PENGANTIN UNTUK KAKAK

PENGANTIN UNTUK KAKAK
Bisik-Bisik Tetangga


__ADS_3

Entah mengapa Cino berkecil hati saat melihat Nami. Padahal sebelum-sebelumnya ia tampak tidak peduli dengan bagaimana perasaannya sendiri. Ya, Cino lebih suka bekerja daripada memikirkan wanita. Karena hal itulah ia sampai telat menikah. Di usia yang sudah kepala tiga ini ia masih belum juga mengakhiri masa lajangnya. Membuat sang adik gundah memikirkan nasib kakaknya. Ken takut kakaknya tidak memiliki ketertarikan terhadap wanita.


Esok harinya, di kampus Nami...


Sebuah universitas besar menjadi tempat para mahasiswa yang mengais ilmu di sana. Universitas itu bisa dibilang paling dicari oleh kaula muda. Bagaimana tidak, hampir semua fakultas di sana ada. Dan tentu saja untuk masuk ke sana juga tidaklah mudah. Katakanlah universitas itu merupakan universitas favorit di ibu kota. Semua orang datang ke sana untuk menguji kemampuannya. Termasuk Nami yang datang dari desa.


Di kampus kini sedang terjadi bisik-bisik tetangga antara mahasiswi satu dengan mahasiswi yang lain. Mereka tengah membicarakan perihal apa yang terjadi di pesta ulang tahun Cino semalam. Yang mana sebagian ikut datang dan melihat sendiri apa yang terjadi di sana. Sedang sebagian lain hanya bisa mendengarkan cerita. Nama Nami pun menjadi perbincangan setelah penampilannya semalam.


"Aku jadi heran, siapa yang dimaksud pemuda tampan itu? Mengapa bisa mengirimkan atensi agar Nami naik ke atas panggung?" tanya Ina kepada Tata yang menceritakan kejadian semalam.


"Entahlah. Aku juga bingung. Padahal selama ini Nami sangat tertutup. Tapi entah mengapa dia mau datang ke acara pesta kakaknya Ken. Apakah Nara yang memaksanya?" Tata ikut berpikir.

__ADS_1


"Hei! Hei! Lihat! Siapa yang masuk ke dalam mobil Ken?" Naura menunjuk seorang gadis yang masuk ke mobil Ken.


"Mana?" Baik Tata maupun Ina sama-sama ingin melihatnya.


Ken pulang bersama seorang gadis sore ini. Mereka masuk pagi dan sudah mengakhiri empat mata kuliahnya. Dan kini jam pulang untuk para mahasiswa sudah tiba. Tampak Ken yang mulai melajukan mobilnya dari halaman parkir kampus. Sedang Ina, Tata dan Naura tampak memerhatikannya. Mereka penasaran dengan siapa gadis yang pulang bersama Ken hari ini.


Empat puluh menit kemudian...


"Aku pulang!"


Tak berapa lama sang ibu pun membukakan pintu. Ia melihat putra bungsunya baru pulang dari kampus. Ia juga melihat siapa wanita yang dibawa Ken ke rumah.

__ADS_1


"Ini?" Sang ibu tampak memerhatikan.


"Dia yang semalam, Bu. Dia yang aku ceritakan selepas pesta." Ken menuturkan.


"Oh ...." Sang ibu pun tampak mengerti.


"Ayo masuk, Nami. Pekerjaan sudah menunggu." Ken pun berkata dingin kepada Nami. Ia lalu masuk ke dalam rumahnya. Sedang Nami...


"Selamat sore, Bibi. Maaf aku datang lagi. Ken yang memaksaku ke sini," tutur Nami dengan sopan.


Ibu dari Ken itupun tersenyum. "Ayo, masuk. Ken semalam sudah menceritakan dirimu."

__ADS_1


Ibu Ken tampak menerima kehadiran Nami. Nami pun segera masuk ke dalam rumah keluarga besar untuk yang kedua kalinya. Tampak rumah Ken yang sudah bersih dan tertata rapi. Tak ada lagi bekas pesta yang tersisa di sana. Nami pun jadi betah berlama-lama di rumah Ken yang bersih.


__ADS_2