Pendekar Pedang Dewa Naga

Pendekar Pedang Dewa Naga
25. Suku kulit hitam


__ADS_3

“Celaka! Tuan muda, bagaimana kalian menangkap orang ini?” tanya Patih Purno dengan nada tergesa-gesa.


“Begini Patih, waktu itu...” pria sepuh mulai menjelaskan.


Dari penjelasan pria sepuh, Patih Purno menangkap garis besar penjelasannya. Dia tidak menyangka bahwa kemungkinan pasukan musuh memperkerjakan orang-orang suku kulit hitam ini. Patih Purno terdiam dengan kepala menunduk ke bawah dan setelah beberapa lama terdiam. Melihat hal itu Aryo mencoba bertanya untuk mencairkan suasana.


“Apakah Patih mengetahui asal usul orang ini” tanya Aryo.


“Tuan muda, saya pernah mendengar tentang suku kulit hitam ini. Mereka berasal dari pulau bagian timur, menurut pengetahuan saya suku ini sangat tertutup. Dan saya yakin kedatangannya berkaitan dengan musuh kita nanti” jawab Patih Purno dengan cepat.


Aryo dan pria sepuh sejenak parut dalam diam memikirkan kembali ucapan dari Patih Purno barusan. Mengapa orang ini ikut membantu lawan mereka, namun belum sempat mereka memikirkan jawabannya Patih Purno kembali berbicara lagi.


“Tuan muda tolong bawa orang ini keluar dan lepas rantai yang mengikatinya” pinta Patih Purno.


Aryo dan pria sepuh terkejut mendengar permintaan tersebut. Mereka heran atas apa yang diminta oleh Patih Purno, apa yang dipikirkan olehnya sehingga meminta ikatan rantai orang ini dilepas.

__ADS_1


“Tuan muda tidak perlu khawatir, saya akan menunjukkan sedikit hal tentang suku kulit hitam ini” ucap Patih Purno lagi.


Akhirnya Aryo menuruti permintaan dari Patih Purno. Dengan beberapa bantuan dari prajurit orang ini dibawa di tengah halaman markas dengan disaksikan oleh seluruh prajurit yang ada. Aryo kembali larut dalam kebingungan saat melihat Patih Purno kembali ke arah mereka dengan membawa 2 buah tombak.


“Paman, apa yang ingin dilakukan oleh Patih Purno?” tanya Aryo kepada pria sepuh.


“Hamba tidak tahu tuan muda, mungkin Patih ingin menunjukkan sesuatu kepada kita” jawab pria sepuh.


Keduanya tidak lagi melanjutkan obrolan ketika Patih Purno telah sampai di dekat mereka. Patih Purno memandangi sekitar mereka yang mulai sesak dengan para prajurit yang penasaran apa yang akan terjadi.


*


Para prajurit yang menjaga dengan sigap membuka ikatan rantai tersebut dengan cepat. Dengan hati-hati mereka menjaga jarak karena saat ikatan rantai tersebut lepas orang ini langsung berdiri dengan tatapan tajam ke arah mereka.


Aryo dan pria sepuh sudah bersiap menarik senjata masing-masing kalau-kalau orang ini akan bertindak nekat. Namun tidak beberapa lama Patih Purno melemparkan salah satu tombak ke arah orang itu. Tombak itu melesat cepat namun dengan sigap tombak itu ditangkap oleh orang itu.

__ADS_1


“Tuan muda tidak perlu khawatir, biarpun orang ini terlihat sangat pemarah dan ingin membunuh. Orang ini di tempat asalnya memiliki kekuatan seperti pendekar. Maksud dari tombak ku tadi adalah untuk menantangnya berduel” ucap Patih Purno menjelaskan alasan perbuatannya tadi.


“Patih, apakah ini memang rencana mu?” tanya Aryo penasaran.


“Iya tuan muda, saya ingin dia menunjukkan kemampuannya. Ini sangat penting untuk kita saat menghadapi orang-orang ini” jawab Patih Purno lagi.


Aryo mengangguk tanda mengerti dan segera memberi ruang kepada Patih Purno diikuti oleh pria sepuh dan prajurit yang penjaga. Setelah itu Patih Purno langsung memasang kuda-kuda bersiap menghadapi lawannya.


Suasana hening sejenak, orang itu tengah memandangi sekitarnya dan tak lama pandangannya tertuju kepada pria di depannya yang tak lain adalah Patih Purno. Dia melihat tombak di tangannya lalu menggenggam erat tombak tersebut. Dengan satu tarikan nafas dia meloncat ke arah lawannya.


Semua mata melotot menyaksikan kejadian tersebut. Bagaimana tidak jarak orang itu dari Patih Purno sejauh 10 meter. Namun dengan satu lompatan orang itu berhasil mendekat dan melancarkan serangan bertubi-tubi dengan tombaknya.


Patih Purno berdecak kagum sesaat setelah melihat lawan duelnya bersungguh-sungguh dalam menghadapinya. Dari informasi yang dia tahu orang ini memang memiliki kekuatan fisik yang luar biasa. Menurutnya jika digolongkan dalam kekuatan pendekar, kekuatan orang ini setara pendekar serigala tingkat 5 atau akhir.


“Kekuatan fisiknya sangat besar, ini akan menjadi hal yang perlu ku catat” ucap Patih Purno dalam hati sambil menangkis dan sesekali membalas serangan lawannya.

__ADS_1


Sekitar 5 menit keduanya bertukar serangan, orang tersebut mundur dengan meloncat sebanyak 3 kali. Walaupun beberapa luka kini sudah menghiasi tubuhnya namun tubuhnya tetap tegap dan pandangannya tidak teralih kan sama sekali dari lawannya.


__ADS_2