
Bianca melamun memikirkan kejadian semalam, karna tadi dia terlalu panik saat mendengar ucapan Manager Hans, jadi dia tidak ada waktu untuk memikirkan kejadian tadi malam.
"Hmm udah dua kali ada orang yang mau celakain gue, ini udah termasuk fatal karna dia selalu berbuat itu saat ada acara penting. Gue yakin dia pasti mau mempermalukan gue di depan publik dengan menciptakan skandal. Tapi siapa yang harus dijadikan tersangka utama? Karna selama ini yang punya masalah sama gue itu cuman Cindy Tang. Dan kayanya sekarang Daisy udah mulai cari masalah sama gue. Tapi untunglah Bryan yang temuin gue, walaupun itu ga terlalu menguntungkan juga. Tapi seengganya itu bukan orang lain, dan benar yang dikatakan Bryan kalo gue harus lebih hati-hati" Bianca terus bergumam sampai-sampai dia tidak sadar kalau ada yang memanggilnya.
"Nona Bi, kamu baik-baik saja?" Orang itu melambai-lambaikan tangannya tepat di depan wajah Bianca.
"Oh saya melamun, saya tidak apa-apa memangnya kenapa?" Tanya Bianca sedikit gugup.
"Pemotretan akan di berlanjut, sekarang sudah waktunya mengganti konsep anda bisa segera bersiap-siap" Ucap salah satu kru tersebut.
"Baiklah saya mengerti" Bianca bergegas pergi ke ruang ganti dan segera menyelesaikan pemotretan hingga selesai, setelah semua nya selesai dia langsung bergegas pulang.
Sesampainya dirumah ia langsung menemui Fan Yi, dia berencana untuk mengajak Fan Yi bekerja sebagai asisten pribadinya.
"Bibi Fang dimana Fan Yi?" Tanya Bianca
"Fan Yi sedang berada dihalaman belakang Nyonya" Bianca mengangguk dan langsung menyusul ke halaman belakang.
"Fan Yi" Fan Yi menoleh ke arah suara, saat melihat Bianca yang memanggilnya ia segera membungkukan badannya.
"Iya Nyonya Muda ada yang bisa saya bantu?" Tanya nya.
"Fan Yi kemari, aku ingin berbicara denganmu" Fan Yi pun mendekat
"Ada apa Nyonya Muda?"
"Fan Yi apakah pekerjaan dirumah sangat sibuk?" Tanya Bianca menyelidik
Mata Fan Yi terbelalak ia gelagapan "Ti, tidak Nyonya pekerjaan dirumah cukup senggang, Ada apa Nyonya? apakah saya membuat masalah?"
"Tidak, Saya rasa saya butuh seorang Manager, saya tahu kalau kamu sebenarnya bukan seorang ART kamu termasuk orang kepercayaan Bryan, jadi kamu ditempatkan disini. Itu memang tidak adil jika melihat lisensimu kamu sangat cocok menjadi sekretaris, maka dari itu aku mau mulai sekarang kamu menjadi Managerku" Ucap Bianca
"Tapi Nyonya saya tidak bisa pergi tanpa seizin Tuan Muda" Ucap Fan Yi
"Itu masalah mudah, aku yang akan meminta izin kepada Bryan, Karna aku mulai kewalahan dengan job yang padat, aku tidak bisa menschedule waktuku sendiri. Bryan pasti menyetujuinya kamu tenang saja" Ucap Bianca menyakinkan
Fan Yi mengangguk dan Bianca pun pergi ke kamar nya.
kringg...kriingggg...
"Halo" Ada yang menelpon dan itu adalah Sekretaris Kevin.
"Selamat sore Nyonya, apakah kamu sudah kembali ke villa?" Tanya Kevin.
__ADS_1
"Aku sudah kembali, kenapa?"
"Tidak, saya hanya memastikan karna nanti malam Tuan Muda akan pulang sebaiknya anda tidak pergi kemana-mana lagi" Ucapnya
"Baiklah" Kevin pun menutup telponnya.
"Cih, akan sangat melelahkan jika aku harus seruangan bersama si ******** itu! Kemarin-kemarin aku tidak sadar, tapi sekarang aku sadar sepenuhnya. Itu pasti akan menguras emosiku. Tapi gapapalah toh aku juga ada yang mau dibicarakan sama Bryan" Bianca berhenti bergumam dan dia masuk kekamar mandi untuk membersihkan dirinya.
***
Bianca sedang Bersantai di kamar nya tiba-tiba ada seseorang yang mengetuk pintu
"Siapa?" Tanya Bianca
"Saya Paman Fang, Nyonya bisa keluar untuk menyambut Tuan Muda" Ucap Paman Fang dibalik pintu.
"Cih merepotkan sekali, memang nya dia raja dari kerajaan mana sih sampai harus disambut-sambut segala? Lebay banget" Bianca menggerutu kesal, Ia pun menutup pintu dan melangkah mengikuti Paman Fang dari belakang.
Semua sudah berjajar didepan pintu, hanya Bianca yang memasang wajah suram, karna dia merasa ini terlalu lebay.
Akhirnya seorang pangeran datang dengan menggunakan mobil mewah
"Cih kenapa ga sekalian tiup terompet?" Gumam Bianca sambil mendengus.
"Wah sepertinya Nyonya Muda Pratama sangat tidak ingin menyambut suaminya" Bianca menarik nafas dalam dan menghembuskannya terpaksa
"Mana mungkin aku melewatkan acara penyambutan kepulangan suamiku" Jawab Bianca sambil terus memperlihatkan senyum terpaksa nya.
Bryan tidak menjahilinya lagi dia melepaskan cengkeramannya dan berjalan masuk diikuti oleh Bianca dan yang lainnya.
"Tuan Muda mau saya siapkan makan malam sekarang?" Tanya Bibi Fang sambil tersenyum.
"Iya, saya mau mandi dulu" Jawab Bryan. Dia berjalan menaiki anak tangga dan diikuti oleh Bianca.
Sesampainya didepan pintu dia berhenti sontak membuat Bianca menabrak tubuhnya
"Aduh, kalo berhenti bilang-bilang dong" Bianca berteriak sambil memegang hidungnya.
"Kenapa hari ini kamu terus menempel?" Tanya Bryan yang hanya menolehkan wajahnya ke belakang.
"Bukannya kamu yang menulis itu di surat kontrak? Aku hanya menjalankan kontrak saja" Jawab Bianca cemberut.
Bryan sangat ingin meladeni Bianca yang sudah cemberut tapi dia sangat lelah dan ingin segera berendam.
__ADS_1
"Hey Bianca! Aku mau mandi" Ucapnya.
"Mandi?" Jawab Bianca sambil mengerutkan dahinya.
"Iya mandi!"
"Terus kalau kamu mau mandi aku harus apa?" Tanya Bianca kesal.
"Jangan membuat saya mengulangi kata-kata saya sampai 3 kali Bianca" Bryan membentak.
"Lo tuh! Haiiihhh kamu itu sebenarnya kenapa? Kamu mau mandi kenapa harus marah-marah sama aku?" Tanya Bianca yang semakin kesal.
"Bianca kamu ga baca semua kontraknya kan?" Tanya Bryan.
Mata Bianca terbelalak ia tidak menjawab
"Tadi kamu berbicara seperti orang yang sudah mencerna kontrak itu tapi sekarang kamu seperti orang oon" Jawab Bryan mendengus
Mata Bianca melotot kali ini emosinya sudah meledak-ledak dan tidak bisa diredakan.
"Sembarangan bilang oon! Hey dulu aku meluluskan sekolah dasar hanya 4 tahun dan aku lulus sekolah menengah pertama dalam kurun waktu 2 tahun. Kamu tau aku sekolah dimana? Sekolah xx di amerika! Gimana kamu bisa bilang aku oon? Yang jelas aku malas baca kontrak itu dari orang yang plin plan kaya kamu!" Bianca meledakkan emosinya.
"Cih, dia bilang aku plin plan?" Bryan mulai geram, dia melotot menatap Bianca tapi Bianca sama sekali tidak gentar.
"Bianca! Kamu cari mati ya?" Bentaknya.
"Apa? Kamu mau menyakitiku? Silahkan saja nanti aku akan laporkan kamu karna sudah melakukan KDRT" Jawab Bianca percaya diri.
Bryan sudah membuka mulutnya untuk menyahuti Bianca tapi terhenti karna ada seseorang yang mengetuk pintu.
Mereka saling bertatapan dan Bianca pun pergi melihat siapa yang mengetuk pintu.
"Bibi Fang ada apa?" Ternyata itu adalah Bibi Fang.
"Makan malam sudah siap, apakah Tuan dan Nyonya Mudaa akan makan sekarang?" Tanya Bibi Fang. "Sebentar saya tanyakan dulu pada Bryan" Jawab Bianca.
"Bryan apa kamu mau makan sekarang?" Tanya Bianca malas
"Tidak aku mau mandi dulu" Jawabnya ketus.
"Oke" "Dasar moody" Bianca melengos dan menggerutu. "Siapa yang moody?" Bryan terbelalak, Bianca sama sekali tidak menghiraukannya. Ia segera memberitahukan Bibi Fang bahwa mereka akan makan setelah Bryan selesai mandi
Bersambung
__ADS_1