
Tuan kavindra di beritahukan oleh sekretaris bryan untuk segera datang ke perusahaan, dan ia akan berbicara dengan bryan setelah ia selesai meeting.
mendengar hal itu sontak membuat tuan kavindra bangun dari tempat duduknya dan langsung mengajak hans untuk pergi ke JX group.
sementara itu bryan sedang berada di ruang meeting.
Bryan Zeswinson Wijaya
Hari ini gue bakal terus ngerasain penderitaan ini lagi. Gue sama sekali ga semangat buat ngelanjutin semua nya.
Gue masih cari perempuan itu, gue mau tahu gimana keadaan nya. Apa dia lagi hamil anak gue? Atau dia udah menggugurkan bayi itu.
Yang jelas semua itu gaboleh terjadi!
walaupun awalnya gue cuma mau alvina yang ngelahirin anak gue yang nantinya akan jadi penerus JX group tapi setelah gue menanam benih-benih emas gue di rahim perempuan lain mana mungkin gue harus menelantarkan mereka?
Gue harus temuin perempuan itu seengganya untuk meminta pertanggung jawaban soal anak itu.
Mamah juga selalu maksa gue dan bertanya soal menantu menantu menantu dan menantu. Gaada pertanyaan lain apa?
Tapi sekarang gue mulai sedikit heran sama diri gue sendiri. Kenapa gue minta tuan kavindra buat nyari model yang bentuknya percis dengan perempuan itu?
Apa karna gue penasaran, atau karna gue terlalu memikirkan soal anak itu ya? Ahh ntahlah fikiran gue kacauuuuu
***
Bryan mengacak-acak rambutnya. Ia melamun dan terlalu memikirkan hal yang tidak-tidak. Bahkan ia tidak sadar kalau dia sedang meeting bersama para klien.
Semua orang menatap keheranan melihat kelakuan bryan. kevin menepuk jidatnya sendiri melihat kelakuan bosnya yang sudah diluar nalar ^Segitunya amat sih thor😅
kevin mencoba untuk memanggil bryan
"Tuan muda" Panggilnya sambil sedikit menepuk lengan bryan.
"Aduh kamu ini kenapa sih kevin? bikin orang kaget aja" bryan terkejut dan membentak kevin.
Semua orang semakin di buat keheranan mereka pun sekarang merasa ciut karna mendengar bryan membentak kevin.
__ADS_1
Bryan sadar kalau semua mata mengarah padanya ia langsung menatap mereka tanpa rasa bersalah
"Kenapa kalian hanya memandangi saya? silahkan lanjutkan presentasi dan segera Bereskan semuanya" Ucap bryan.
kevin menghela nafas dan menepuk jidatnya pelan
"Maaf tuan muda presentasi telah selesai tinggal menunggu kesimpulan anda dan meeting bisa segera diselesaikan" Ucap kevin
Bryan melotot "Terserah kamu saja kevin proyek ini kamu yang tanggung. saya mau istirahat" bryan pergi meninggalkan ruangan membuat semua orang yang ada didalam semakin keheranan.
Kevin yang merasa dirinya di timpa batu besar menghela nafas panjang dan sangat berat untuk mengeluarkan nya kembali.
Ia membubarkan meeting dan pergi keruangan bryan
Tok..tok..tokkk...
"tuan saya izin masuk" Kevin membuka pintu. dilihatnya bryan sedang memejamkan mata dan bersandar diatas sofa.
"Tuan kavindra dan manager hans sudah menunggu, anda ingin berbicara dimana?" Tanya kevin
Tuan kavindra dan manager hans sudah menunggu di sofa dan sudah tersedia minuman yang di berikan oleh sekretaris zara.
"Tuan muda bryan" Tuan kavindra dan manager hans menyapa sambil langsung berdiri dari tempat duduknya.
Bryan hanya menganggukan kepalanya. Ia mempersilahkan tuan kavindra dan manager hans untuk duduk.
Mereka berbicara basa basi busuk sebelum memulai ke pembicaraan utama.
"Bagaimana tentang model itu?" Tanya kevin mewakili bryan.
"Ahh iyaaa saya terlalu banyak basa basi, kami sudah menemukan kriteria yang di inginkan oleh tuan muda. Dan kami sudah mendapatkan kontrak nya. Semua nya sudah di tanda tangani dan siap untuk melakukan kegiatan kapanpun tuan muda minta" ucap tuan kavindra.
"Ada foto nya?" tanya bryan
tuan kavindra saling tatap dengan hans mereka tidak membawa foto bianca.
"Tidak tuan, karna ia melayangkan 3 syarat salah satunya urusan pribadi jadi tidak ada foto untuk saat ini" Jawab hans mewakili bosnya.
__ADS_1
"Bagaimana kalian bisa meyakinkan saya bahwa ia mirip dengan kriteria yang saya ingin kan jika kalian sama sekali tidak memiliki bukti?" tanya bryan dingin.
"Ma maaf tuan besok saya akan membawa gadis itu dan tuan bisa melihatnya secara langsung" jawab tuan kavindra gelagapan.
"Saya tidak mau buang-buang waktu untuk hal yang belum pasti. besok bawa dia kemari dan temui kevin" Bryan pergi meninggalkan mereka. terlihat diraut wajahnya bahwa ia merasa kecewa karna tidak bisa langsung melihat perempuan itu.
Sementara itu tuan kavindra dan hans merasa mereka telah membuat kesalahan mereka meminta maaf kepada kevin dan berjanji besok akan membawa bianca bersama mereka dan bertemu dengan kevin.
Mereka pamit undur diri.
Kriiingggg...kriiiinngggg...
suara dering telpon rumah
"Hallo" bianca mengangkat telpon
"Selamat sore, Bisa bicara dengan nona bianca?" Terdengar seorang perempuan yang berbicara
"Dengan siapa ini?" (bianca)
"Saya hana, sekretaris di kavindra group. manager hans menyuruh saya untuk menelpon nomor ini untuk berbicara dengan nona bianca" (sekr.Hana)
"Ohhh nona sekretaris, ini saya bianca ada apa?" (Bianca)
"Manager hans meminta anda untuk datang ke perusahaan besok jam 9" (Sekr.Hana)
"Baik saya akan datang" (Bianca)
"Baik nona akan saya sampaikan, selamat sore" (Sekr.Hana)
"Sore" (Bianca)
Tuttttt... sekretaris hana menutup telpon.
bianca kembali pada kegiatannya. ia tinggal menunggu esok hari. Hari dimana ia akan mulai merasakan pahitnya dunia ini.
Bersambung....
__ADS_1