PENGANTIN UNTUK KAKAK

PENGANTIN UNTUK KAKAK
Meminta Saran


__ADS_3

Nami kemudian duduk di hadapan dosennya. "Ada hal yang ingin aku bicarakan, Dosen Su." Nami mengutarakan tujuannya.


"Silakan." Su selaku dosen farmasi pun mempersilakannya.


Nami menarik napas panjang lalu menanyakan kepada Su. "Dosen, apakah penyakit leukimia itu bisa disembuhkan?" tanya Nami segera.


Sontak Su pun terkejut mendengarnya. "Apakah ada kerabatmu yang menderita penyakit itu?" Su menanyakannya.


Nami mengangguk. Raut wajahnya terlihat sedih sekali. Su pun mengerti mengapa Nami datang ke ruangannya hari ini.


"Jika kau bertanya tentang penyakit leukimia bisa disembuhkan atau tidak, maka aku akan menjawab iya. Sebagai dosen farmasi aku mempunyai tanggung jawab untuk memberi semangat kepada setiap orang yang ketergantungan obat. Tapi, jika boleh menyarankan, lebih baik menggunakan jalur herbal untuk proses penyembuhannya," tutur dosen berusia empat puluh tahun itu.

__ADS_1


"Jalur herbal? Apakah ada jenis tanaman yang bisa menyembuhkan penyakit itu?" tanya Nami segera.


Su mengangguk. "Sebenarnya hal ini dirahasiakan dari khalayak ramai karena khawatir menganggu keuntungan pabrik farmasi. Tapi, untukmu aku akan mengatakannya." Su tampak tidak keberatan mengatakannya.


Nami mengangguk. Su lalu menunjukkan sebuah artikel mencengangkan untuk Nami baca.


"Sebenarnya leukimia bisa disebabkan oleh banyak hal. Tetapi yang terberat adalah karena garis keturunan. Jika kerabatmu tidak mempunyai garis keturunan akan penyakit itu, maka kemungkinan besar dia bisa sembuh. Sementara ini pihak kedokteran menyarankan kemotrapi untuk menghentikan sel-sel kanker dalam waktu cepat. Tapi jika dia masih berupa gejala, atau katakanlah penyakit itu masih ringan, lebih baik menggunakan jalur herbal saja agar dampak yang ditimbulkan tidak terlalu berat. Karena kau tahu sendiri efek dari obat-obatan kimia." Su menjelaskan.


"Carilah daun buah ini. Dia bisa membuat sel-sel kanker secara terprogram membunuh dirinya sendiri. Tapi harus bersabar saat menjalani prosesnya. Karena kita semua tahu jika pengobatan herbal membutuhkan waktu yang lebih lama untuk mencapai kesembuhan. Sedang efek sampingnya kecil atau bahkan nyaris tidak ada. Tidak seperti obat-obatan kimia yang dapat menyembuhkan dengan cepat. Tapi efeknya ginjal dan hati harus terkena dampaknya. Maka dari itu bijaklah dalam memilih obat." Su menyarankan.


"Kalau begitu aku akan segera mencari daun ini, Dosen Su." Nami pun terlihat bersemangat sekali.

__ADS_1


"Daun ini sudah sangat sulit untuk ditemukan sekarang. Aku juga tidak tahu mengapa. Sudah jarang sekali orang yang menanamnya. Tapi semoga saja kau dapat dengan mudah mendapatkannya. Tetap semangat, Nami!" Su pun memberi semangat kepada mahasiswinya.


Nami tersenyum. "Terima kasih, Dosen Su. Aku kini yakin setelah mendapat rekomendasi dari Dosen Su sendiri. Karena aku belum percaya diri untuk menentukan pilihan sendiri. Kalau begitu aku pamit untuk segera mencarinya. Permisi." Nami pun berpamitan kepada Su.


Su mengangguk. Ia melepas anak didiknya untuk mencari daun obat yang dimaksud. Yang mana sekarang sudah sangat sulit untuk ditemukan. Tapi demi Cino, Nami akan segera mencarinya. Tak lain tak bukan agar Cino lekas sembuh dari penyakitnya. Karena Nami ingin bersama Cino selamanya. Cinta pertama saat pandangan pertama.


Sore harinya...


Langkah kaki yang lelah membuat Nami harus beristirahat sejenak di taman terdekat. Tampak dirinya yang mengusap keringat setelah bertanya ke sana kemari tentang daun yang dimaksud. Tapi sayang, tidak ada satupun orang yang mempunyai tanaman daun tersebut. Tanaman itu kini sudah langka yang entah mengapa. Nami pun dibuat lelah mencarinya.


"Ke mana lagi aku harus mencarinya ya?"

__ADS_1


__ADS_2