
Bryan terkejut bukan main saat mendengar pernyataan dari Felix. Dia tidak pernah tahu kalau Laura dan Felix dulu hampir menikah. Laura bahkan tidak pernah bercerita banyak tentang hubungannya dengan Felix. Yang selama ini Bryan ketahui tentang hubungan mereka adalah fakta jika Felix menyukai Laura namun Laura tidak membalas perasaannya, itu saja.
Bryan menolehkan kepalanya ke arah Laura, meminta penjelasan dari Laura melalui tatapan matanya. Dia ingin tahu apakah yang diucapkan oleh Felix benar atau hanya bualan saja. Namun, bukannya memberikan jawaban, Laura justru sibuk memasukkan makanan ke dalam mulutnya dan menikmati makan malamnya. Gadis itu seolah tidak peduli dengan pertanyaan-pertanyaan yang mengisi kepala Bryan.
“Kenapa terkejut seperti itu, Bryan? Saat itu Laura belum mengenal dirimu, kok,” ujar Felix dengan santai.
“Laura tidak pernah bercerita tentang hal itu kepadaku,” ucap Bryan.
Felix terkekeh. “Untuk apa Laura menceritakan masa lalu kami? Bukankah yang terpenting adalah sekarang dia sudah menjadi milikmu?” balas Felix sambil tersenyum kecut. “Laura pasti tidak ingin menyakitimu dengan cerita ini.”
Bryan dibuat bungkam oleh pertanyaan Felix. Lalu dia berpikir jika seharusnya hal itulah yang juga dia lakukan untuk melindungi perasaan Laura. Laura bahkan juga tampak menghindari Felix setelah Laura dan dirinya mulai berpacaran. Mungkin memang sebetulnya Bryan juga harus melakukan hal yang sama terhadap Briza, dia harus berhenti memedulikan gadis itu dan hanya fokus kepada Laura sebab Laura lah kekasihnya, bukan Briza.
__ADS_1
“Laura mungkin pernah bercerita padamu kalau orang tua kami adalah kolega. Orang tua kami mengenal satu sama lain cukup lama, aku dan Laura juga sering bertemu di acara-acara bisnis keluarga kami. Dari situlah orang tua kami akhirnya berpikir kalau kami cocok dan menjodohkan kami berdua,” jelas Felix.
Bryan terkesiap, dia benar-benar tidak tahu mengenai hal ini. Dia juga tidak tahu kalau ternyata orang tua Felix dan Laura adalah kolega yang sangat dekat. Tidak heran jika Felix dan Laura tampak sangat akrab karena mereka pasti sudah mengenal satu sama lain cukup lama.
“Lalu, kenapa pernikahan kalian batal?” tanya Bryan, penasaran kenapa rencana pernikahan tersebut batal.
“Ada sebuah masalah yang tak bisa aku ceritakan terjadi di keluarga Laura dan Laura tiba-tiba saja menghilang dari kota. Aku sudah mencarinya ke mana-mana dan akhirnya menemukan Laura di sini, di Barcelona.” Felix tersenyum tipis, menyadari jika dia telah terlambat menemukan Laura. “Tapi, aku terlambat. Dia sudah jatuh cinta kepadamu.”
Bryan mencoba untuk tetap tenang tatkala mendengar cerita Felix. Pria itu terus saja mengatur deru napasnya yang sudah tak karuan karena menahan emosi yang menggebu-gebu. Meskipun Felix dan Laura adalah masa lalu saja, tetapi hati Bryan tetap terasa panas saat dia mendengar cerita dari Felix.
Pria itu akhirnya menyadari kenapa Laura sangat sulit untuk menerima dirinya lagi. Setelah apa yang dia ceritakan, rasanya hampir mustahil bagi seorang wanita untuk memaafkannya begitu saja. Ditambah lagi, dulu Bryan juga pernah dipergoki oleh Laura sedang pergi dengan Briza. Ya, itu terjadi saat mereka masih sebatas teman ranjang saja.
__ADS_1
“Dan sampai saat ini, aku masih mencintai Laura,” ujar Felix dengan lantang, membuat tak hanya Bryan yang terkejut, tapi Laura juga.
Laura membelalakkan matanya, tidak menyangka Felix akan berkata jujur di depan Bryan seperti ini. Namun gadis itu hanya diam dan tidak protes sama sekali.
Brak!
Bryan menggebrak meja, membuat peralatan makan mereka berdenting, kemudian berdiri. Dia menatap tajam ke arah Felix sambil mengacungkan jari telunjuknya. Felix pun ikut berdiri karena tidak suka dengan sikap Bryan yang mudah emosi padahal dia saja sudah menyakiti Laura jauh lebih parah dari ini.
“Jika kau tidak ingin aku merebut Laura darimu, maka jaga dia dengan baik. Jangan pernah menyakiti Laura seujung kuku pun!” bentak Felix dengan tegas sebelum Bryan sempat mengatakan apa-apa.
Pria itu menatap bengis ke arah Bryan, kemudian menoleh ke arah Laura. “Laura, aku pulang dulu. Kita lihat saja apakah pria ini masih berani menyakitimu atau tidak setelah dia tahu kalau ada pria lain yang juga mencintaimu,” pamit Felix secara blak-blakan kemudian pergi dari apartemen Laura.
__ADS_1
Setelah Felix pergi, Bryan menoleh ke arah Laura. Dia butuh penjelasan dari gadis itu. Dia ingin mendengar semuanya dari bibir gadis itu.
“Apakah yang diucapkan oleh Felix benar, Laura?”