Perjalanan cinta bi

Perjalanan cinta bi
Episode 26


__ADS_3

Plakkkkkk!!!!!


Suara tamparan yang sangat keras terdengar bergema dalam ruangan itu.


Laki-laki yang mendapat tamparan itu hanya tersenyum kecut.


"Lo cari mati ya? Lo fikir lo siapa bisa seenaknya ngomong gitu?" Bianca menunjuk-nunjuk wajah bryan dengan satu telunjuknya.


"Hahahaha bianca, kamu gausah khawatir aku pasti bakal bikin kamu bahagia" Senyum licik nya itu membuat bianca ingin menamparnya satu kali lagi.


"Bryan kalo lo berani berbuat yang ngga-ngga lagi, gue janji gaakan bikin hidup lo tenang"


"Bi, silahkan kamu mau berbicara apapun. yang jelas aku sudah mendapatkan izin dari ayahmu. Oh ya lagian ini itu menguntungkan buat kamu! Kamu bisa mendapatkan apa yang kamu mau selama ini, dan aku bisa mendapatkan apa yang aku inginkan. Ini itu bukan pernikahan serius. Ini hanya sebuah pernikahan kontrak. Dan kita sama-sama di untungkan"


"Gue emang punya keinginan itu tapi bukan dengan cara gue harus mengorbankan ke sakralan pernikahan"


"Bianca, Kamu bisa mencoba untuk mencintaiku jika kamu memang tidak mau mengorbankan ke sakralan pernikahan"


"Dasar laki-laki gila" Bianca mencoba melepaskan tangannya dan ia sedikit berlari dari bryan. Tapi bianca kalah cepat tangan nya berhasil di raih kembali oleh bryan. Tapi salah satu heelsnya menginjak kain dari baju yang bianca pakai


Bianca terpeleset dan akhirnya terjatuh dengan posisi bryan yang ada di atas tubuhnya.


Deg..deg..deg..


suara jantung keduanya berdegup sangat kencang. ritme nya yang tidak stabil membuat badan mereka menjadi panas.


mereka bertatapan dan tidak mengeluarkan satu patah katapun


"*Siall.. kenapa gue pengen banget cium perempuan ini? apa gue mabuk karna wine tadi" Bryan


"Kenapa tiba-tiba sekujur tubuh gue panas gini, rasanya nyaman dengan posisi yang seperti ini. Aduhh bianca lo tuh mikirin apa sih? dasar mesummmmm" **Bianca***.


"Minggir minggiiiirrrr lo tuh setan mesum cari-cari kesempatan banget sih!" Bianca mendorong tubuh bryan.


"Heh jelas-jelas lo yang narik gue!" Bryan mencoba mempertahankan harga dirinya.


Kriinggg..kring....

__ADS_1


"hallo" bryan mengangkat telponnya


"Kaka, kaka ada dimana?"


"Kaka ada di restoran, kenapa?"


"Ka, kaka pulang sekarang. Mama pingsan!"


"Apa? kamu dimana? mamah dimana? kaka kesana sekarang"


"Aku dirumah ka, tadi aku udah nyuruh ka felix untuk datang mengecek kondisi mama"


Tuttt.. bryan mematikan ponselnya dan ia langsung menarik tangan bianca.


"Heyy lo mau bawa gue kemana?" bianca berusaha untuk melepaskan tangan bryan.


Bryan menyuruh kevin untuk menyiapkan mobil untuknya. kevin sudah berada di luar dengan mobilnya.


Bryan membawa bianca agar masuk kedalam mobil dan membawanya pulang kerumah.


Kediaman Wijaya


Para pelayan membungkuk ketika melihat bryan datang. Mereka memberikan hormat dan langsung melayani bryan.


Bianca yang merasa sangat kesal hanya berdiam karna tidak mungkin dia kabur dari sini.


"Citraaaaa, citraaaa" bryan berteriak.


Seorang gadis yang wajahnya mirip dengan bryan datang menghampiri, ia langsung memeluk bryan.


"Kakaaa, apa yang harus kita lakukan hikss hikss" Gadis itu menangis.


"Sudah, kamu jangan menangis mamah pasti baik-baik saja. Dimana si tua bangka itu?" Bryan mengelus kepala gadis itu.


"Kaka jangan seperti itu dong. dia kan papahmu"


"Iya iyaaa, dimana papah? Dia belum kembali?"

__ADS_1


"Papah sedang di perjalanan. Ia pergi keluar kota untuk urusan pekerjaan. memangnya kaka tidak tahu?"


"untuk apa aku mengetahui urusan si tua bangka itu. Oh yaa citra, perkenalkan ini dia calon kaka iparmu" Ucap bryan memperkenalkan bianca.


bianca terkejut, ia tidak bisa membantah karna ia tahu ini adalah rumah bryan


"Wahhh kaka udah punya pacar ternyata. pasti mamah seneng banget. Oh yaa kapan kalian menikah?" Pertanyaan citra membuat bianca semakin terkejut ia merasa bahwa kakak beradik ini sama-sama gilanya. baru dikenalkan saja sudah ditanyai mau menikah.


"Siapa nama kaka?" Tanya citra yang langsung merangkul tangan bi.


"Hmm akuuuu, bianca" jawab bianca sambil terus menatap bryan dengan tatapan tajam


"Sebentar, sepertinya aku mengenal kaka. Oh ya, bianca yang terkenal itu?" tanya citra yang sangat antusias


bryan menahan tawanya membuat bianca ingin menyerang nya dengan serangan ninjutsu andalannya.


"Sudah sudah citra. sekarang apa mamah sudah selesai di periksa?"


"Belum ka, kalau sudah pasti ka felix keluar dan memberi tahu kita"


"oh ya ka bi, ayo duduk dulu aku punya banyak pertanyaan nih buat kaka"


Citra mengajak bianca untuk duduk dan menyuruh salah satu ART nya untuk membuatkan minuman untuk bianca.


sementara itu, felix sudah selesai memeriksa keadaan nyonya sarah ibunda bryan. ^Hehe sebelumnya kalian belum tahu kan readers😁


"Bro, kondisi nyokap lo semakin menurun. gue rasa ada beban yang lagi ia fikir kan" Ucap dokter felix sahabatnya sejak kecil itu.


"hhhhhhhhh gue bakal coba tanya nyokap gue, sebenarnya apa yang lagi di fikirin"


"Oke bro, gue udah kasih dia obat. sekarang gue langsung pamit karna masih banyak pasien di rumah sakit. kalau bukan karna pasien exlusive gak mungkin gue bisa keluar dari RS" dokter felix sedikit bercanda.


"Hehe, okee makasi bro nanti gue transfare"


dokter felix melambaikan tangan nya


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2