Perjalanan cinta bi

Perjalanan cinta bi
Episode 37


__ADS_3

Pagi yang cerah Bianca membuka matanya dan melihat bahwa dirinya tertidur telanjang tadi malam.


Ia melirik sisi lain dari ranjang itu tapi Bryan sudah tidak ada. Dia segera beranjak dari tempat tidur dan menuju ke dalam kamar mandi.


Saat Bianca tengah asik dengan handphone nya ada seseorang mengetuk pintu.


Tok..tok..tok...


"Siapa? masuk"


"Ini saya nyonya, saya di perintahkan tuan untuk memberikan sarapan"


Itu adalah fan yi. Bianca menyuruhnya untuk masuk dan menyimpan nampan dimeja.


"Ada yang bisa saya bantu lagi nyonya?" Tanya nya.


"Ngga ada, oh iya fan yi dimana Bryan?"


"Tuan tadi sudah berangkat sekitar pukul 6 dan dia menyuruh saya untuk mengatakan kepada nyonya agar menunggu asisten Kevin datang kemari"


"Ohh jadi dia pergi. Hmmm kayanya gue gabakal kesusahan buat hari ini" Gumamnya.


"oke baiklah kamu boleh keluar sekarang"


Fan yi menutup pintu dan Bianca mengambil sarapannya. Terlihat ada note kecil diatas nampan.


"Habiskan suplemen penambah energi ini supaya kamu bisa lebih bertenaga di pertemuan kita selanjutnya"


"Whaaattt???" Bianca membaca isi note yang ternyata ditulis oleh Bryan.


"Dasar mesuuuuummm liat aja gue bakal bikin lo minta ampun!" Bianca kesal dengan ejekan yang ditulis oleh Bryan. Ia segera memakan sup itu dan bersiap-siap untuk pergi bekerja.

__ADS_1


***


Dilantai dasar sudah ada Kevin yang menunggu, Ia bangkit dari duduk nya saat melihat Bianca menuruni anak tangga.


"Selamat pagi nyonya muda, Saya kemari diperintahkan tuan untuk memberikan anda mobil dan kartu sim anda. Tidak lupa ini ada KTP anda dan kami sudah mengubah status nya menjadi menikah"


"Apa? menikah?"


"Iya nyonya karna memang anda sudah menikah dengan tuan muda"


"Sekalian aja kenapa kalian ga tulis 'istri presdir JX group' biar kalian puas"


"Jika pemerintah mengizinkan tuan pasti akan memberi tanda bahwa nyonya adalah miliknya"


"Hhhhh Asisten sama bos sama-sama gilanya" Bianca mendengus dan mengambil barang tersebut dari tangan Kevin.


"Oh iya Nyonya ini ada kartu unlimeted dari tuan. Nyonya bisa menggunakan nya untuk apapun kecuali untuk berselingkuh"


"Heh asisten gila! Lo fikir gue ada niatan buat selingkuh setelah menghadapi kegilaan bos lo itu? Haduhh kalian memang susah di tebak. Udahlah jangan memperburuk mood gue pagi ini. Sekarang gue mau pergi kerja." Bianca pergi meninggalkan Kevin.


Bianca menghela nafas jengkel. Ia hanya melambaikan tangannya tanpa berbalik sedikit pun. Kevin dan yang lainnya membungkukan badan memberikan salam hormat.


Diperjalanan Bianca hanya mengomel-ngomel sendiri dia sangat heran kenapa Kevin bisa tertular penyakit menyebalkan nya Bryan?


Sampailah ia di Kavindra Agency. Ia masuk dan menghampiri manager Hans karna mereka sudah ada janji.


"Selamat pagi manager Hans" Sapa Bianca hangat.


"Selamat pagi nona Bi, saya sudah menunggu kamu dari kemarin"


"Maafkan saya karna ada banyak sekali urusan jadi saya mengganggu waktu pemotretan. Oh iyaa mari kita lanjutkan sesi pemotretan yang sudah terbengkalai kemarin"

__ADS_1


"Iyaa saya mengerti, oh iyaa hari ini ada rekan kerja baru, ia yang kemarin sudah menggantikan anda selama anda tidak ada. Tapi pihak perusahaan dan sponsor menginginkan anda yang melanjutkan kontrak. Dia sudah ada dilokasi mari kita menyusul" Ajak Manager Hans.


Manager Hans membawa Bianca ke lokasi baru, Ia memperkenalkan salah seorang sutradara terkenal yang memang ada ikut campur tangan dalam pemotretan dan syuting iklan ini.


"Bianca perkenalkan ini sutradara Thomas. Dia sutradara yang bertanggung jawab atas iklan ini kedepannya" Manager Hans memperkenalkan.


"Hallo sutradara Thomas, saya Bianca mohon bimbingannya" Bianca memberikan tangan nya untuk bersalaman


"Saya Thomas. Ahh saya sudah mendengar dari para kru memang Nona Bianca sangat cantik. Pantas perusahaan tetap menginginkan Nona untuk tetap berada dikontrak. Maaf ya membuat cuti nona terganggu" Ucap Tuan Thomas antusias.


"Tidak apa-apa anda terlalu sungkan. Ini salah saya karna mengambil cuti terlalu lama. Harusnya saya lebih mementingkan urusan pekerjaan. Apalagi saya adalah model baru" Mereka berbasa-basi sejenak.


"Bianca perkenalkan ini Cindy tang. Dia yang sudah membantu menggantikan kamu selama kamu cuti. Kamu bisa mengobrol dengan nya. Dan dia juga termasuk orang yang sudah berpengalaman dalam dunia permodelan" Manager Hans memperkenalkan model pengganti Bianca dan pamit mengundurkan diri sebentar.


"Hallo saya Bianca, terimakasih karna sudah membantu selama saya tidak ada. Mudah-mudahan kedepannya kita bisa bekerja sama" Bianca mengajaknya untuk berjabat tangan.


"Cih, dasar perempuan gatau malu. Masih berani berbicara so penting begitu. Kamu sudah naik keranjang siapa sampai baru masuk sudah meminta izin cuti begitu lama"


Bianca merasa heran dengan orang yang baru di kenal nya ini. Dari tampang nya terlihat bahwa ia gadis yang lugu, ternyata Bianca salah besar! Mulutnya seperti sampah.


"Maaf Nona Cindy Tang, Saya tidak pernah bertemu dengan anda dan saya sama sekali tidak mengenal anda. Bagaimana anda bisa berbicara seperti itu kepada saya?" Tanya Bianca keheranan.


"Alaaaaahhh gausah so suci jadi orang. Emang sih wajah kamu bisa di bilang lumayan. Tapi memang kamu fikir tampang dan bakat yang akan menolong kamu dengan instan sampai mencapai puncak? Semua orang di industri ini tau! Jadi jangan munafik bicara saja sejujurnya" Cindy mulai melantur, Bianca menjadi emosi karna ucapan Cindy yang seenaknya.


"Cihh, maaf ya nona walaupun anda adalah seorang yang sudah berpengalaman tapi sepertinya berbicara seperti itu sangatlah tidak pantas. Awalnya saya merasa kagum karena anda masih muda dan berbakat tapi sepertinya saya salah. Anda termasuk kedalam golongan mereka yang menjual tubuhnya demi sebuah kontrak. Haha walaupun saya masih junior tapi saya tidak akan serendah anda"


"Hey! Siapa bilang? justru kamu yang seperti itu" Cindy emosi karna Bianca mengejeknya.


"Mana buktinya kalau saya seperti itu?" Jawab Bianca simple.


"Lalu mana bukti semua perkataan kamu?" Cindy tak kalah gos.

__ADS_1


"Saya tidak perlu bukti nya karna anda sendiri yang telah membeberkan semuanya. Permisi saya tidak ada waktu untuk meladeni orang tidak penting seperti anda" Bianca pergi meninggalkan Cindy yang sedang memakinya. Ia tidak menghiraukannya sedikit pun.


Bersambung...


__ADS_2