Penghangat Ranjang Casanova

Penghangat Ranjang Casanova
Kau Tak Bisa Mengatur Hidupku


__ADS_3

Sepuluh telepon, dua belas pesan suara, dan tiga puluh pesan singkat adalah bukti usaha Bryan untuk menghubungi Laura keesokan harinya. Kemarin, dia tidak sempat untuk menghubungi Laura sebab dia sedang bersenang-senang dengan wanita yang tidak sengaja dia temui di saat dia sedang melakukan makan malam dengan koleganya di sebuah hotel bintang lima beberapa hari lalu. Dan hari ini barulah Bryan memiliki waktu untuk menghubungi Laura.


“Sial! Sial! Sial!”


Pria itu terus mengumpat dari tadi sebab Laura tidak kunjung ada kabar. Gadis itu bahkan tidak merespons kontak dari Bryan. Seolah ingin menghilang, Laura bahkan menonaktifkan ponselnya.


Tok ... Tok ... Tok ....


Suara ketukan pintu membuat Bryan mendongakkan kepala, kemudian berkata, “Masuk.”


Seorang sekretaris wanita masuk ke dalam ruang kerja Bryan sambil membawa beberapa tumpukan dokumen yang harus Bryan periksa.


“Ini dokumen-dokumen yang tadi Anda minta, Pak,” ucapnya seraya meletakkan tumpukan dokumen di atas meja kerja Bryan. “Oh, iya. Tiga puluh menit lagi Anda memiliki rapat dengan peru—”


“Batalkan,” ucap Bryan, memotong ucapan sekretarisnya.


“Maaf, Pak?” tanya sekretaris Bryan, merasa kalau dia telah salah dengar.


“Batalkan rapat itu dan semua rapat untuk hari ini. Aku ada urusan pribadi,” ucap Bryan yang langsung dipatuhi oleh sekretarisnya.


“Baik, Pak. Saya akan menjadwal ulang rapat Anda. Apakah ada lagi yang ingin Anda perintahkan, Pak?”

__ADS_1


“Itu saja.”


Sekretaris Bryan mengangguk lalu izin untuk meninggalkan ruang kerja Bryan.


Sementara Bryan yang tidak bisa berkonsentrasi untuk bekerja hari ini segera menyambar kunci mobilnya lalu berjalan cepat keluar dari gedung perusahaannya. Pria itu tidak akan bisa fokus bekerja sebelum dia mendapatkan kabar dari Laura.


Bryan sampai bingung dengan dirinya sendiri. Dia tidak pernah sepusing ini memikirkan tentang wanita. Tapi, kenapa pikirannya merasa harus terus memikirkan Laura satu detik saja Laura tidak merespons panggilan darinya?


Oh, dan jangan lupa kalau alasan Bryan pergi dengan wanita lain kemarin adalah caranya untuk meluapkan hasratnya sebab Laura kini bersikap acuh tak acuh dengan hubungan mereka. Pikirannya benar-benar kacau setiap kali Laura dan dirinya bersitegang. Entah apa yang telah Laura lakukan pada dirinya, yang jelas Bryan selalu merasa ingin berhubungan dengan gadis itu.


"Sial. Kau benar-benar membuat hidupku tak tenang, Laura. Bagaimana caraku mengatasimu? Kenapa sulit sekali membuatmu tunduk padaku," gumam Bryan kesal.


Bryan pun melajukan mobilnya menuju ke Secret Garden. Dia ingin mencari Laura di sana karena itu satu-satunya tempat yang ada di pikiran Bryan saat ini.


“Aku ingin mencari Laura,” ucap Bryan tanpa basa-basi lagi.


“Laura? Dia libur hari ini,” ucap Lola.


“Libur?” Bryan mengerutkan dahinya. Kalau Laura libur, kenapa Bryan tidak tahu mengenai hal itu?


“Iya. Hari ini Laura pergi berlibur bersama Reyna dan Dario. Aku kurang tahu, sih, mereka pergi ke mana. Tapi, mereka mengambil jadwal libur yang sama karena ingin pergi ke suatu tempat,” jawab Lola dengan jujur tanpa Bryan bertanya kemana Laura.

__ADS_1


Bryan mengangguk-anggukkan kepalanya. “Baiklah, terima kasih,” ucapnya lalu keluar dari Secret Garden.


Berani sekali dia pergi bersama pria lain saat menjadi wanitaku. Geram Bryan.


***


Di sisi lain, Laura yang baru saja selesai bermain paintball bersama Dario dan Reyna saat ini tengah beristirahat di bawah sebuah pohon yang rindang. Keringat membasahi tubuh mereka sebab permainan yang mereka lakukan tadi benar-benar membuat mereka merasa kelelahan.


“Laura, Reyna, aku akan mengambil minuman untuk kita bertiga. Kalian tunggulah di sini sebentar,” ucap Dario dianggukki oleh keduanya.


Tak lama setelah itu, Reyna ikutan bangkit berdiri. “Kalau Dario sudah datang, katakan kalau aku pergi ke toilet sebentar,” ucap Reyna sebelum Laura bertanya.


"Baiklah, jangan terlalu lama," ujar Laura.


Kini, Laura duduk sendiri.


Karena tak ingin bosan menunggu sendirian, Laura memutuskan untuk mengambil ponselnya dan menyalakan ponselnya. Dia sengaja mematikan ponselnya supaya tidak ada yang mengganggunya terutama Bryan, pria yang membuat perasaannya menjadi buruk.


Mata Laura membulat sempurna saat dia melihat pesan singkat yang dikirimkan oleh Bryan. Hingga akhirnya dia membaca pesan singkat yang terakhir dikirimkan oleh Bryan dan dia merasa semakin muak dengan hubungan tidak pasti mereka berdua.


[Jangan pernah dekat dengan pria lain. Aku tidak suka wanitaku pergi bersama dengan pria lain.]

__ADS_1


"Dia ingin mengatur hidupku. Tidak semudah itu, Bryan. Kau tidak bisa mengatur hidupku. Siapa kau sehingga aku harus mematuhi pria yang bahkan tidak bisa setia padaku. Sudah aku katakan, aku akan mengikuti permainanmu," gumam Laura tak sedikitpun merasa takut dengan ancaman Bryan.


__ADS_2