Pendekar Pedang Dewa Naga

Pendekar Pedang Dewa Naga
6. serangan


__ADS_3

Patih Yarna dan pria misterius sudah bertarung dan bertukar lebih dari 50 jurus namun masih berimbang. Orang lain yang melihatnya berpikir bahwa mereka berimbang namun Patih Yarna lebih tau bahwa lawannya belum menggunakan seluruh kemampuannya.


Melihat kekhawatiran dalam wajah Patih Yarna pria misterius tersebut tersenyum sinis.


“Kemampuan mu memang handal namun kau masih satu tingkat dengan ku. Aku sudah memasuki tingkat pendekar harimau putih, dengan ini tidak sulit untuk membunuh mu. Kecuali wanita itu, dia masih sama denganmu dan andaikan kalian bertarung maka aku yakin dirimu lah yang akan keluar sebagai pemenangnya” ucap pria misterius sambil tertawa mengejek.


Tawa pria misterius itu sangat menjengkelkan dan seolah-olah merendahkan bukan hanya lawan tapi juga kawan. Wanita yang dari tadi diam ikut angkat bicara dengan nada marah.


“Sudah cukup senior, cepat kita selesaikan.


Aku ingin semuanya berakhir sesusai rencana kita” ucapan itu dia tujukan ke pria misterius tadi dengan nada marah namun sedetik kemudian dia merasakan aura pembunuh mengarah kepadanya membuatnya merinding sesaat.


“Maaf junior lancang” wanita tadi menundukkan kepala karena ketakutan dan merinding akibat aura pembunuh yang tidak lain berasal dari pria yang bersamanya tadi.

__ADS_1


“Sudah cukup, cepat bawa murid Jaka ke tempat aman. Dengan kekuatan ku sekarang aku masih bisa bertahan sampai kau kembali membawa lebih banyak orang” perintah pria misterius.


Pernyataan pria misterius tersebut membuat beberapa Patih mencoba untuk menghentikannya namun segera dihalangi oleh pria misterius didekat mereka. Melihat ada kesempatan wanita tadi mengeluarkan beberapa bola hitam dan melemparkannya ke segala arah di dekatnya. Ketika menyentuh tanah bola tadi berubah menjadi asap dan mengurangi jarak pandang.


“Patih Yarna aku akan membantumu” ucap raja Aryo kepada Patih Yarna tanpa persetujuan dan langsung menyerang ke arah pria misterius tadi.


“Ahhhh.... 2 pendekar harimau belang tidak buruk, aku akan meladeni kalian berdua” jawab pria sambil bergerak maju kearah raja Aryo.


Suasana di gerbang sangat buruk, 5000 penyerang berusaha masuk dengan paksa. Mereka mencoba menghancurkan pintu gerbang dengan senjata mereka, dikarenakan tidak ada penjaga di gerbang mereka leluasa berbuat aksinya.


Patih Marda mengerutkan dahi tidak menyangka bahwa malam ini akan terjadi pertumpahan darah yang besar. Dia mencoba mengurangi jumlah penyerang di gerbang, namun ketika panah nya telah menghabisi 20 prajurit yang menyerang samar-samar dari belakang dia bisa merasakan aura pembunuh datang ke arahnya.


Dia berbalik badan dan segera melihat seseorang yang dia kenali dan ketika semakin dekat dia terkejut bukan main.

__ADS_1


“Menteri Balda, ternyata kerajaan Kendala adalah dalang dibalik serangan ini” Patih Mardaa mengumpat karena keterkejutannya.


Kerajaan Kendala adalah tetangga kerajaan Adipura namun tidak memiliki hubungan erat, banyak masalah yang terjadi diantara 2 kerajaan ini. Secara kekuatan kerajaan Kendala unggul namun dalam unsur kebudayaan dan kesejahteraan kerajaan Adipura lebih menguasainya. Jadi kerajaan Kendala berniat untuk menguasai kerajaan Adipura.


Ada alasan lain tidak mudah menyerang kerajaan Adipura dikarenakan sekutu dari kerajaan ini bisa dikatakan banyak namun hanya kerajaan-kerajaan kecil seperti Benggawan, Gundala, dan Surka. Ke-3 kerajaan ini selalu membantu urusan militer kerajaan Adipura dengan bayaran kebudayaan dan kesejahteraan mereka disamaratakan seperti kerajaan Adipura.


Namun sayang malam ini ke-3 kerajaan ini sama sekali tidak mengetahui sedikitpun bahwa kerajaan kendala nekat menyerang kerajaan Adipura.


“Patih Marda kau bisa meluangkan waktu untuk bertukar jurus dengan ku? Ku lihat tidak ada seorang pun yang bisa manjadi lawan mu disini” tanya menteri Balda saat jaraknya sudah dekat dengan Patih Marda.


“Menteri Balda berani sekali kau menginjakkan kaki di istana kami. Akan ku buat kau menyesal datang ke kerajaan Adipura” jawab Patih Marda dengan sangat marah.


“ Kalau begitu buktikan saja dengan perbuatan bukan cuma omong kosong belaka” kata-kata menteri Balda membuat amarah Patih Marda semakin membara. Dipenuhi tekad Patih Marda mulai menyerang dengan panahnya dan membuat jarak diantara keduanya.

__ADS_1


__ADS_2