Perjalanan cinta bi

Perjalanan cinta bi
Episode 23


__ADS_3

Bryan mengajak bianca untuk masuk ke ruangan nya. walaupun sedikit heran zara tidak berbicara apa-apa karna ia tahu bahwa tidak ada yang pernah masuk ke lantai ini selain orang-orang tertentu.


"Siapa ya perempuan ini? kenapa tuan muda mengajaknya keruangan pribadinya" Gumam zara dalam hati.


"Zara! tolong bawakan ice coffe dan, nona bi? mau minum apa?" tanya nya kepada bianca.


Bianca hanya melihatnya dengan tatapan sinis.


"Ameracano saja zar" Ucap bryan kepada zara tanpa menunggu bianca menjawab.


"Baik tuan muda saya akan segera membawakannya untuk anda"


"Duduklah anggap saja ruangan sendiri" Bryan menyeringai dan ia memperlihatkan wajah yang sedikit sinis.


"Tidak usah banyak basi-basi! Ada urusan apa tuan zedwenson wijaya yang terhormat memanggil saya kemari" ucap bianca ketus.


"Untuk meminta relaxi pijat +++ apa itu bisa dipercaya?" Bryan sedikit mempermainkan bianca.


"Heh! gausah main-main yaa gue gapunya waktu buat ngeladenin lo!" Bianca membentak bryan sampai-sampai matanya mau copot karna ia melotot


"Cihhh, Emang nya kamu fikir waktu saya murah? Sepertinya 1 detik waktu saya bisa untuk menggaji kamu 1 hari" Ucap bryan meledek.


Bianca semakin panas ia mencoba untuk pergi dari ruangan itu tapi bryan menghalanginya.


"Kenapa kamu lari dari rumah?" Tanya nya yang sedang mencegah bianca untuk pergi.


Bianca meliriknya dengan tatapan tak suka.

__ADS_1


"Apa perdulimu?" Tanya nya.


"Mau kemanapun aku pergi itu gaada urusan nya sama kamu. Lagian dalam kontrak sudah tertera jelas bahwa gaboleh ada yang menyangkut pautkan masalah pribadi. dan itu termasuk melanggar kontrak" ucap Bianca lugas.


Bryan mencengkram dagu bianca "Sebelumnya tidak pernah ada yang berani membicarakan soal pelanggaran kontrak denganku" Matanya yang sangat dingin menatap bianca, membuatnya merinding.


Bianca melepas cengkraman tangan bryan "Seharusnya anda yang mempunyai wibawa tidak berbuat seenaknya kepada yang lemah. Ingat kami juga manusia!" Bianca pergi dari ruangan bryan, meninggalkan bryan yang sedang berdiri seperti patung.


Ia keluar dengan perasaan yang sangat marah. "Aku mempunyai tawaran untukmu" Ucap bryan yang membuat langkah bi berhenti.


"Jika kamu menyetujui nya aku akan memberikan kompensasi apapun yang kamu inginkan" sambung bryan.


"Apa itu? Jika hanya untuk menjadi bonekamu saja, aku rasa aku tidak berminat" Bianca pergi meninggalkan bryan. Dia masuk kedalam lift dan berniat untuk pulang.


Saat ia sudah sampai di lantai satu, ia melihat sekelompok orang dengan mengenakan jas hitam berjalan beriringan ke arah nya.


"Selamat siang nona, sekarang anda harus segera pulang" Ucap salah satu dari mereka sambil memegang tangan bianca.


Bianca terkejut, ternyata itu adalah orang-orang suruhan papanya. Ia memberontak dan berteriak meminta tolong.


"Percuma nona tidak akan ada yang menolong anda, Ini adalah perintah dari ayah nona. Tidak ada siapapun yang bisa membantah" Ucap salah satu dari mereka lagi.


"Pers*tan kalian! Kalian berani-berani nya perlakuin gue kaya gini, lepas! gue bilang lepas gak! kalian brengs*k" berontak bianca


"Tapi nona jika tidak seperti ini, nona pasti akan lari" mereka terus memegangi tangan bianca dan menyeret bianca keluar dari situ.


Tiba-tiba seseorang berbicara dari belakang

__ADS_1


"Berani-berani nya kalian buat kekacauan disini" mereka membalikan badannya. Itu adalah bryan, ia mendapat panggilan dari kevin bahwa bi di seret oleh beberapa laki-laki.


Semuanya membungkuk memberi hormat kepada bryan.


Bryan berjalan mendekat dan melepaskan tangan pesuruh ayah nya bi itu dan merangkul pinggang bianca dengan sangat lembut.


"Sayang, Kamu gak kasih tau papa soal hubungan kita?" Pertanyaan bryan membuat bianca terbelalak bianca berfikir kalau bryan sudah tidak waras. Tapi diluar dugaan bianca malah meladeni drama yang dibuat oleh bryan.


"Ahh iyaa sayang, aku lupa aku belum kasih tau papa karna hubungan kami akhir-akhir ini sedang kacau" Jawab bianca manja.


"Ya sudah sekarang kamu kembali kekantor ku, nanti kita sama-sama pergi ke rumah mu untuk membicarakan soal hubungan kita" bianca mengangguk.


Bryan meminta para pesuruh tuan indra untuk pergi tapi mereka enggan pergi karna perintah tuannya bahwa mereka harus pulang membawa nona muda bianca.


"Saya kenal dengan tuan kalian. pulanglah dan katakan bahwa saya akan membawa putrinya bersama saya" Mendengar perkataan bryan mereka tidak bisa membantah dan pamit undur diri.


Setelah mereka pergi bianca melepas rangkulan bryan.


"Heh! udah dong betah amat sih rangkul-rangkul gue!" Bentaknya kesal


"Cihh,, dasar perempuan gak tau di untung! harusnya lo bersyukur gue mau nolongin lo!" Jawaban bryan tak kalah kesal


"Gue gaminta bantuan dari lo ko!" Bianca mencoba mempertahankan harga dirinya.


"Hah! mana ada? kalo gaada gue lo pasti udah diseret sama mereka! Pokonya gue gamau tau kalo lo gamau ngerasa ber hutang budi sama gue. Malam ini jam 10 gue tunggu lo di grand place" Ucap bryan sambil pergi meninggalkan bianca


"Whatt?? Gila kali ya itu orang! seenak jidat aja kalo ngomong. Tapi gue harus pergi, kalau gue gamau ngerasa berhutang budi sama si brengsek itu" Ucap bianca dalam hati dan pergi dari gedung mewah itu.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2