PENGANTIN UNTUK KAKAK

PENGANTIN UNTUK KAKAK
Misi Sukses


__ADS_3

Satu bulan kemudian...


"Ini sungguh keajaiban. Sel-sel kanker pada tubuh tuan Cino menurun drastis. Mungkin jika dipresentasikan sudah dua puluh persen yang mati." Seorang dokter spesialis mengatakan.


Itulah yang dikatakan dokter kala melihat hasil akhir pemeriksaan Cino. Dan tentu saja kabar ini begitu menggembirakan. Tidak hanya bagi Cino, tapi juga bagi keluarga besar. Sel-sel kanker yang ada di tubuh Cino mulai berkurang drastis. Dan tentunya Nami juga akan ikut senang mendengar kabar ini.


"Apakah bisa sembuh total, Dok?" tanya ibu Cino yang ikut serta ke pemeriksaan putranya.


"Kemungkinan besar iya. Tapi saya rasa kita tetap harus berusaha. Tentunya dengan menjaga pola makan yang ada. Semoga bisa lekas pulih sempurna." Dokter menambahkan.


Ibu Cino mengangguk. Ia terlihat senang sekali. Begitu juga dengan Cino yang merasa semangat itu terus berkobar di jiwanya. Ia pun segera mengirim pesan kepada kekasihnya.


/Nami, kau berhasil./


Begitulah pesan yang Cino kirimkan kepada kekasihnya. Sontak Nami yang membacanya pun menjadi senang tak terkira.


"Ya Tuhan, akhirnya ...."


Kini usahanya itu sudah membuahkan hasil. Nami pun bertekad untuk terus mengekstrak daun sirsak tersebut. Walaupun sangat sulit untuk ditemukan di era modern sekarang, Nami akan mencarinya sampai dapat. Nami akan berjuang untuk kesembuhan Cino seutuhnya. Ia sudah bertekad di dalam hatinya. Dan sepertinya pesta pernikahan itu akan segera terselenggara.

__ADS_1


Lima bulan kemudian...


Semburat merah menjadi saksi Cino dan keluarga yang menantikan hasil pengecekan terhadap sel kanker di tubuh Cino. Tampak ibu Cino yang berdebar menunggunya. Hingga akhirnya seorang dokter datang membawakan kabar untuknya. Saat itu juga detak jantungnya mulai tak karuan. Cino, ibunya dan Ken harap-harap cemas menunggu hasilnya.


"Nyonya, kita sudah mendapatkan hasilnya. Sepuluh jam melakukan pemeriksaan dan observasi, sepertinya keajaiban itu memang benar terjadi," tutur sang dokter.


"Maksud Dokter?" tanya ibu Cino segera.


Dokter yang menangani Cino tersenyum. "Selamat, Nyonya. Putra Anda, Cino Levi Wirata dinyatakan telah sembuh dari penyakit leukimia." Dokter mengabarkan. Saat itu juga ibu Cino pingsan di tempatnya.


"Ibu!" Ken dan Cino pun segera menolongnya.


Bagai pucuk dicinta ulam pun tiba, apa yang di harapkan kini menjadi kenyataan. Cino telah sembuh dari penyakit leukimianya. Sang ibu pun begitu bahagia. Sampai-sampai ia tidak lagi bisa mengendalikan dirinya. Ibu Cino pingsan di tempatnya.


"Ken, kita siapkan undangan pernikahan untuk kakakmu." Dan begitulah yang ia ucapkan kepada putra bungsunya. Sontak Cino pun terkejut seketika.


"Ibu?!!"


"Sudah, terima beres saja," sahut ibunya.

__ADS_1


Saat itu juga ketiganya tertawa bersama. Mereka bersuka cita terhadap kesembuhan Cino seutuhnya.


Beberapa bulan kemudian...


Isak haru mewarnai hari bersejarah bagi Cino dan Nami. Hari ini pesta pernikahan itu diselenggarakan oleh keluarga besar Chandra Wirata. Dan kini Cino dan Nami telah resmi berstatus suami istri. Tampak Ken dan Nara yang bercengkerama di acara pesta.


"Kita berhasil, Ken." Nara tampak senang.


"Hm, ya. Akhirnya dia mau menikah juga." Ken meneguk minumannya.


"Apakah kompensasi itu bisa segera kudapatkan?" tanya Nara kepada Ken.


Ken tertawa. "Tenang saja. Kau akan mendapat banyak produk kecantikan dari perusahaan ayahku." Ken meledek Nara.


Nara mendengus kesal. "Kau kejam, Ken. Setelah apa yang kulakukan untukmu." Nara memalingkan wajahnya.


Ken merangkul Nara. "Sudah jangan marah-marah. Kita sekarang adalah saudara. Mari kita rayakan kebahagiaan ini." Ken mengajak Nara bersulang bersama.


Nara pasrah. Ia akhirnya menuruti permintaan Ken untuk merayakan keberhasilan ini dengan bersulang bersama. Tampak seisi pesta yang memerhatikan mereka. Kedua sahabat itu kini telah menjadi saudara. Nami dan Cino telah menikah.

__ADS_1


.........


...Tamat...


__ADS_2