Perjalanan cinta bi

Perjalanan cinta bi
Episode 35


__ADS_3

*Memeluk dari belakang


"Hah!" Bianca terkejut karna tiba-tiba ada yang memeluknya dari belakang.


"Kenapa istriku? Kamu terkejut ya?"


"Ihhh mesumm mesummmmm kenapa lo bisa masuk kesinii? Bryan keluar ngga atau gue teriak?!"


"Teriak aja, lagian kalo teriak itupun gaakan ngaruh memangnya mereka siapa?" Bryan menyeringai.


*Ummmhhh mmmmmm mmmmmm


"Bryan cukup, Bryan!"


*Hhhh hhhh hhhh Bryan tiba-tiba ******* habis bibir Bianca sekalian ia meluapkan amarahnya karna semalam Bianca lebih memilih untuk menyakiti dirinya ketimbang tidur bersama dengan Bryan.


"Itu baru hukuman kecil karna tadi malam kamu nolak untuk tidur denganku" Bryan meninggalkan Bianca dengan wajah liciknya.


"Dasar orang gila! Gue bisa-bisa ikutan gila kalau setiap hari harus pergi bareng dia huuu huuuu"


Semua sudah berkumpul dimeja makan. Terlihat banyak sekali hidangan sarapan pagi karna hari ini anggota keluarga bertambah dua kali lipat.


"Selamat pagi semua" Bryan menyapa mereka dengan senyum secerah matahari.


Citra yang melihat kelakuan kakaknya dibuat heran. Karna sejak kapan kakak nya berkelakuan seperti itu.


Berbeda dengan Bianca yang memperlihatkan wajah cemberutnya. Sama sekali tidak ada kebahagiaan diraut wajahnya.


"Kenapa nak? Malam kamu tidak nyenyak tidur?" Tanya Nyonya Arumi sedikit menggoda.


"Namanya juga pengantin baru besan pasti mereka terlalu bersenang-senang" Timpal Nyonya Sarah.


"Cihh apa-apaan sih ibu-ibu ini pagi-pagi udah gosip aja. Bikin gue makin muak aja sama si Bryan"

__ADS_1


Bianca sama sekali tidah menyahuti perkataan dari kedua ibunya. Ia mengambil sepotong roti dan akan segera melahapnya.


"Eheemmmmm" Bryan memberikan kode kepada Bianca. Bianca mengangkat satu alisnya tidak mengerti. Mata Bryan menunjuk kearah piring.


Bianca melihat sekeliling dan dia mengambil sepotong roti dan manaruhnya di piring Bryan.


"Ehemmmmm" Sekali lagi.


"Apalagi? Tanya nya ketus"


"Aaaaaa" Bryan membuka mulutnya. Bianca semakin jengkel dibuatnya


"Arrrrgggghhh dia sengaja mempermainin gue. Lihat aja Bryan gue bakal bales lo!"


Bianca memotong roti dan menyuapi Bryan dengan segala amarah yang menggumpal.


Semua orang tertawa kecil melihat kelakuan Bianca dan Bryan.


***


Haru dan tangis menghiasi keluarga mereka. Nyonya Arumi yang sangat tidak bisa menerima kepergian Bianca terus memeluknya erat-erat.


Kak Prisil berkata bahwa Bianca bisa menghubungi nya kapan pun Bianca mau. Dia segera masuk kedalam mobil karna kalau terlalu berlama-lama pun akan membuatnya semakin sedih.


Didalam mobil suasananya menjadi sangat hening. bryan berhenti menggoda Bianca karna mungkin ia merasa bahwa hati Bianca benar-benar sangat sedih. Dia ingin menghiburnya, tapi jika mengingat hubungan mereka itu sama sekali tidak akan membantu malah akan membuat suasana hati Bianca semakin buruk.


Didalam jet pribadi Bryan hanya memperhatikan laptopnya. Sementara Bianca melihat-lihat keluar jendela dan sesekali menatap Bryan.


"Coba aja kalo dia ga begitu menjengkelkan. Pasti gue tertarik sama dia" Gumam Bianca dalam hati.


"Kenapa? Udah puas menatapnya?" Tanya Bryan tanpa memalingkan sedikit pun pandangan dari laptopnya itu.


Bianca terkejut dan berpura-pura melihat kearah yang lain. Bryan hanya tersenyum kecil dan wajah Bianca pun berubah menjadi merah padam.

__ADS_1


"Oh iya Bryan, nanti disana lo jangan menyulitkan gue ya" Ucapan Bianca ketus.


"Cih! heh perempuan! selama ini kamu yang menyusahkan saya!"


"Heyy heyy kapan gue nyusahin lo? yang ada selama ini lo selalu ngebebanin pekerjaan gue tau ga?"


"Kalo gitu berhenti aja kerja. Lagian uang bulanan yang akan aku kasih itu 10x lipat akan jauh lebih besar dibanding gaji kamu"


"Ngga! Pokonya gue mau tetep bekerja karna gue gamau terlalu membebankan Tuan Bryan"


"Cih bagus kalau tahu diri"


Bianca dibuat sejengkel-jengkelnya oleh Bryan. Ia cemberut sepanjang jalan. Akhirnya mereka sudah sampai dilandasan dan sebuah mobil mewah sudah terparkir disana.


"Tuan muda semuanya sudah siap" Kevin datang menyambut mereka. Ia mempersilahkan Bryan dan Bianca untuk masuk kedalam mobil dan ia menyupiri mereka berdua.


Mereka masuk ke sebuah area dengan gerbang yang sangat tinggi. Terlihat dari gerbang sampai kebangunan itu membutuhkan waktu cukup lama.


Sebuah mansion megah sekaranga da di depan Bianca. Walaupun ia dari kalangan atas tapi melihat relief dan struktur dari bangunan ini membuat Bianca mendapatkan kesan yang sangat mewah.


"Kamu tinggal disini, karna gamungkin kamu akan tinggal dikota dengan statusmu dan pekerjaanmu itu akan menyulitkan kamu. Jadi, kamu ga usah khawatir tentang privasi kamu" Ucap Bryan.


"Hih, ternyata kamu ga seburuk yang aku kira" Jawab Bianca sinis.


"Heyy kucing! Kalau kamu gamau aku siksa hari ini kamu jangan banyak tingkah" Ucapan Bryan membuat Bianca sedikit ketakutan. Ia menatap lekat punggung Bryan dan mengikutinya masuk kedalam.


"Perkenalkan ini bibi fang, dia yang akan membantu kamu disini. Karna kamu ga terlalu suka ada banyak orang jadi hanya ada bibi fang, suaminya dan satu lagi pelayan muda" Ucap Bryan menjelaskan.


"Salam nyonya muda, saya fang anda bisa memanggil saya dengan sebutan apapun. Saya harap anda senang dilayani oleh saya" Salam bibi fang.


"Ah iyaa bibi fang saya Bianca. Saya harap anda bisa membantu saya" Jawab Bianca sopan.


"Ternyata dia cuma berprilaku kasar kalau di hadapan aku aja. Buktinya dia berlagak manis didepan bibi fang"

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2