
Ucapan Bryan terdengar sangat lucu di telinga Laura hingga setelah terdiam beberapa saat gadis itu terkekeh geli. Bagaimana tidak? Jika Bryan berpikir bahwa Laura selingkuh hanya karena Laura pergi dengan Dario bersama Reyna, lantas bagaimana dengan Bryan sendiri? Bukankah pria itu justru kemarin bermesraan dengan wanita lain di belakang Laura?
“Kenapa kau tertawa? Memangnya ada sesuatu yang lucu?” tanya Bryan sambil mengerutkan dahi dengan bingung.
“Ya, ada yang lucu.” Laura menghentikan ucapannya. “Kau yang lucu, Bryan. Ucapanmu. Dirimu. Benar-benar lucu.”
“Apa maksudmu?”
“Maksudku? Kau masih bertanya apa maksudku? Berhenti berpura-pura bodih, Bryan. Kau jelas tahu maksduku.”
“Aku tidak mengerti, Laura. Apa yang lucu? Kau senang berselingkuh dariku?”
__ADS_1
“Baiklah, aku lelah berbasa-basi, Bryan. Kau menuduhku berselingkuh karena aku pergi dengan Dario. Aku bahkan tidak pergi berdua dengannya, tapi ada Reyna juga yang pergi bersama kami. Lalu, bagaimana dengan dirimu? Haruskah aku mengingatkanmu kalau kemarin aku memergoki dirimu sedang pergi dengan seorang wanita? Kalian terlihat mesra dengan wanita itu bergelayut manja padamu. Tak ada raut wajah keberatan darimu, kau menikmati semua itu. Kau memperlihatkan pasanganmu di tempat umum. Bukankah kata selingkuh lebih tepat untukmu?” ucap Laura meluapkan kekesalannya.
"Oh tidak. Aku salah. Tidak ada apa pun antara kita. Jadi tidaj sepatutnya kata selingkuh terucap," sambung Laura dengan tatapan yang berubah dingin menatap Bryan.
Bryan menelan salivanya. “Laura, aku bisa menjelaskan semuanya. Semua itu tidak seperti yang kau pikirkan,” ucap Bryan gugup.
“Semua orang juga pasti akan mengatakan hal yang sama saat mereka dipergoki oleh pasangannya sedang berduaan dengan wanita lain, Bryan.” Laura menjentikkan jarinya di udara. “Oh, maaf. Sekali lagi aku lupa kalau kita tidak berpacaran.”
“Sikapmu aneh, Laura. Kau jadi berubah dan tidak mau menanggapiku seperti dulu lagi,” ucap Bryan.
“Laura ....”
__ADS_1
“Tapi, aku sudah sangat lelah melakukan ini semua, Bryan. Aku sudah lelah dengan hubungan yang tidak pasti seperti ini. Aku wanita bisa yang tidak ingin terluka. Aku tidak ingin merasa kecewa berulang kali,” ucap Laura sambil tersenyum kecut.
"Awalnya aku pikir aku bisa mengikuti permainanmu, tapi sayangnya aku tidak bisa. Aku tidak cocok untuk hubungan seperti itu. Aku bukan mereka, aku bukan bagian dari wanita-wanitamu."
Bryan yang memiliki gengsi tinggi dan tidak mau mengakui perasaan yang perlahan muncul di hatinya memilih diam sambil mendengarkan Laura bicara sampai selesai.
“Aku lelah dengan dirimu dan hubungan ini. Aku tidak ingin menjalani hidup dengan beban perasaan seperti ini. Aku ingin mengakhiri semuanya, Bryan. Kau bisa mencari wanita lainnya. Aku tidak ingin ada hubungan apa pun denganmu, sekali pun hanya teman ranjangmu. Tolong kembali lah seperti semula disaat kita tidak saling mengenal,” ucap Laura dengan telak.
Tanpa berpikir dua kali, Bryan yang dikuasai ego dan tidak mau meminta seorang wanita untuk tetap menjadi kekasihnya itu pun langsung menerima keputusan Laura. Satu hal yang Bryan yakini, Laura akan menyesal berpisah darinya.
"Kau ingin putus dariku?" tanyanya dengan nada mengejek.
__ADS_1
"Kau tahu jelas apa yang aku inginkan," jawab Laura tanpa ingin menatap Bryan.
“Baiklah, kalau itu keputusanmu. Kita akan berpisah. Aku tidak akan mengusikmu lagi," ucap Bryan melangkah pergi dari sana.