnya itu.
"Bodo" Sahut Leo mencengkam tangan Brayen sedikit keras.
"Aaaaa" pekik Brayen melirik Leo dengan Buas.
Kedua insan yang tadinya tertidur pulas, langsung terjingkat kaget ketika mendengar suara Brayen.
Keduanya terlihat panik sambil menatap sekeliling dengan heran. Lalu mereka menatap Brayen yang meringis kecil.
"Lo kenapa Bray?" tanya Citra sambil menguap lebar tanpa menutup mulutnya.
"Hii jorok,,,,, tutup mulut lo. Sebelum Bau Abab lo menyebar ke seluruh dunia!" Menatap Citra dengan jijik. Sedangkan yang lain hanya ikut merapati hidung mereka dengan jari.
"Alah,,,, bilang aja lo ketagian sama bau nafas gue yang harum kaya bunga Rose" Dengan pedenya Citra mengarahnya nafasnya ke arah Brayen.
Dengan sigap Brayen membekap mulut Menganga citra, dengan satu tangannya yang tidak sakit.
Sehingga terjadi Momen tatap menatap di antara kedua insan yang selalu bertengkar itu.
.........
Beberapa menit kemudian, Alisa berlari mengejar taxi yang akan lepas landas. Karena ia tak sempat untuk memesan taksi Online, jadi ia langsung menyetop taxi yang lewat.
Tanpa Bertanya-tanya Alisa langsung masuk ke jok belakang taksi.
Blam...
Pintu Taxi itu tertutup rapat.
"Pak Jalan ke bandara X sekarang juga pak" Ujar Alisa membuat pak Supir bingung.
Alisa menyiritkan dahinya melihat pak supir itu tak bergeming untuk menjawabnya.
"Apakah anda salah masuk taxi Nona?" Suara Khas seorang pria, mengagetkan seorang gadis berbaju SMA.
__ADS_1
"Eh" Kaget Alisa menatap seorang Pemuda tampan di sebelahnya. Berpakaian Jaz hitam rapi, dengan jam tangan dan juga ia pun membawa Berkas-berkas, yang Alisa tak tau Isinya apa.
Ia menatap pemuda itu lekat-lekat, Sapa tau ia salah lihat. Tangannya yang terampil mengusap lembut wajah tampan itu. Membuat sang Empu berdeham cukup keras.
"Ma-maaf kak. Aku hanya ingin melihat wajah kakak asli atau COPAS saja" Ucap Alisa polos menatap Wajah pemuda itu.
Pemuda itu mendekat ke Arah Alisa. "Apakah menurutmu wajah saya ini palsu!" tekannya tepat di wajah Alisa.
Dengan cepat Alisa menggeleng. "Setelah saya cek....ternyata wajah kakak tampan sangat asli, bukan Copas" jelas Alisa cengengesan, sampai-sampai ia lupa tujuan memasuki taksi ini tanpa izin.
"Mba,,,,,Mas.....Apakah tujuannya tetap saja seperti awal, atau seperti mba tadi" tanya Supir.
"Seperti awal!"
"Seperti saya!"
Ucap Mereka seirama tetapi beda lanjutan.
"Ini adalah taxi saya, jadi?? saja tekankan nona untuk keluar taxi ini sekarang juga" Ucap Pemuda itu dengan pelan.
Alisa mengatupkan kedua tangannya ke arah Pemuda itu yang sedang menatap Alisa bingung.
"Saya Mohon kak, sekarang saya sedang terburu-buru. Granma saya sedang sakit, mau tidak mau saya harus ke sana sekarang!!!. Saya janji akan membayar berapapun yang kakak mau" Pinta Alisa menunjukkan wajah memelas, bak kucing Persia yang bola matanya terlihat indah di pandang.
'Gadis ini,,,, membuatku Dilema. Tapi sayangnya aku tidak memiliki rasa terhadapnya'Batin pemuda itu.
"Sa-" belum selesai Pemuda itu berbicara, pak Supir segera menyela.
'Terimakasih pak, kau lah penyelamat ku'Batin Alisa tersenyum pada pak supir, yang berperilaku adil.
'Saya kalah telak'.
.........
Setengah jam berlalu, akhinya Alisa dan pemuda itu sampai di Bandara X.
Dengan segera Alisa mengambil 2 lembar pecahan uang berwarna Pink untuk Supir Taxi.
Ia melihat antrean Tiket yang sangat panjang, menghembuskan nafasnya kasar. Karena Jadwal penerbangan ke London Satu setengah jam lagi. Mana sempat!!! . Pikirnya putus asa.
Pemuda itu menatap Alisa, lalu meninggalkannya. Tanpa berniat membantu atau pun mengganggu Alisa, yang sebenarnya mengganggu kegiatannya di Taxi tadi.
"Kalau check out, pasti penerbangan Sore atau malam." Keluh Alisa, akhirnya ia memutuskan untuk mengantre saja.
.
Satu jam Alisa menunggu antrean itu, Ia mulai merasakan tubuhnya yang lemas, karena tidak memasukkan sedikit pun Nutrisi tadi siang.
Karena begitu lemah, ia pun berniat membeli snak ringan yang ada di Kotak makanan di dekatnya.
Sampai Akhirnya Brukhh....
Tubuh Alisa oleng tertubruk badan besar nan kokoh di depannya.
__ADS_1
"Aduh maaf,,, saya tidak sengaja" Ucap seorang Pria yang dibilang masih sekitar 20 tahunan lebih lah.
"Iya Om, saya juga minta maaf. Saya hanya sedikit lemas" Balas Alisa lirih. Ia tak pandang dalam memanggil seseorang, ketika ia memanggil seseorang, ia selalu memanggil orang itu seperti orang yang akrab dengannya.
Ia selalu berfikir, Papinya tidak akan membiarkan dia kenapa-kenapa.
Pria itu menatap Posisi Alisa yang masih masuk dalam Antrean Ticket.
"Panggil saja saya kak Ramon cantik, jangan sungkan. Kamu lagi antre ticket?"
"Iya kak, sudah satu jam Alisa mengantri tapi belum dapat giliran" Adu Alisa.
Ramon mengangguk mengerti dengan Ucapan Alisa. Karena ia melihat Banyak orang yang masih mengantri.
"Kamu mau Ticket ini tidak,,,,, kalau mau ambil saja. kebetulan kakak punya, tadi rencananya kakak mau terbang ke London. Tapi tidak jadi, Ticketnya nganggur deh" Jelas Ramon memperlihatkan ticket Penerbangan ke London, Membuat mata Alisa membulat dengan sempurna.
"Kakk serius!!" Pekik Alisa tertahan, terpancar raut bahagia dari wajahnya.
Ramon menganggukkan kepalanya, Karena sangking senangnya ia langsung memeluk Ramon sambil meloncat-loncat girang.
Banyak tatapan mata yang memperhatikan keduanya. Mereka berfikir, bahwa keduanya adalah sepasang kekasih yang baru bertemu.
Karena terlihat dari pakaian Alisa yang masih mengenakan Seragam SMA, dan pakaian santai yang di kenakan Ramon, Di simpulkan bahwa Alisa tengah menunggu kekasihnya di bandara.
"Thanks banget kak. Alisa terharu Sekali. Berapa harganya, Alisa akan ganti sekarang" Tanya nya mengeluarkan Black Card.
Ramon melotot tak percaya, kalau seorang gadis berseragam SMA mempunyai Black Card sendiri, itu sangat mustahil.
"Tidak perlu, Kakak ikhlas. Apa sih yang tidak, kalau buat gadis secantik kamu" Ucapnya genit menoel Dagu Alisa. Dan memberikan Ticket itu secara cuma-cuma
Alisa tersenyum, tiba-tiba perhatian mereka teralihkan dengan suara keroncongan dari perut Alisa.
Kryuk... kruyuk...
'Duh, perut Tidak punya adab, main bunyi aja'Batin Alisa.
"Pasti kamu lapar, Karena ngantre kamu jadinya tidak sempat makan" Tebak Ramon.
Alisa mengangguk gemas. Ramon mengacak rambut Alisa pelan, ia sangat suka melihat gadis di depannya ini yang tidak sungkan memperlihatkan keinginannya.
Ramon merasa memiliki adik perempuan, Karena sudah sangat lama ia mendambakan seorang adik Perempuan di keluarga nya, tapi tidak terlaksana. Jadi ia tidak menyia nyiakan kesempatan emasnya. Untuk mendekati Alisa.
"Ayo Kakak traktir, nanti kakak antar ke penerbangannya langsung" Ajak Ramon.
"Serius kak, udah di kasih Ticket aja Alisa sudah bersyukur. Masak masih di traktir, biar Alisa saja yang traktir"
Ramon menggeleng, dan langsung menarik lengan Alisa menuju Resto terdekat. Ia tak mau calon Adiknya kelaparan.
Setelah itu Alisa memakan makanan itu dengan lahap tanpa sisa. Dan sesekali Ramon mengusap Makanan yang menempel di bibir Alisa.
Bersambung....
Anggap saja Kemarin Up. Ini lebih dari 1200 kata loh. ๐
__ADS_1