
Bianca merasa bahwa dirinya sudah keterlaluan. Tidak tahu mendapat keberanian dari mana tapi tadi dia menolak ajakan Bryan mentah-mentah. Dia merasa bahwa dia telah di khianati oleh suaminya sendiri, Perasaan marah ketika melihat suaminya hadir ke acara resmi bersama wanita lain.
"Gue harus mulai terbiasa dengan semua ini" Gumamnya dalam hati.
Sementara itu Cindy Tang mulai melancarkan niat jahatnya, Dia meminta seorang pelayan memberikan minuman kepada Bianca.
"Nona silahkan" Ucap pelayan itu menawarkan Bianca untuk mengambil minuman.
"Ah iya terimakasih" Ucap Bianca karna ia merasa tenggorakannya kering dan fikiran nya kacau.
Ia memijit-mijit pelan keningnya, Ia sungguh sudah tidak betah berada disana.
Setelah beberapa lama kemudian dia merasakan sesuatu yang aneh pada dirinya. Darah nya mengalir sangat cepat, Jantung nya berdegup kencang, Ia merasakan sensasi panas disekujur tubuhnya.
"Ah kenapa badanku mendadak panas" Ucap Bianca.
Ia setengah berlari menaiki anak tangga, Ia ingin segera sampai diruang istirahatnya.
Bryan melihat Bianca terburu-buru menaiki anak tangga, dan dilihat dari raut wajahnya sepertinya ada yang tidak beres dengan Bianca.
"Tuan mau kemana?" Tanya Kevin saat Bryan pergi meninggalkannya. Bryan tidak menjawab ia mencoba untuk menyusul Bianca.
"Ugghhh.. Aaahh kenapaa ini terasa sesakk? Badankuuu, aaahh aku kepanasan" Bianca melenguh-lenguh didalam ruangannya.
Bryan yang mendengar suaru itu langsung membuka paksa pintu yang tertutup.
"Bianca kamu kenapa?" Bryan langsung menghampiri Bianca.
"Bryan akuuu, aku kepanasan" Bianca melirih, matanya sayu, dan wajahnya sangat merah, tangannya gemetar dan dia terlihat sangat berhasrat.
"Kenapa kamu selalu ceroboh? Bagaimana kalau orang yang memberikanmu obat ini menemukanmu dan melakukan hal yang tidak-tidak" Ucap Bryan.
"Sstttt.. Kamu jangan berisik, yang penting orang yang menemukanku itu kamu. Ini halal untuk kita, ayo aku udah ga tahan" Bianca membuka baju bagian atasnya.
__ADS_1
Bryan melotot melihat dada Bianca yang ukurannya membuat junior nya terasa sesak. Bianca mulai merebahkan tubuh Bryan di sofa, Ia naik keatas tubuh Bryan dan duduk tepat diarea sensitif nya Bryan itu.
"Bianca kamu yakin akan melakukannya disini?" Tanya Bryan
"Sudah jangan banyak omong. Aku bisa cari laki-laki lain kalo kamu gamau" Jawab Bianca
"Tapi gimana kalo ada yang sengaja menjebak kamu?" Tanya Bryan datar.
"Kan ada kamu yang bisa membereskannya" Jawab Bianca sambil tersenyum menggoda.
Ia mulai menggerakan tubuhnya dengan menggesek diatas area sensitif Bryan
"Aagghhh" Suara desahan Bryan tertahan
"Bi, ini kamu yang minta" dengan secepat kilat Bryan membalikan tubuhnya kini tubuh Bianca bersender di sofa.
Bryan mulai meraba CD Bianca dan disana sudah lembab. Ia memasukan jarinya dan bermain-main disana.
"Ugghh Bryan aku udah gatahan" Bianca melenguh.
"Bryan, ayo masukkin" Ucapnya sambil menatap mata Bryan.
Bryan yang sudah tak kuasa melihat tatapan sayu Bianca, langsung ******* bibir Bianca dengan lembut. Ia mulai menyentuh Payudara Bianca dan menghisapnya pelan. Bianca menikmati permainan lembut Bryan dan dia semakin tak kuasa menahan hasratnya.
"Ahhh Bryaann lebih cepet" Bianca melenguh dan Bryan hanya membenamkan wajahnya didada Bianca sambil terus beraksi.
"Bianca, tahan sebentar lagi kita barengan ya?" Tanya Bryan yang sudah akan selesai.
"Bianca aku udah mau selesai, Ugggghhh" Bryan memeluk tubuh Bianca erat. Menghisap payudaranya, Bianca pun membalas pelukan Bryan dengan sangat erat. Akhirnya dua insan yang sedang berhasrat itu telah tuntas menyelesaikan kegiatan mereka.
Bianca langsung tertidur pulas setelah selesai bermain dengan Bryan. Bryan menutup tubuh Bianca dengan jas yang ia kenakan.
"Kevin" Bryan memanggil Kevin, Kevin membuka pintu dan menundukan wajahnya.
__ADS_1
"Iya Tuan Muda" Jawabnya.
"Jangan angkat kepala kamu. Cari Jesica dan suruh dia untuk membawakan baju untuk Bianca. Setelah itu kamu selidiki siapa dalang dibalik kejadian ini" Titah Bryan.
"Baik Tuan Muda saya akan laksanakan" Kevin keluar dan menutup pintu. Ia mencari Jesica dan menyuruhnya untuk segera membawakan baju untuk Nyonya Muda mereka.
Bryan menatap wajah cantik Bianca, Ia melihat Bianca dari ujung rambut sampai ujung kaki.
"Benar-benar wanita yang sempurna. Aku terkesan kalau kamu memang sangat cantik Bianca. Apalagi kalau sikap kamu tidak seperti itu" Gumam Bryan sambil membelai lembut pipi Bianca.
Tok..tok..tok..
"Tuan saya izin masuk" Terdengar suara jesica
"Masuk" Jawab Bryan
Jesica memberikan baju yang di pinta oleh Bryan. Bryan merasa bingung bagaimana caranya untuk mengganti baju Bianca.
"Jesica kamu bisa bantu saya?" Tanya Bryan
"Apa yang yang harus saya lakukan Tuan Muda" Jawab Jesica sopan
"Gantikan baju Bianca. Kamu tidak boleh melihat tubuhnya" Ucap Bryan
"Ah Baiklah" Jawab Jesica sedikit terbelalak
"Aku disuruh mengganti bajunya tapi aku tidak boleh melihat? Terus gimana aku memakaikannya?" Gumam jesica dalam hati.
Jesica membuka jas yang menutup tubuh polosnya Bianca.
"Emhh pantas saja Tuan melarang ku untuk melihatnya. Ternyata memang tubuhnya Nyonya Muda seindah ini" Gumam nya lagi
"Apa yang kamu lihat mau saya congkel mata kamu?" Tanya Bryan dengan nada kesal
__ADS_1
"Maafkan saya Tuan, saya akan segera menyelesaikannya" Ucap Jesica gugup