
Sunyi, sepi, hanya ada mereka berdua di teras ini. Hormon di tubuh keduanya pun seperti saling mengikat dan tidak ingin mengakhiri hal ini cepat-cepat. Getaran demi getaran itu begitu kuat mereka rasakan. Hingga akhirnya Cino dan Nami terhanyut dalam setiap sentuhan, sapuan dan penekanan yang bibir mereka lakukan. Nami dan Cino terhanyut ke dalam suasana yang lebih dalam. Di tengah rintik hujan yang turun membasahi.
Pukul sembilan malam...
Nami teringat dengan apa yang terjadi tadi. Ia merasa senang dan juga bersuka hati. Hatinya berbunga-bunga bak taman seribu bunga yang bermekaran indah. Ia pun mulai merasakan apa yang dinamakan jatuh cinta. Begitu mengantarkan Cino berpamitan, Nami segera kembali ke kamarnya. Ia pun membayangkan apa yang terjadi tadi. Nami akui jika ia tidak bisa menolak Cino. Karena Nami juga menyukai Cino.
Cino sendiri tampak memegang bibirnya setelah mandi. Ia baru saja sampai di rumah dan segera mandi. Cino pun mengingat ciumannya tadi. Yang mana membuat hatinya senang dan tersenyum sendiri. Cino pun lekas mengenakan pakaiannya.
Setelah ciuman itu terjadi, wajah Nami tampak merah merona di hadapan Cino. Cino pun tidak ingin keadaan menjadi canggung kembali. Ia kemudian segera mengecup kening Nami lalu menarik gadis itu ke dalam pelukannya. Keduanya pun akhirnya berpelukan di teras atap lantai dua. Tanpa takut ada yang melihatnya.
__ADS_1
Andai saja tidak ditelepon kakek tadi, entah apa yang terjadi selanjutnya.
Cino tertawa sendiri saat mengingat kejadian itu. Di mana saat ia memeluk Nami, tiba-tiba saja ada yang meneleponnya. Cino pun segera mengangkat teleponnya di hadapan Nami lalu berpamitan pulang. Ternyata kakeknya yang menelepon dan meminta Cino untuk segera datang. Dan akhirnya keduanya pun berpisah setelah ciuman yang terjadi. Namun, bekasnya masih sampai terasa ke hati.
Sepasang insan itu berbunga-bunga saat merasakan indahnya jatuh cinta. Cino pun mencoba untuk menghubungi Nami segera. Ia ingin mengabarkan jika sudah sampai di rumah. Dan akhirnya apa yang Ken rencanakan terwujud. Kakaknya jatuh cinta dan ia berhasil membuat sepupu temannya jatuh cinta kepada kakaknya. Misi Ken telah sukses dilakukan.
Esok harinya...
"Anak ibu sedang senang rupanya. Sepertinya habis mendapat hadiah," duga ibunya.
__ADS_1
Cino terdiam. Ia tersenyum malu dan tidak berani menjawabnya.
"Lihat adikmu. Dia belum bangun juga. Padahal sudah jam tujuh pagi." Sang ayah tampak menggelengkan kepalanya.
"Biarkan saja, Yah. Ken sangat lelah akhir-akhir ini karena bekerja keras untukku." Cino pun mulai menyantap roti selainya.
Saat itu juga sang ayah dan ibu Cino saling melirik satu sama lain. Mereka jadi memikirkan apa maksud dari perkataan Cino tersebut. Tak berapa lama Ken pun turun dari lantai dua kamarnya. Ia tampak masih mengantuk.
"Cuci muka dulu sana, Nak." Sang ibu pun meminta.
__ADS_1
"Nanti saja, Bu. Aku malas. Harusnya hari libur tidak ada sarapan pagi bersama." Ken malah menyalahkan jadwal harian keluarga.