PENGANTIN UNTUK KAKAK

PENGANTIN UNTUK KAKAK
Berusaha


__ADS_3

Seiring berjalannya waktu, perasaan itu pun semakin tumbuh dan merekah indah. Tapi Cino sadar jika hidupnya tidak akan lama. Cino akhirnya memutuskan untuk tidak melanjutkan kedekatannya terhadap Nami. Ia membiarkan Ken yang maju untuk menyatakan perasaannya. Namun, pada kenyataannya Ken hanya bersandiwara. Ia hanya ingin mengetahui perasaan kakaknya. Dan kini hanya rasa perih yang Ken terima saat mengetahui alasan dibalik kakaknya masih sendiri. Leukimia itu merebut kebahagiaan kakaknya.


Ken mengusap air matanya. "Akan kubuktikan jika bersama kesulitan itu ada kemudahan, Kak. Cepat temui dia! Aku yakin dia adalah wanita yang baik untukmu. Dia sudah menunggumu."


Pada akhirnya Ken memutuskan untuk terus menyemangati kakaknya. Ia pun berlari keluar kamar setelah berkata demikian. Meninggalkan Cino sendirian di dalam kamar. Cino pun terenyuh dengan perkataan adiknya. Ia amat menghargai jerih payah adiknya dalam mendekatkan dirinya kepada seorang wanita. Tapi, apakah Cino akan menemui Nami nantinya?


Pukul setengah dua belas siang...


Ken menunggu Nami keluar dari kelasnya. Gadis berblus putih itu akhirnya mengakhiri jam mata kuliahnya setelah setengah jam Ken menunggu. Nami pun tampak terkejut melihat Ken sudah ada di depan kelasnya. Padahal seingat Nami mahasiswa fakultas teknik tidak ada jam di kampus hari ini. Tapi Ken ada di kampus.


"Ken? Kau menunggu siapa?" tanya Nami sambil melihat ke belakang.

__ADS_1


Mahasiswa lain tampak keluar dari kelas yang sama. Mereka melihat Nami yang bertemu Ken siang ini. Dan tentu saja beberapa di antara mereka ada yang memerhatikannya. Terlebih Ken merupakan mahasiswa terpandang di kampus Nami. Mereka pun merasa heran mengapa Ken sampai mendatangi Nami siang ini.


"Aku ada perlu denganmu. Cepat ikut aku!" pinta Ken kenapa Nami.


Nami merasa bingung. Ia pun melihat ke sekeliling arah. Nami tidak menemukan Nara ada di sana. Dan tentu saja Nami bisa menolaknya karena tidak ada Nara. Tapi Ken seperti menyadari apa yang akan Nami lakukan. Ken pun segera menarik tangan Nami agar mengikutinya.


"Ken, lepaskan!"


Wanita memang merepotkan!


Pada akhirnya Ken ikut masuk ke dalam mobilnya. Ia mengunci mobil dari dalam lalu menghidupkan staternya. Nami terbelalak. Ken pun segera meminjam ponsel Nami.

__ADS_1


"Pinjam sebentar ponselmu. Aku ada urusan." Ken pun meminta pada Nami.


Nami sedikit ragu. Ia khawatir Ken membuat ulah dengan ponselnya.


"Cepat!" Tapi Ken tidak mau menunggu lama.


"Ini." Nami akhirnya meminjamkan ponselnya.


Ken berusaha menahan senyumannya. Ia kemudian mengetik pesan untuk seseorang di sana. Tak lain untuk kakaknya sendiri. Ken ingin mengajak kakaknya ketemuan. Ia berpura-pura menjadi Nami agar Cino merasa Nami lah yang mengajaknya bertemu. Pesan pun dikirimkan. Tinggal menunggu balasannya saja. Dan ternyata Cino segera membalasnya.


Dasar kakak bodoh!

__ADS_1


Pada akhirnya Ken menuju suatu tempat untuk mengantarkan Nami bertemu kakaknya. Dan tentu saja Nami tidak mengetahui ini semua. Pesan itu segera dihapus oleh Ken dari ponselnya. Ponsel Nami pun segera dikembalikan. Nami tidak tahu apa yang Ken lakukan. Inilah bentuk sayang Ken kapada kakaknya.


__ADS_2