Pendekar Pedang Dewa Naga

Pendekar Pedang Dewa Naga
23. Tawaran


__ADS_3

“Menteri memiliki dendam kepada pemuda itu bukan?” tanya wanita muda kembali.


“Apa maksudmu?” tanya balik pria misterius.


“Aku bisa membantu untuk membalaskan dendam kepadanya, namun dengan satu syarat jika menteri bisa mengabulkannya” balas wanita muda.


Raut wajah menteri Balda berubah mendengar hal itu bukan karena keinginan balas dendamnya diketahui oleh wanita muda ini. Menurut penuturan dari pria sepuh wanita muda ini adalah teman seperguruan setan merah saat mendalami ilmu hitam. Setan merah tidak ingin ikut karena ada hal yang harus dia selesaikan, sebagai gantinya dia menawarkan salah satu temannya dari pulau Sulagendi untuk membantu pihak kerajaan Adipura dan Kendala.


“Syarat apa yang kau ajukan?” tanya menteri Balda setelah terdiam beberapa saat.


“Bukankah pemuda itu memiliki istri, aku bisa mengirim santet kepada istrinya. Dan aku jamin dia pasti akan mati setelahnya” jawab wanita muda dengan tawanya yang tidak mengenakkan.


Menteri Balda yang awalnya tenang kini berdiri dan mengepalkan tangan sambil menatap tajam ke arah wanita muda. Sebagai pendekar dari aliran putih dia tidak terlalu menyukai praktek ilmu hitam seperti ini. Walaupun dia memiliki dendam tapi membalasnya tidak harus seperti ini pikirnya.


“Tidak! Aku masih memiliki jiwa kemanusiaan tidak seperti mu!” jawab menteri Balda lantang.


“Haa... Haaa... Haaaa... Aku hanya menawarkan kenapa harus seperti itu balasan menteri” ucap wanita muda dengan santai.

__ADS_1


“Kau tidak bisa membodohi ku, aku sudah hidup lama di dunia persilatan. Alasan mu untuk membunuh istri pemuda itu untuk ritual mu bukan?” tanya menteri Balda dengan pedang sudah keluar dari sarungnya.


“Cihhh..... Ternyata menteri sedikit mengerti ritual ilmu hitam di tempat kami” balas wanita muda yang juga sudah mengangkat pedang serta kipas di tangannya.


Ketegangan antara keduanya membuat pria misterius tidak bisa tinggal diam melihatnya. Buru-buru sekali dia menghadang keduanya dengan berdiri membelakangi wanita muda dan mengapa ke arah menteri Balda berdiri.


“Menteri sebaiknya tenang dulu, murid Jaka segera bawa menteri keluar untuk mencari udara segar. Keadaan di sini sudah sangat panas” pinta pria misterius.


*


“Tolong pahami keadaan sekali lagi menteri” pinta pria misterius kembali.


Menteri Balda kini diam dan merenungkan perkataan pria misterius. Sebagai pemimpin dari pasukan ini seharusnya dia menjaga agar tidak terjadi perpecahan dalam aliansi tersebut. Jika terjadi pertarungan mungkin moral pasukan akan berkurang karena melihat atasan mereka bahkan tidak kompak satu sama lain.


“Baik, murid Jaka segera perintahkan agar pasukan bergerak sekarang” perintah menteri Balda setelah tenang.


“Baik guru” balas raja Jaka dan segera beranjak pergi.

__ADS_1


“Dan kau sebaiknya tidak melakukan hal apapun ketika aku tidak memintanya” ucap menteri Balda yang diarahkan ke wanita muda.


Wanita muda itu tidak menjawab melainkan tertawa dan kini melangkah keluar dari tenda tempat mereka berada. Dia kemudian bergerak menuju pasukan yang dibawanya sendiri. Kemudian pria misterius dan menteri Balda menyusul keluar untuk mengecek persiapan pasukannya.


“Guru, pasukan sudah siap untuk berangkat” ucap raja Jaka.


“Segera berangkat, kita harus sampai di tempat tujuan sebelum bala bantuan mereka datang sepenuhnya” perintah menteri Balda.


Setelah arahan dari raja Jaka para pasukan kini bergerak. Semuanya berjalan teratur dengan barisan yang begitu rapi. Menteri Balda, pria misterius dan raja Jaka menaiki kereta kuda sementara wanita muda menaiki kudanya sendiri didampingi pasukannya masing-masing.


Di perjalanan menteri Balda hanya terdiam begitu pun pria misterius. Namun keduanya kini mulai bereaksi setelah raja Jaka membuka suara untuk menanyakan hal yang sedang mengganjal hatinya saat ini.


“Guru, maaf jika murid lancang. Apakah murid bisa bertanya tentang satu hal” ucap raja Jaka memecah keheningan.


“Apa yang murid Jaka ingin tanyakan?” jawab pria misterius.


“Sebenarnya ritual apa yang menteri Balda katakan ketika di tenda tadi?” tanya raja Jaka kembali.

__ADS_1


__ADS_2