PENGANTIN UNTUK KAKAK

PENGANTIN UNTUK KAKAK
Mencuri Kesempatan


__ADS_3

Arya membukakan pintu mobilnya untuk Nami. "Aku akan sangat senang jika kau mau diantarkan olehku. Aku harap kau mau menerima niat baikku ini," tutur Arya lagi.


Nami melihat keadaan sekitarnya. Tampak beberapa mahasiswa yang lalu-lalang di sekitar kampusnya. Nami pun akhirnya mengiyakan tawaran Arya. Ia cukup tahu siapa Arya. Nami pun masuk ke dalam mobil itu lalu Arya pun menyusulnya. Mereka segera melaju ke rumah sakit bersama. Tampak keduanya mulai bercakap-cakap di dalam mobil. Nami pun menunggu tiba di Rumah Sakit Cempaka untuk magang. Ia tampak diam saja jika tidak ditanya Arya.


Arya adalah seorang pengusaha properti yang cukup terkenal di ibu kota. Ia sering keluar kota untuk menjalankan bisnisnya. Tetapi untuk beberapa minggu ini ia kembali ke ibu kota. Tak lain tak bukan untuk melaporkan kegiatannya selama berada di luar kota. Yang mana pemilik dari perusahaan properti itu adalah ayahnya sendiri.


Arya kini jadi mempunyai banyak waktu untuk berpergian, termasuk menemui Nami sendiri. Ia merasa tertarik dengan kepribadian Nami setelah perbincangan waktu itu. Dan kini tampak Arya yang memerhatikan Nami dari kaca tengah mobilnya. Ia tersenyum melihat seorang gadis cantik yang duduk di sampingnya.


Dia cantik dan juga ... lucu.

__ADS_1


Pada akhirnya keduanya meneruskan perjalanan ke rumah sakit. Nami pun berterima kasih setelah sesampainya di sana. Ia berkepribadian yang menarik perhatian Arya. Namun, Arya juga tahu jika Cino datang terlebih dulu daripadanya. Lantas apa yang akan Arya lakukan selanjutnya?


Satu bulan kemudian...


Malam ini malam yang cerah. Nara dan teman-temannya tampak berkumpul di studio musik untuk mengisi malam. Tampak Nami yang juga datang ke sana bersama Klara, gebetan Nara. Nara meminta Nami untuk mengajak Klara ke studio musik karena ingin menyatakan perasaannya.


Klara dan Nami satu fakultas. Mereka juga sering satu kelas di kampusnya. Klara seorang kutu buku yang menarik perhatian Nara. Sehingga diam-diam Nara memerhatikannya. Dan setelah lama tenggelam dalam perasaannya, Nara ingin menyatakan rasa cintanya kepada Klara. Teman dari Nami itu pun tampak grogi saat masuk ke dalam studio musik. Terlihat Ken yang juga berada di sana.


Ruangan studio berukuran sedang pun menjadi saksi Nami dan Klara yang duduk bersama. Nami terpaksa mengajak Klara karena dipaksa Nara. Nami juga yang menjemput Klara di rumahnya. Semua tak lain agar sepupunya itu tidak marah. Karena kalau Nara sampai marah akan menjadi boomerang baginya. Nami jadi tidak konsentrasi belajar di dalam kamarnya. Karena Nara akan terus mengganggunya.

__ADS_1


Ken sendiri melihat ada kesempatan untuk sang kakak bertemu dengan Nami. Tapi Ken mempunyai rencana tersendiri malam ini. Setelah berjuang untuk mendekatkan keduanya, ternyata Ken tidak mendapatkan hasil yang sesuai harapan. Lantas Ken memutuskan untuk menguji bagaimana perasaan kakaknya. Tentunya dengan bantuan Nara juga.


Lantas apa yang akan terjadi selanjutnya?


Satu jam kemudian...


"Ken, kakakmu sudah di parkiran." Nara berbisik kepada Ken. Ia baru saja dari luar.


Ken mengangguk. Ia kemudian menjalankan rencananya. Meminta semua teman-temannya untuk keluar dari ruangan studio musik. Teman-teman Ken pun menyapa Cino yang datang. Cino ingin menemui Ken sekarang. Tapi saat akan masuk ke dalam ruangan, ia melihat Ken dan Nami tengah berbicara seperti akan berciuman. Saat itu juga Cino tersentak hebat.

__ADS_1


Dia cemburu ternyata.


__ADS_2