
"Ya gak bisa gitu dong mbak! gimanapun juga kosan ini masih hak anak saya lima hari kedepan karena udah di bayar, mbak gak bisa ngusir gitu aja" ucap Dini.
"Siapa yang perduli hah? aku gak mau anakmu tinggal di sini lagi, udah berapa minggu gak pulang dia, masih muda udah gak bener mau jadi ******!" hina wanita itu lalu matanya melihat pria berumur tapi masih tampan berada di dekat Dini.
"Cih! mama sama anak gak jauh beda, senengnya jadi simpenan orang kaya, saking pengen kaya gak perduli apapun" lanjutnya sinis dan ada rasa iri juga karena sejak Dini dan anaknya tingga di kosannya.
Banyak pada pria di sana yang melirik suka pada wanita itu. Bahkan suami si pemilik kosan juga ikut melirik Dini. Itu pula yang membuat pemilik kosan itu tidak menyukai Dini dan anaknya.
Ingin mengusir ke duanya tapi tidak bisa mengusir keduanya karena tidak punya alasan. Ingin menuduh genit nyatanya Dini tidak pernah terlihat bersama satu pria pun di sana.
Dan tidak pernah terlihat menggoda pria pula. Bahkan kalau ada pria yang mengajaknya bicara Dini akan menjaga jarak dari pria dan menunduk.
"Apa sudah selesai bicaranya?" ucap Suwoyo dengan suara datarnya.
Betapa sakit hatinya mendengar dua perempuan tercintanya di hina. Apa lagi sang putri yang begitu berharga untuknya.
"Aku kasih tahu ya mas, perempuan ini tuh gak bener, dia itu udah bunuh suaminya bahkan harusnya masih di penjara dia, mau banget sih masnya ngeluarin dia, di service berapa kali sehari emangnya sampe mau keluari uang banyak untuk dia" hina wanita itu lagi.
Suwoyo menatap pria yang usianya tak jauh beda dengannya. Dengan wajah datarnya itu menunjukkan betapa ia sangat menahan amarahnya terhadap wanita yang menghina keluarganya itu.
"Kamu udah rekam semuanya?" tanyanya di angguki pria itu.
__ADS_1
"Sudah tuan" sahut sekretaris Suwoyo.
"Bereskan semuanya dengan cepat"
"Siap tuan" sekretaris Suwoyo mengangguk paham akan keinginan tuannya.
Suwoyo membantu Dini memasukkan semua barang milik Arabella dan beberapa milik Dini juga ke dalam mobilnya di bantu sekretarisnya. Sedangkan kedua polisi wanita yang tadi mengikuti mereka mengawasi dari mobil dan tidka ikut turun karena Dini merupakan tahanan yang jujur dan baik jadi mereka percaya.
"Hey mas! jangan mau di tipu sama perempuan itu, dia itu pembunuh anaknya juga gak jelas kerjaannya, setiap malem keluyuran sampe tengah malem baru pulang, jangan sampe ketipu mas dia itu ular berbisa" ucap wanita itu lagi yang membuat rahang Suwoyo mengeras.
Langkah pria itu terhenti lalu melihat wanita yang sejak tadi menghina anak dan istrinya.
"Berkacalah sebelum mengatai orang lain, dan jaga lisan anda kalo masih ingin hidup bebas" ucap Suwoyo dengan tegas dan wajah datarnya juga tatapan marahnya yang membuat pemilik kosan tadi merinding ketakutan.
"Nanti kalo kamu udah resmi keluar dari penjara mas bakalan bawa kalian pulang, maaf mas baru bisa nemuin kalian sekarang, maafin mas sayang" lirih Suwoyo memeluk Dini penuh sesal dan hati yang sakit setelah melihat dan mendengar bagaimana anak istrinya begitu di kucilkan di lingkungannya.
"Gak papa mas, semuanya udah takdir, aku udah ikhlaskan semua yang terjadi" kata Dini menenangkan pria yang memeluknya.
"Tapi mas! kita udah pisah belasan tahun lamanya apa masih sah suami istri? apa lagi... maaf aku pernah nikah lagi walaupun sirih" lanjutnya.
"Mas gak tahu sayang, kita masih sah suami istri atau bukan, tapi bagi mas kita masih suami istri karena mas gak pernah nalak kamu apa lagi ceraikan kamu, secara hukum juga kamu masih istri mas, tapi kalo kamu ragu nanti kita ijab lagi" kata Suwoyo tersenyum manis pada Dini yang ikut tersenyum.
__ADS_1
Tapi sedetik kemudian senyumnya luntur.
"Maaf mas karena pernah hianati kamu dengan nikah lagi sama orang lain, jujur aku sama sekali gak inget apa-apa waktu itu, cuma nama aku aja yang aku inget nama Rabel sendiri aku gak sengaja lihat dari kalungnya" jelas Dini.
"Gak papa sayang, waktu itu kamu hilang ingata juga kan" kata Suwoy.
"Bisa kamu jelaskan apa yang sebeneernya terjadi waktu itu!" lanjut Suwoyo yang membuat Dini menghela napas.
Meski Suwoyo sudah tadi masalah bagaimana kecelakaan itu bisa terjadi. Tapi ia ingin tahu apa yang terjadi pada istri dan anaknya sampai bisa hilang ingatan dan yang terbakar bersama mobil itu malah orang lain alih-alih anak istrinya sendiri.
"Entahlah mas, aku gak terlalu jelas juga waktu itu, cuma sebelum mobil jatuh ke jurang aku sempet lihat Aji yang terpental keluar mobil karena kaca mobil yang waktu itu lagi si buka lebar sama dia yang katanya pengen lihat pemandangan jalan langsung tanpa halangan kaca, entah kenapa aku gak larang waktu itu tapi aku bersyukur karena dia selamat. Sedangkan setelah mobil jatuh aku masih bisa buka mata walau gak jelas penglihatanku, tanganku juga masih meluk Rabel kuat yang waktu itu kemungkinan udah pingsan karena terlalu shok karena setelah mobil jatuh ke bawah dia gak teriak lagi, badannya juga lemes di pelukan aku" Dini menghela napas panjang kala mengingat hal beberapa tahun lalu.
"Aku sempet denger suara orang yang bisik-bisik trus angkat aku sama Rabel keluar mobil, aku pikir kami selamat dan bakalan di bawa kerumah sakit, tapi rupanya sewaktu sadar aku udah ada di tempat yang asing, bahkan aku gak inget apa-apa lagi setelahnya aku sadar juga karena Rabel nangis kenceng, dan waktu itu posisi kami ada di rumah kumuh yang kecil di pinggir kota ini, aku juga sempet kaget waktu ada Rabel di deket aku mas, aku kira dia anak orang lain yang di buang sama aku, apa lagi ada kalung yang si pakeknya ada namanya"
"Dari sana aku bawa Rabel aku anggap anak aku sendiri bahkan kalo kerjapun aku bawa dia, sampe suatu hari aku gak sengaja lihat ada orang yang lagi kesakitan mau lahiran di sana potongan memoriku waktu mau lahiran Rabel juga keinget sama namanya juga sama, tapi ingetan itu gak jelas yang bisa aku simpulkan cuma Rabel memang anak aku, untung dulu aku gak buang dia mas, aku bawa dia dan aku besarkan dia" air mata Dini sudah tidak terbendung lagi.
Suwoyo memeluk wanita tercintanya itu sembari memejamkan matanya. Kini dia semakin yakin kalau memang istrinya di beri obat lupa ingatan oleh mantannya saat dulu Dini dan Rabel di bawa pergi menjauh dari tempat kecelakaan itu.
Apa aku harus kasih dia obat stres sebagai gantinya, apa lagi dia masih di penjara batin Suwoyo. Saat ini mantannya saja sudah stres karena di kucilkan orang karena kelicikannya yang mencelakai istr dan anak Suwoyo, apa lagi kalau di tambah obat stres. Bisa semakin menderita dia seperti apa yang selama belasan tahun ini ku rasakan batinnya.
"Kalo kamu inget nama kamu harusnya orang tahu dong siapa kamu, Ardini Harun Suwoyo" ucap Suwoyo yang membuat Dini menggelengkan kepalanya.
__ADS_1
"Waktu itu yang aku inget cuma Ardini nya doang mas, lagian di daerah pinggir kota kalo ngaku anak atau istri orang kaya yang ada di ketawain mas, aapa lagi penampilan aku yang kucel waktu itu, bisa di anggap gila kau sama mereka" ucap Dini yang malah di beri kekehan pelan oleh Suwoyo yang kembali membawa Dini kepelukannya.