
Daisy menatap Bianca dengan sangat marah. Ia tidak menyangka bahwa Bianca akan membalas ucapannya seperti itu didepan publik. Dia meninggalkan Bianca dan semua orang yang sedang mencibirnya.
"Semua orang kini pasti sudah berbalik opini untuk menyerangku. Bianca! Perempuan itu harus segera aku singkirkan! Atau dia akan membuat rencanaku gagal berantakan. Aku harus menciptakan skandal baru dengan Bryan. Dan membuat semua orang yang mencibirku tadi membungkam mulutnya dan melihat bahwa Bryan lah yang menginginkan ku duluan" Gumam Daisy dalam hati.
Bryan yang melihat kejadian itu hanya menyeringai. Ia terlihat sangat puas dengan jawaban istrinya tersebut.
Sementara itu Bianca memilih untuk duduk sendiri di kursi pojok. Tampak seorang lelaki menghampirinya.
"Halo nona" Sapa laki-laki itu sopan.
Bianca mengangkat wajahnya dan mencoba untuk mengenali wajah yang sedang menyapanya tersebut.
"Hai, Siapa?" Jawab Bianca.
"Perkenalkan saya Erlando Vesta" Ucap laki-laki tersebut sambil menyerahkan tangannya mengajak Bianca berjabat tangan.
"Oh ini Tuan Mudanya keluarga Vesta" Gumam Bianca didalam hati.
"Saya Bianca" Bianca menerima jabat tangan dari Erlando.
__ADS_1
"Mengapa kamu sendiri? Tidak ada yang menemanimu?" Tanya Erlando
"Ah tadi ada sedikit keributan. Jadi saya lebih baik menenangkan diri disini. Kebetulan akhir-akhir ini saya lebih suka menyendiri" Jawab Bianca.
"Oh iya ngomong-ngomong apa Tuan Muda Erlando juga sendiri?" Tanya nya.
"Ah kamu terlalu sungkan. Panggil saja saya Erlan. Iya saya sendiri, memang saya harus mengajak siapa?" Jawabnya sambil tersenyum kecil.
"Ahh haha iyaa juga ya. Saya tidak pernah mendengar berita tentang skandal Tuan Muda Erlan. Tapi biasanya orang besar seperti ada pasti membawa plus one" Bianca memulai topik pembicaraan
"Haha iya memang biasanya seperti itu. Tapi menurut saya, saya tidak bisa membawa siapa saja dalam acara resmi seperti ini, karna saya takut kalau nanti mereka salah faham dengan perasaan saya dan malah menekan saya. Lebih baik saya sendiri sampai saya benar-benar menemukan seseorang untuk menjadi Plus one saya" Ujarnya.
Bryan melihat Bianca tengah berbincang-bincang sambil tertawa dengan Erlan.
"Cih dasar perempuan itu! Dari tadi aku mencarinya tapi dia malah asik ngobrol dengan pria lain disana. Bahkan tawanya sangat natural. Dia bahkan tidak pernah tertawa seperti itu dihadapanku" Gumam Bryan kesal.
Bryan menghampiri mereka berdua.
"Selamat malam Tuan Muda Erlando" Sapa Bryan kepada Erlan.
__ADS_1
"Ohh selamat malam Presdir Bryan, Senang bisa berjumpa dengan anda" Jawab Erlan sopan.
"Oh ya ngomong-ngomong Tuan Muda Erlan sendiri?" Tanya nya basa-basi sambil melirik Bianca. Bianca hanya mendelikan matanya.
"Haha iya saya sendiri, tadi saya melihat Nona Bianca sendiri disini. Jadi saya menghampiri untuk menyapanya" Jawab Erlan.
"Ohh Nona Bi apakah anda juga sendiri? Saya rasa anda harus menemani Tuan Muda Erlan atau anda mau menemani saya?" Tanya Bryan sinis
"Oh saya akan menemani Tuan Muda Erlan karna tadi saya sudah melihat Tuan Muda Bryan sudah di temani oleh Nona Daisy. Jadi silahkan nikmati saja pestanya bersama Nona Daisy" Jawab Bianca tak kalah sinis.
"****** ini berani-beraninya dia menolakku didepan Erlan. Lihat saja kamu Bi" Gumam Bryan.
"Hahaha benar juga. Tapi saya bisa membawa dua sekaligus jika anda mau. Atau anda mau saya mengusir Daisy?"
"Tidak perlu! Silahkan lanjutkan pestanya saya permisi" Bianca berlalu meninggalkan Bryan dan Erlan. Sementara itu Daisy melihat mereka bertiga. Ia semakin jengkel kepada Bianca.
"Lihatlah ******! Aku akan membuatmu menyesal karna telah mempermainkanku" Gumam Daisy didalam hati.
Bersambung...
__ADS_1