Penghangat Ranjang Casanova

Penghangat Ranjang Casanova
Lamaran Diterima


__ADS_3

Bryan meraih tangan Laura, kemudian memasangkan cincin berlian yang sudah dia siapkan pada jari manis gadis tersebut. Orang-orang yang menjadi saksi bersatunya cinta mereka bersorak gembira. Mereka turut bahagia sebab kini, Laura dan Bryan sudah resmi bertunangan.


“Bryan, Laura, selamat. Kami senang kalian akhirnya akan segera menikah,” ucap Deborah kemudian memeluk Laura dan Bryan secara bergantian.


Sebagai seorang ibu, Deborah sudah menantikan hal ini cukup lama. Selama bertahun-tahun dia ingin Bryan segera berkomitmen kepada seorang wanita dan menikah, namun, berulang kali juga Bryan menolaknya karena pria itu masih ingin bersenang-senang dengan para wanita. Deborah tentu sangat bersyukur dengan kehadiran Laura di hidup Bryan karena kini Bryan akhirnya bisa merasakan cinta dan berhenti bermain-main dengan wanita.


“Aku tidak menyangka kalau akhirnya kau akan menikah, Bryan,” ucap Fabio, turut bahagia atas pertunangan putranya dengan Laura.


Dari awal Fabio dan Deborah bertemu dengan Laura, mereka sudah yakin kalau Laura akan menjadi menantu mereka. Dan kini, semuanya terbukti jika Bryan benar-benar jatuh cinta dengan Laura dan ingin segera menikah dengan Laura.


Felix dan Briza yang juga ada di sana pun memberikan ucapan selamat kepada Bryan dan Laura. Meski masih merasa sakit hati karena tak dapat memiliki orang yang mereka cintai, mereka tetap turut bahagia untuk Bryan dan Laura.


“Laura, aku minta maaf kalau aku dulu sangat tidak tahu diri dan ingin memisahkan kalian. Sekarang aku bisa melihat kalau kalian saling mencintai dan aku juga senang melihatnya. Akhirnya aku bisa melihat Bryan jatuh cinta dengan seorang wanita,” ucap Briza sambil tersenyum tipis.


“Tidak perlu minta maaf, Briza. Jika aku ada di posisimu, mungkin aku juga akan melakukan hal yang sama,” balas Laura.


Kedua gadis itu tersenyum, kemudian saling berpelukan.

__ADS_1


“Selamat, Bryan. Jaga Laura baik-baik. Dia sudah seperti adikku sendiri,” ucap Felix.


“Pasti aku akan menjaga Laura, Felix. Terima kasih atas bantuanmu selama ini,” balas Bryan.


“Lauraaaa, selamat atas pertunanganmu. Aku sangat senang. Sekarang, kau tidak perlu repot-repot memusingkan nasib percintaanmu lagi,” gurau Reyna.


Laura menoleh ke arah Reyna. “Apakah kau tahu kalau Bryan merencanakan ini semua, Reyna?” tanya Laura sambil menyipitkan matanya.


Reyna terkekeh kecil. “Aku tahu tapi Mama bilang kalau aku tidak boleh memberitahumu,” jawab Reyna.


“Bukan kejutan namanya kalau kau diberitahu di awal, Laura,” timpal Lola.


“Laura, kami dengar kalau tidak berasal dari Barcelona. Apakah itu benar?” tanya Deborah.


Laura mengangguk. “Ya, benar. Aku pergi ke Barcelona memang merantau beberapa bulan yang lalu,” jawabnya kemudian memasukkan sesuap makanan ke dalam mulutnya.


“Kalau begitu, aku dan istriku nanti akan menemani kalian menemui orang tuamu, Laura,” ucap Fabio, membuat Laura menghentikan kunyahannya.

__ADS_1


Laura dengan terpaksa menelan makanannya begitu saja. Gadis itu merasa gugup jika membahas sesuatu yang berhubungan dengan orang tuanya mengingat jika dia dan orang tuanya tidak memiliki hubungan yang baik. Ditambah lagi, dia juga tidak tahu di mana keberadaan orang tuanya saat ini sebab seingatnya, waktu itu orang tuanya bangkrut dan rumah lama mereka harus dijual.


“Aku ... Aku ....”


Deborah meraih tangan Laura. “Kami sudah tahu mengenai masalahmu dengan orang tuamu dari Bryan, Laura. Kau tidak perlu khawatir, kami akan mendampingiku,” ujar Deborah, berusaha meyakinkan Laura.


“Pernikahan tidak akan bisa terjadi jika tidak ada restu dari kedua orang tua, Laura. Ya, mungkin bisa terjadi. Tapi tanpa restu ... kehidupan pernikahan kalian tidak akan mudah,” jelas Fabio. “Kau tenang saja. Aku dan Deborah akan membantu menjelaskan tentang rencana pernikahan kalian kepada orang tuamu.”


Laura merasa terharu karena calon mertuanya begitu memperhatikannya. Laura yang awalnya ragu pun kini menganggukkan kepalanya.


“Jangan khawatir, semuanya akan baik-baik saja,” ucap Bryan sambil tersenyum hangat.


Felix berdeham. “Kalau boleh, aku akan ikut mengantar kalian. Orang tua Laura sudah pindah rumah setelah Laura pergi ke Barcelona. Kemungkinan besar Laura tidak tahu di mana rumah mereka saat ini. Tapi, aku tahu. Aku akan menunjukkan jalannya kepada kalian nanti,” timpal Felix.


“Tentu saja boleh. Itu ide yang sangat bagus, Felix,” ucap Bryan. “Terima kasih sudah mau membantu kami.”


“Tidak masalah. Sudah kubilang kalau Laura itu seperti adikku sendiri. Aku pasti akan membantu persiapan pernikahan kalian,” balas Felix.

__ADS_1


“Kalau begitu, kita akan berangkat besok. Lebih cepat lebih baik, bukan?” tanya Bryan yang langsung disetujui oleh orang-orang yang ada di sana. Pria itu sudah tidak sabar untuk menemui orang tua Laura.


__ADS_2