
Bianca Biyya Salshabilla
Gadis cantik berumur 19 tahun yang baru saja lulus dari Sekolah menengah atas akan melanjutkan pendidikannya kejenjang yang lebih tinggi Di Amerika serikat.
Putri pengusaha kaya yang di katakan banyak orang kekayaan nya tidak akan habis 7 turunan itu memiliki kehidupan yang sangat mewah bak putri kerajaan. kehidupan glamour selalu melekat padanya. Ia sama sekali tidak pernah merasakan susah payah dalam menjalani hidupnya. banyak orang yang mengatakan bahwa hidup nya sudah sempurna sejak ia lahir. Ya bagaimana tidak? menjadi anak pengusaha kaya dan memiliki paras cantik membuat dia tidak susah untuk beradaptasi dengan dunia yang kejam ini. Dunia ini kejam gak sih gengs?
Oh ya, Dia mempunyai seorang kaka perempuan bernama Prisilia Anastasya perempuan yang kepribadiannya 180° bertolak belakang dengan Bianca. yang kalau Bianca itu royal, kekanak-kanakan, manja, sedikit nakal justru kak prisil memiliki kepribadian yang sebaliknya. Ya! anggota keluarganya biasa memanggilnya seperti itu kak prisil.
__ADS_1
Walaupun sifat Bianca jauh berbeda dari kakak nya tapi orang tuanya sangat menyayanginya karna mungkin ia memang anak bungsu keluarga itu.
Selain mempunyai kakak dan keluarga yang sangat menyayanginya Bianca juga memiliki teman yang tidak jauh menyayangi nya. setiap Bianca membuat masalah dia yang selalu membereskan masalah itu. tidak jarang ia pun harus berbohong kepada orang tua bi ketika di tanyai apa kah bi melakukan ke onaran. Dia yang selalu setia berada di samping bi seperti babysitter yang menjaga balita haha. kadang banyak orang yang bilang kalau mereka itu adalah saudara.
Ia bernama Steffi Zamora gadis cantik berdarah blasteran manado belanda itu sudah menjadi sahabat karib Bianca sejak mereka masih menjadi jabang bayi hehe. karna mereka berteman sejak bayi
Ayah dari Steffi adalah tangan kanan dari ayah nya Bianca. Ia membantu ayah Bianca mengelola perusahaan sejak perusahaan itu jatuh atas nama ayah nya bi. Ya perusahaan itu adalah warisan turun temurun keluarga.
__ADS_1
Kelulusan nya yang baru terjadi minggu lalu membuat ayahnya sangat senang. Ia akan mengirimkan gadis bungsu nya itu untuk belajar kejenjang yang lebih tinggi di universitas ternama di Amerika. karna ka prisil pun lulusan dari sana maka ayahnya akan kembali mengirimkan putri kedua nya kesana. tidak lupa juga dengan Steffi, ia pun akan ikut belajar kesana dan di biayai oleh ayah dari bi. karna memang betul-betul sudah dianggap seperti anak sendiri.
"Pah aku gamau ya kalo nanti papa nyuruh-nyuruh aku buat satu bulan sekali kaya kak prisil" Gerutuan Bianca di ruang keluarga malam itu karna ayahnya sudah mulai serius untuk mengirimnya kesana "Kamu itu masih kecil bi, papa takut kamu berbuat yang ngga-ngga apalagi kamu jauh beda sama kakak kamu" jawaban ayah bi membuat dia semakin marah karna dia merasa kalau sekarang dia sedang dibanding - Banding kan dengan kakak nya.
Tanpa sepatah katapun dia pergi meninggalkan ayahnya yang masih duduk di sofa ruang keluarga menaiki setiap anak tangga dengan emosi ia berjalan setengah berlari menuju kamar nya. setelah berada didepan pintu kamar dia membuka dan menutup pintu kamar dengan sangat keras. Brakkkkk suara bantingan pintu kamar bi.
Ya, siapapun pasti akan marah jika dirinya dibanding - bandingkan dengan orang lain apalagi dengan kakak perempuan mereka. Bianca merasa sangat marah ia pun menggurutu dalam hatinya. Ia meraih ponsel yang ada di atas meja kecil dekat tempat tidurnya dan mengetik sebuah nama. Steffi, Ya! dia pasti akan menghubungi Steffi jika dia merasa sedang marah. karna mungkin dia sedang menjomblo makanya dia hanya teringat kepada Steffi hehe
__ADS_1
"Lo dimana? Kita keluar yuk! gue lagi bt nih" kalimat pertama yang Bianca ucapkan ketika mengetahui Steffi sudah mengangkat telponnya. "bukan nya lo lagi ngerundingin masalah sekolah di luar negri? kenapa ngajak gue nongkrong?" jawab Steffi "Gue bosen. papa selalu bandingin gue sama ka prisil emang nya cuma dia yang bisa bikin bokap gue bangga? gue juga bisa kali. sebentar lagi gue bakal buktiin sama papah kalo gue jauh lebih baik dari kal prisil" aduan Bianca kepada Steffi. Steffi hanya membalas dengan menghela nafas panjang dan dia pun menyetujui Bianca untuk bermain keluar.
Bersambung...