
Nami sendiri segera menjauhkan tubuh Ken darinya. Ia merasa kesal karena Ken berbicara terlalu dekat. Dan setelah memastikan semuanya berjalan sesuai rencana, Ken melepaskan Nami. Nami pun keluar dari studio musik. Saat itulah ia melihat Cino masuk ke dalam mobilnya. Nami pun merasa sedih karena Cino tidak menemuinya.
Dia tidak ingin menemuiku setelah hari itu?
Nami dibuat bertanya-tanya. Pada akhirnya hanya ada raut kesedihan di wajahnya.
"Maaf." Tiba-tiba Ken pun sudah berada di belakangnya.
"Ken, apa yang kau lakukan?!"
Nami tampak kesal. Keduanya berdiri di dekat pintu keluar studio musik. Sedang teman-teman yang lain sedang pergi ke kedai seberang. Makan malam setelah latihan band usai.
"Hm, bagaimana ya mengatakannya. Aku sengaja seperti itu untuk membuktikan perasaan kakakku," terang Ken.
__ADS_1
"Maksudmu?" Nami bertanya.
Ken duduk di teras studio. "Nami, kau tahu? Kakakku itu sudah tua. Dia sudah berkepala tiga. Tapi dia belum juga menikah," terang Ken.
"Ap-apa maksudmu?!" Nami terkejut.
Ken melipat kedua tangannya di dada. "Aku berniat menyatukan kalian. Karena ... aku pikir kaulah gadis terbaik untuknya."
Saat itu juga Nami terkejut seketika. "Tap-tapi, bukannya kakakmu sudah--"
Ken menuturkan. Akhirnya putra bungsu dari keluarga Chandra itu berterus terang kepada Nami tentang maksudnya selama ini. Nami pun terdiam memikirkannya.
"Aku harap kau tidak keberatan. Selama ini aku membantunya agar cepat menikah. Tapi entah mengapa kakakku itu tidak mau juga. Aku harap kau bisa sedikit agresif agar dia mau menyatakan perasaannya. Karena kakakku itu orangnya susah mengungkapkan perasaan. Dia pemalu." Ken menuturkan.
__ADS_1
Nami jadi mengerti.
"Jika kau menyukainya, maka kau juga harus ikut berjuang. Kau harus mendahuluinya dalam sikap. Jangan menunggu. Karena dia tidak akan pernah memulainya."
Malam ini akhirnya menjadi saksi Ken yang jujur akan bagaimana sikap kakaknya. Malam ini juga Nami jadi tahu apa yang harus diperbuatnya jika menyukai Cino. Ken sendiri yang telah menceritakannya. Ia seperti orang yang pasrah dalam menghadapi sikap kakaknya. Tapi setelah malam ini Ken jadi tahu bagaimana perasaan kakaknya yang sesungguhnya. Jika kakaknya pun tertarik pada Nami.
Lantas apa yang akan Ken lakukan selanjutnya? Apakah ia akan berhenti menjodohkan kakaknya dengan Nami? Lalu bagaimana dengan Nami sendiri? Apakah ia bersedia dijodohkan oleh Ken?
Dua minggu kemudian...
Hari terus berganti tanpa henti. Kehidupan harus terus dijalani oleh setiap insan yang tinggal di bumi. Begitu juga dengan Nami, Ken dan yang lainnya. Mereka harus melanjutkan kehidupan sesulit apapun keadaan. Dan kini salah satu dari mereka tampak sedang disidang oleh sang kakek yang baru saja datang dari luar negeri. Ialah Ken yang didudukkan di sofa ruangan oleh kakeknya.
"Dari semalam sejak sore ini kenapa kau berdiaman dengan kakakmu?"
__ADS_1
Kakek Ken yang masih tampak gagah itu menyadari apa yang terjadi di rumah keluarga besar. Sejak semalam kedatangannya sampai sekarang, ia tidak melihat Ken dan Cino dalam satu kesempatan yang sama. Tidak makan malam bersama, tidak berkumpul bersama, dan juga tidak sarapan pagi bersama. Yang mana hal itu membuat Wirata terheran-heran dengan sikap kedua cucunya.