
Bianca sudah berada di lokasi tempat ia bekerja, semua nya nampak sibuk karna sudah waktu nya acara pemotretan.
Ia sudah menata rambutnya, mengganti baju nya dan segera bergegas untuk berpose didepan kamera.
"Hey tunggu!" Saat Bianca sedang menuju ke lokasi titik pemotretan tiba-tiba ada yang memanggilnya, dan itu adalah Cindy.
"Nona Cindy Tang ada apa?" Tanya Bianca santai.
"Sebaiknya kamu bersiap-siap untuk bercuti lagi Bianca. Tapi kali ini cuti untuk selama-lamanya."
Bianca mengerutkan dahinya, ia tidak mengerti dengan perkataan Cindy yang semakin ngawur setiap mereka bertemu.
"Nona Cindy sebenarnya ada masalah apa antara aku dan kamu. Aku sama sekali tidak pernah berbuat masalah denganmu. Kenapa kamu selalu mengusikku?" Bianca mulai jengah dengan prilaku Cindy yang selalu mencari ribut dengan nya.
"Kamu lihat ini apa?" Cindy memegang beberapa lembar foto dan memperlihatkan nya kepada Bianca.
Mata Bianca terbelalak, ia tertangkap oleh paparazzi sedang mencium Bryan di pinggir jalan tadi malam.
"Bianca, aku sepertinya sudah salah tentang dirimu. Kenapa kamu bisa berprilaku seperti ******? Hahaha aku sudah membuktikan sebenarnya siapa yang ****** disini. Dan aku sudah tahu bahwa kamu mendapatkan proyek ini atas bantuan Presdir JX Group."
Cindy sangat sombong. Bianca tidak bisa menjawab sepatah katapun cercaan dari Cindy karna memang ia mencium Bryan tadi malam.
Ia hanya menatap Cindy dan Cindy terus mencerca nya.
"Heh, Nona Cindy silahkan saja kamu sebarkan itupun akan bagus untuk popularitasku. Karna aku bisa memohon kepada presdir untuk menjadikan ku sebagai kekasihnya bahkan bisa jadi sebagai istrinya"
Cindy terkejut mendengar ucapan Bianca. Ia sangat jengkel karna Bianca malah mempermainkannya. Bianca melengos dan tidak berbicara sepatah katapun.
__ADS_1
Cindy sudah mengangkat tangannya dan akan menjambak rambut Bianca yang terurai indah. Tiba-tiba ada tangan yang menghadangnya.
Cindy mengerang "Awww sakiitt" Bianca menoleh karna mendengar Cindy mengerang. Ia terkejut karna seorang pria sedang mencengkram pergelangan tangan Cindy.
"Kevin berikan aku semprotan anti kuman. Aku takut ada virus yang tersebar ditubuhku sekarang" Itu adalah Bryan.
Bianca terbelalak karna Bryan mencoba melindunginya didepan Cindy. Entah gosip apa yang akan diberitakan Cindy kali ini, Fikirnya.
Bryan mengambil foto yang berada di tangan Cindy. Sementara itu Cindy mengeluarkan jurus ****** nya.
"Presdir, mengapa anda ada disini?" Tanya nya sambil memasang wajah menggoda.
"Cih ****** gatau malu" Fikir Bianca.
Bryan melirik Bianca yang sedang tersenyum kecut. Ia menaikan satu alisnya dan berpaling menatap Cindy.
Wajah Cindy berubah pias, Ia melihat ke arah Bianca.
"Tidak presdir saya menemukan ini dari paparazzi jadi saya meminta nya hanya untuk bercanda bersama Bianca, iyakan bi?" Ucapan Cindy meyakinkan.
Bianca mendengus "Heh, sejak kapan kita sedekat itu? kalaupun kamu ingin bercanda, menyebarkan foto presdir itu tidak pantas"
Cindy melotot ia tidak menyangka bahwa Bianca tidak akan menolongnya.
"Nona Cindy saya kira masa karirmu cukup sampai disini saja, karna kamu sama sekali tidak pantas untuk berada dalam naungan perusahaanku"
Cindy terkejut mendengar hal itu.
__ADS_1
"Maafkan saya presdir, saya meminta maaf, tolong jangan tenggelamkan karir saya, saya hanya ingin mengancam Bianca saja. Saya mohon maaf presdir" Cindy memohon.
"Cih, kenapa saya harus memaafkanmu? Dengan siapa saya berhubungan atau dengan siapa saya berciuman itu bukan urusanmu. Dan kamu tidak pantas mengancam seseorang atas nama saya. Kevin lakukan"
Kevin menyeret Cindy keluar.
"Tuan muda tolong saya, ampuni saya, saya mohon tuan mudaaaaa. Bianca aku akan membuat perhitungan dengan mu!"
Bianca sedikit terkejut dengan prilaku bryan. Sekarang ia berfikir bahwa Cindy pasti akan membalasnya suatu hari nanti.
"Ayo ikut dengan saya" Bryan menarik tangan Bianca tapi Bianca menolaknya.
"Presdir ini diperusahaan, Kamu tidak boleh seperti ini" Bryan tetap menarik tangan Bianca dan membawanya ke suatu ruangan.
"Kenapa kamu selemah itu?" Tanyanya kesal
"Apa maksudmu? Aku harus memukulnya?"
"Kenapa kamu malah berbalik nanya kepadaku?" Bryan mulai kesal.
"Haihh presdir, bagaimanapun juga Cindy itu benar. Aku memang menciumu jadi aku tidak bisa mengelak"
"Dasar gadis bodoh! Dia sudah merendahkanmu! Kamu masih tidak bisa melawan?" Bryan semakin kesal
"Aku memang sudah rendahan. Jadi buat apa aku mempertahankan harga diriku? Presdir sebaiknya kamu memperhatikan urusanmu saja. Aku sama sekali tidak sama dengan mu. Aku hanya rakyat kecil disini, sebaiknya kamu tidak menyusahkanku untuk kedepannya" Bianca pergi meninggalkan Bryan yang terpatung mendengar ucapannya.
"Berani nya dia berbicara seperti itu *kepadaku"
__ADS_1
**Bersambung***...