Pendekar Pedang Dewa Naga

Pendekar Pedang Dewa Naga
7. Setan merah


__ADS_3

Pria misterius mulai bertukar serangan dengan raja Aryo yang dibantu Patih Yarna. Kombinasi keduanya bisa mengimbangi kekuatan pria misterius ini namun tidak lama. Seiring berjalan waktu pria misterius dapat mendominasi serangan dan berhasil membuat kedua lawannya mundur untuk menjaga jarak dengannya.


Ini dikarenakan pria misterius ini sudah berada di tingkat pendekar harimau putih, lebih tinggi satu tingkat daripada pendekar harimau belang. Tidak hanya kekuatan fisik nya bertambah tapi mentalnya juga. Dalam keadaan dikeroyok oleh 2 sampai 3 pendekar harimau belang pun dia masih mampu bertahan dan masih bisa memenangkan pertarungan itu dengan usaha yang cukup besar.


“Akhirnya kau datang juga, aku kira kau akan tetap melihat dari jauh dan menonton pertarungan ini” pria misterius itu buka suara setelah kedatangan seorang pria berpakaian hitam dan menggunakan topeng berbentuk kepala setan.


“Setan merah!” hampir serempak para Patih dan bangsawan menyebutkan nama itu.


Para pejabat dari kerajaan Adipura pasti tau ciri-ciri orang ini, pria yang baru datang tadi adalah pendekar yang dijuluki setan merah yang merupakan pimpinan dari padepokan pembunuh malam. Beberapa tahun terakhir sepak terjang dari padepokan ini tidak bisa dianggap sebelah mata, banyak pembunuhan-pembunuhan yang yang dilakukannya dan membuat pihak kerajaan kewalahan untuk menuntas gerakan mereka. Dan alasan dari julukan setan merah kepada pria ini karena ritual pembunuhannya, dikatakan dia akan meminum darah korban untuk menambah kekuatannya.


“Aku hanya memastikan rencana kita akan berhasil dan aku rasa perlu turun tangan untuk urusan ini” tidak menunggu jawaban rekannya setan merah bergerak cepat untuk menyerang para prajurit yang mengepung disekitar rekannya.

__ADS_1


Dalam beberapa tarikan nafas setan merah telah membunuh lebih dari 20 orang dengan pedangnya yang kini sudah berlumuran darah lawannya.


“Keadaan ini semakin buruk! Kekuatan pria misterius ini sudah bisa mengimbangi kita ditambah kehadiran setan merah akan sulit kita menang dalam pertarungan ini” Patih Yarna buka suara setelah melihat prajurit kerajaan begitu mudah dibunuh oleh setan merah.


“Andaikan ayahanda Rama disini pasti kita bisa mengatasi serangan ini” jawab raja Aryo dengan pelan namun dari suaranya penuh harap terhadap kata-katanya.


Ayahanda Rama tidak lain adalah mertuanya dan sekaligus guru beladirinya. Ketika beliau mengungkapkan isi hati anak perempuan nya kepada Aryo, guru Rama mentitahkan agar menjaga Sinta dan berharap mereka bisa hidup bahagia selamanya. Guru Rama tidak hadir dalam acara pernikahan tersebut dikarenakan dia sedang bertapa di dalam goa siluman harimau sebagai tahap akhir mencapai kekuatan pendekar raja harimau.


*


Patih Marda beserta penjaga gerbang yang masih tersisa mati-matian bertahan dalam penyerangan itu, namun mereka tidak bisa berbuat banyak. Karena pintu gerbang berhasil dijebol maka lautan musuh berhasil masuk dan mulai melancarkan aksinya.

__ADS_1


“Situasi tidak berpihak padamu bukan? Menyerah lah aku mungkin akan memberikan kematian yang tidak akan sakit kepadamu” ucap menteri Balda sambil tertawa.


“Aku lebih baik mati terhormat dengan mengerahkan seluruh kemampuan ku!” jawab Patih Marda tegas sambil menghindar dari serangan musuhnya tersebut.


Serangan demi serangan dan jurus demi jurus telah dikeluarkan oleh keduanya. Tentu saja keadaan tidak berpihak kepada Patih Marda sebab selain lawannya satu tingkat diatasnya, dikejauhan dia samar-samar bisa melihat ditempat pelaminan telah terjadi kegaduhan yang sama ditempat dia saat ini.


“Masih memikirkan keadaan orang lain saat nyawamu akan ku ambil malam ini, kau sungguh berani atau bodoh?” ucap menteri Balda kembali dan meningkatkan tempo serangannya.


Patih Marda tidak sempat menghindar, serangan lawannya berhasil melukai paha kanannya dan membuat kelincahannya berkurang. Menteri Balda sedari awal pertarungan mereka memang memusatkan serangannya kearah kaki Patih Marda agar gerakan lawannya bisa diimbanginya.


Kekuatan menteri Balda memang satu tingkat daripada Patih Marda, namun dalam hal kecepatan Patih Marda sedikit melebihi menteri Balda dikarenakan ilmu meringankan tubuh yang dia pelajari dari padepokannya sendiri yaitu padepokan serigala angin.

__ADS_1


“Aku lengah, luka yang dia buat cukup dalam. Aku harus segera menyembuhkan luka ini”ucap Patih Marda dalam hatinya sambil mengalirkan tenaga dalamnya untuk mengurangi efek lukanya.


“Kau pikir aku akan diam saja, dengan ini akan ku akhiri riwayatmu" menteri Balda mempersempit jarak antara keduanya dan mulai melanjutkan serangannya namun kali ini lebih mematikan.


__ADS_2