
Aryo bangun dari tidurnya setelah mendengar ketukan di pintu kamarnya dan terdengar suara seseorang yang sedang memanggilnya saat ini.
“Tuan muda, mohon segera hadir ke halaman markas” ucap seorang prajurit yang ditugaskan untuk menjemput Aryo.
“Baik, mari kita segera ke sana” jawab Aryo dan mulai melangkah ke depan.
Keduanya kini mulai berjalan menuju halaman markas dan ketika sampai Aryo menemukan pria sepuh sudah berada di sana terlebih dahulu. Aryo menyapa pria sepuh dan dibalas dengan senyum oleh pria sepuh tersebut. Keduanya kini sedang berdiri dan menghadap ke gerbang markas mereka.
“Kenapa begitu ramai di pagi hari paman? Ini seperti tidak biasanya” tanya Aryo membuka pembicaraan.
“Tuan muda, sebenarnya ada hal yang tak terduga terjadi tadi malam. Pasukan kita yang berjaga tadi malam menemukan hal aneh yang baru kali ini mereka lihat” jawab pria sepuh.
“Hal aneh? Apa itu paman?” tanya Aryo kembali.
Pria sepuh kini menjelaskan apa yang telah terjadi. Menurut pengakuan prajurit yang bertugas menjaga markas, malam itu mereka berhasil memergoki 2 orang yang diam-diam sedang mengawasi markas mereka dari gelapnya malam. Para prajurit mengatur jebakan untuk menangkap orang itu dan alhasil 1 orang dari mereka berhasil ditangkap namun seorang lagi dapat melarikan diri, bahkan untuk menangkap satu orang ini beberapa prajurit harus terluka walaupun tidak parah.
__ADS_1
“Dan satu hal lagi tuan muda, orang yang telah ditangkap tersebut baru kali ini hamba melihatnya” ucap pria sepuh mengakhiri penjelasannya.
“Maksud paman apa?” tanya Aryo yang seketika penasaran dengan akhir penjelasan itu.
“Mari tuan muda saya bawa ke tempat orang itu kami tahan” ajak pria sepuh.
Aryo tidak menjawab dan langsung mengikuti pria sepuh dari belakang, dia bertanya-tanya dalam hatinya yang terus merasa penasaran dengan apa yang akan dilihatnya sebentar lagi. Kini mereka berdua memasuki ruangan yang tidak terlalu disinari oleh cahaya bahkan bisa dikatakan ruangan itu agak sedikit gelap. Aryo menaikkan alisnya karena merasa heran mengapa pria sepuh membawanya ke ruangan yang tidak ada apapun di dalamnya.
“Tuan muda pasti heran dengan keadaan sekarang. Sebentar hamba akan menyalakan obor untuk menerangi ruangan ini” ucap pria sepuh dan mulai berjalan ke arah salah satu obor yang berada di dalam ruangan itu.
Mata Aryo mulai memperhatikan ruangan yang sudah diterangi cahaya obor tersebut. Saat matanya sampai dipojok ruangan sebelah kanan alangkah terkejutnya dia karena dalam kegelapan seperti ada sepasang bola mata yang sedang menatapnya tajam. Aryo yang terkejut mundur 2 langkah dan langsung menarik pedang dari sarungnya.
“Tuan muda tidak perlu khawatir, dia tidak akan macam-macam. Prajurit kita sudah mengikatnya dengan rantai” ucap pria sepuh setelah melihat reaksi Aryo.
Pria sepuh sudah menduga reaksi Aryo seperti itu, karena dia juga mengalaminya sebelumnya. Pada saat dia sedang istirahat di kamar saat waktu menjelang pagi, beberapa prajurit datang dan memberitahukan bahwa mereka menangkap seorang mata-mata. Pria sepuh langsung bergegas untuk memeriksa orang yang ditangkap dan sejurus kemudian reaksinya tidak jauh berbeda dari Aryo saat ini.
__ADS_1
Kini dengan bantuan beberapa prajurit mata-mata itu dipindahkan dari posisinya dipojok digeser ke bawah obor yang menjadi penerangan dalam ruangan. Aryo masih belum menurunkan pedangnya sampai dia melihat rantai yang mengikat orang itu dan membuatnya sedikit tenang.
“Paman? Baru kali ini aku melihatnya, darimana asal pria ini? Dan mengapa dia diikat dengan rantai seperti ini?” pertanyaan demi pertanyaan dilontarkan Aryo tanpa henti.
“Tuan muda, jujur hamba juga terkejut saat pertama kali melihatnya. Hamba juga tidak tahu darimana asal pria ini. Beberapa prajurit kita terluka saat menangkapnya, hanya dengan rantai ini pergerakannya dapat kami atasi” jawab pria sepuh.
Aryo kembali menatap orang yang ditangkap prajuritnya saat ini, dia mengamatinya dari bawah sampai atas. Orang tersebut berperawakan tinggi dan memiliki badan yang kekar. Namun yang menjadi identitas tersendiri dari orang itu adalah kulit badannya yang seperti gelapnya malam. Hanya menyisakan mata dan gigi yang masih kelihatan putihnya, Aryo benar-benar baru kali ini melihatnya. Sepanjang hidupnya dia tidak mengetahui keberadaan orang di depannya ini.
Saat Aryo masih termenung dengan kebingungannya dia dikejutkan oleh teriakan orang tersebut. Orang itu mengoceh seperti sedang marah namun bahasa yang dia keluarkan tidak sedikit pun Aryo mengerti. Aryo menoleh ke arah pria sepuh dan menyadari ekspresi pria sepuh juga sama dengannya.
“Paman sebaiknya masalah ini kita tunda dulu sampai kita menemukan titik terang dari semua ini. Karena aku yakin orang ini pasti bekerja untuk lawan kita” ucap Aryo saat orang tersebut berhenti mengoceh.
“Baik tuan muda. Kalian cepat sumpal mulut orang ini dan tutup kepalanya menggunakan kain hitam” jawab pria sepuh sekaligus memerintahkan prajurit untuk mengamankan orang yang saat ini mereka sandera.
Kini Aryo dan pria sepuh beranjak keluar dari ruangan tersebut. Namun tidak lama kemudian ada prajurit datang dan melaporkan bahwa dari arah luar gerbang terlihat banyak sekali prajurit bersenjata lengkap dengan menunggangi kuda sedang menuju ke arah markas.
__ADS_1