
Suara gemuruh terdengar dari kejauhan, samar-samar suara itu semakin keras dan mulai diikuti oleh ribuan sosok yang saat ini datang mendekat ke markas pemberontak. Mereka menunggangi kuda dan berbaris rapi dengan senjata tombak ditangan kiri sedangkan tangan kanan memegang tali kekang kuda masing-masing. Pasukan pemberontak terpana melihat hal itu, mereka baru kali ini melihat pasukan berkuda yang begitu gagah dan terlihat sangat memukau.
Aryo dan pria sepuh menaiki benteng di gerbang depan, saat keduanya tiba pasukan berkuda itu sudah berhenti dan kini jarak mereka hanya beberapa puluh meter dari benteng. Seorang pria gagah maju perlahan ke arah gerbang dengan kudanya, saat sudah dekat dia berhenti dan segera melihat ke arah Aryo sekarang.
“Salam, kami pasukan kuda besi dari kerajaan Gundala utusan raja Gandi. Aku Patih Purno pimpinan dari pasukan ini siap melayani tuan muda Aryo” ucap pria gagah itu memperkenalkan diri dengan suara lantangnya.
Kini Aryo dan pria sepuh memahami siapa mereka dan setelah tahu bahwa mereka teman akhirnya atas perintah Aryo gerbang dibuka dan meminta agar pasukan berkuda masuk dalam markas pemberontak.
Aryo dan pria sepuh segera turun dan berniat menghampiri Patih Purno. Saat keduanya sampai mereka saling memberikan salam sesama pendekar dan Aryo mulai menuntun jalan menuju ruangan yang khusus melayani tamu.
“Silahkan duduk Patih” ucap Aryo setelah sampai di ruangan tersebut.
“Terima kasih tuan muda” jawab Patih Purno dan langsung duduk.
“Bagaimana perjalanan Patih sampai kesini? Apakah semuanya baik-baik saja?” tanya pria sepuh setelahnya.
__ADS_1
“Perjalanan kesini cukup melelahkan namun kami berhasil sampai lebih awal dari waktu yang kami rencanakan di awal” jawab Patih Purno lagi.
Ketiganya terus berbincang mulai dari mengenalkan jati diri sampai membahas masalah perang yang akan mereka hadapi sebentar lagi. Patih Purno mendengarkan dan sekaligus menyampaikan pendapatnya mengenai beberapa unsur untuk dijadikan strategi dalam perang. Ini sangat diperlukan karena dalam setiap pasukan harus memiliki keserasian agar rencana yang telah tersusun akan terus terhubung.
Rencana yang Patih Purno tambahkan membuat Aryo dan pria sepuh terkejut karena strategi ini belum pernah mereka pikirkan bahkan tidak pernah terlintas di pikiran. Sekarang mereka merasa kagum terhadap Patih Purno, mereka tidak menduga bahwa orang yang dikirim oleh raja Gandi adalah orang yang benar-benar jenius.
Ini memang benar adanya, Patih Purno adalah kepala pasukan berkuda dari kerajaan Gundala yang terkenal gagah berani dan tidak takut terhadap lawan. Ini didasari oleh mentalnya yang memang diasah sedari kecil sebagai seorang prajurit dan pendekar sejati yang tidak akan lari dari pertarungan apapun. Dan hal yang lebih mengagumkan adalah Patih Purno sendiri merupakan orang kepercayaan raja Gandi dalam hal strategi dalam perang. Berkatnya kerajaan Gundala berhasil mempertahankan posisi mereka dari berbagai ancaman kerajaan-kerajaan kecil maupun besar bahkan mereka pernah berhadapan dengan kerajaan Kendala yang berakhir dengan imbang.
*
“Sudah kewajiban saya tuan muda atas amanat raja kami” jawab Patih Purno.
“Tuan muda sudah saatnya istirahat, diskusi bisa kita lanjutkan lagi. Mungkin Patih Purno butuh istirahat” ucap pria sepuh tidak ketinggalan.
Aryo menganggukkan kepala tanda mengerti dan segera mengajak Patih Purno menuju ruangan yang telah disediakan untuknya. Ketiganya mulai keluar dan menuju ruangan yang akan digunakan untuk istirahat. Sambil berjalan Patih Purno mengamati keadaan di markas, dan setelah beberapa saat akhirnya mereka sampai di ruangan itu.
__ADS_1
“Silahkan masuk untuk beristirahat Patih” ucap pria sepuh kepada Patih Purno.
“Terima kasih atas keramahannya” ucap Patih Purno singkat.
“Jika ada hal yang diperlukan tidak perlu sungkan, Patih bisa menghubungi kami lewat prajurit yang berjaga di sini” ucap Aryo menambahkan.
“Terima kasih tuan muda” balas Patih Purno kembali.
Ketika Patih Purno sudah masuk Aryo dan pria sepuh kini berbalik badan dan meninggalkan ruangan itu. Mereka tidak mengetahui bahwa saat berjalan menuju ke ruangan itu pandangan Patih Purno terfokus pada satu ruangan yang dijaga begitu ketat oleh para prajurit. Patih Purno tidak langsung istirahat, ruangan yang dijaga prajurit itu begitu membekas dan menimbulkan tanda tanya yang besar. Dia berniat untuk menanyakannya kepada Aryo namun dia lebih memilih untuk diam dulu dan menanyakannya ketika waktu sudah tepat.
“Aku begitu kagum dengan pengetahuan Patih Purno paman” ucap Aryo dengan wajah begitu riang.
Wajar saja wajahnya saat ini begitu girang, karena sebelumnya saat Aryo dan pria sepuh merencanakan strategi dalam perang ada kendala yang membuat mereka sulit dalam mencari jalan keluarnya. Namun ketika Patih Purno memberikan pendapat masalah itu benar-benar dapat diselesaikan dengan mudah.
“Benar tuan muda, Patih Purno benar-benar orang yang cerdas. Dengan kedatangan beliau pasukan kita bisa bertambah kuat baik dalam mental maupun wawasan” jawab pria sepuh sambil memandangi langit.
__ADS_1
“Aku juga berharap seperti itu paman” balas Aryo dan melakukan hal yang sama dengan pria sepuh.