Penghangat Ranjang Casanova

Penghangat Ranjang Casanova
Apa Dia Kekasih Barumu?


__ADS_3

Laura yang mendapat pelukan secara tiba-tiba hanya bisa diam mematung. Dia terlalu terkejut dengan apa yang terjadi sampai-sampai dia tidak tahu bagaimana caranya bereaksi. Gadis itu masih diam mematung sambil mencoba mencerna apa yang sebenarnya sedang terjadi.


“Felix, kenapa kau bisa ada di sini?” tanya Laura.


"Aku senang kau mengingatku."


Felix meregangkan pelukan mereka, namun tidak benar-benar melepaskan pelukannya, terlihat jelas raut wajah bahagia di wajah tampan pria yang terkenal sebagai pengusaha muda yang sukses di kota mereka itu.


“Semenjak kau pergi dari rumah orang tuamu, aku memang mencari keberadaanmu, Laura. Aku senang karena akhirnya aku bisa bertemu denganmu lagi. Aku benar-benar bahagia,” jawab Felix sambil tersenyum lebar.


Memang betul Laura memang dulu menghindari Felix sebab dia tidak mau dijodohkan. Namun, entah kenapa setelah mendengar jawaban Felix membuat Laura sedikit trenyuh. Gadis itu terharu sebab ternyata ada seseorang yang merasa kehilangan setelah dia pergi dari kota kelahirannya.

__ADS_1


Jadi ini dia. Dia tidak seburuk yang dulu aku bayangkan. Pelukannya, kerinduannya terasa begitu tulus padaku. Batin Laura.


Di sisi lain, Bryan duduk di balik kursi kemudi dengan gelisah. Pria itu terus saja mengumpat dalam hati karena diombang-ambingkan oleh perasaan tak menentu.


“Sial, kenapa aku terus-terusan memikirkan tentang Laura? Bukankah seharusnya aku tidak peduli lagi dengannya?” tanya Bryan kepada dirinya sendiri sambil memukul setiran mobil.


Biasanya, setelah dia berpisah dari ‘Teman kencannya’, Bryan akan langsung menjalani hari-harinya seolah dia tidak pernah mengenal wanita-wanita itu. Jangankan memikirkan tentang mereka, mengingat namanya saja Bryan tidak. Satu-satunya teman ranjang yang diingat Bryan selalu hanyalah Briza sebab Briza dan Bryan sudah berteman sejak kecil, serta bisa dibilang Briza adalah wanita yang selalu ada setelah dia selesai dengan wanita-wanita itu.


“Argh! Aku bisa gila kalau begini terus!” teriak Bryan sambil menyandarkan kepalanya di sandaran jok mobil.


Pria itu menatap nanar tikungan yang ada di depannya. Jika dia belok ke kanan, dia bisa saja langsung menemui Laura di Secret Garden dan menghancurkan segala pertahanannya. Namun, jika dia belok ke kiri, maka dia akan terus bergelut dengan pikirannya yang tak mau berhenti memikirkan gadis itu.

__ADS_1


“Persetan dengan semua ini, aku tidak bisa terus-menerus memikirkan Laura seperti orang gila!” seru Bryan kemudian mengambil jalan untuk belok ke kanan menuju ke Secret Garden, pria itu sudah tidak sabar untuk bertemu Laura lagi.


Namun, apa yang menyambut kedatangan Bryan tentu bukan sesuatu yang Bryan sukai. Pria itu memarkirkan mobilnya cukup jauh dari Secret Garden ketika dia melihat seseorang yang sangat dia kenali sedang berpelukan dengan pria asing. Ya, orang yang dia lihat adalah Laura dan Felix.


"Laura. Siapa pria itu? Apa dia kekasih barumu? Secepat itu kah?" ucap Bryan saat melihat Laura tidak keberatan sama sekali dipeluk oleh Felix.


Hati Bryan terasa bergemuruh. Dia cemburu saat melihat Laura sedang berpelukan dengan pria lain. Karena tak sanggup untuk melihat hal tersebut terlalu lama, Bryan lantas kembali melajukan mobilnya dan pergi dari sana.


‘Apakah kita memang seharusnya sudah selesai, Laura?’ tanyanya dalam hati.


***

__ADS_1


Bantu like ya kak. Like lebih dr 50 aku gercep nulis n up lagi kelanjutannya.


__ADS_2