Perjalanan cinta bi

Perjalanan cinta bi
Episode 25


__ADS_3

Bianca bingung harus berkata apa, karna kini bryan tengah merangkulnya di depan ayah nya.


"Apa hubungan kamu dengan Tuan muda bryan?" Tanya tuan indra dengan wajah datar.


Bianca berkeringat dingin karna ia tidak tahu harus menjawab apa


"Ahh jangan terlalu terburu-buru pah, kita habiskan dulu saja teh nya" Jawab bryan santai.


Bryan menggandeng bianca dan duduk berhadapan di sofa dengan tuan indra.


"Siapa yang tuan bryan sebut dengan kata papah?" Tanya tuan indra saat bryan dan bianca sudah duduk.


"Ups saya keceplosan" timbalnya sambil menutup mulutnya dengan satu tangan.


"Hmmm sepertinya bianca memang sama sekali belum memberitahu anda tentang hubungan kami berdua ya?"


"Sayang? kamu belum beri tahu papah soal hubungan kita?" Tanya bryan mesra kepada bianca.


"Whatt??" bianca mengerutkan dahinya.


"Sekarang kan sudah terlanjur, lagian kasihan juga keluarga mu terus saja mencari kamu kemana-mana. Lebih baik kasih tahu saja papahmu agar dia tidak cemas."


Bianca semakin jengkel dibuatnya, ia terus melotot kepada bryan dan menginjak kakinya dengan heels yang dia pakai.

__ADS_1


"Bianca, apa benar kamu mempunyai hubungan spesial dengan bryan?"


"Emmmhh,, ituu ituuu gak kaya apa yang papah fikirin. Tuan muda bryan cuma bercanda pah. Mana mungkin kita punya hubungan spesial. iya kan tuan?" Bianca mencoba untuk menyangkal dan berharap bryan akan meng iya kan ucapannya.


"Ahhh tuan indra, bianca masih sedikit malu-malu sepertinya. Saya berniat untuk membicarakan masalah hubungan saya dan bianca kepada anda besok karna hubungan kami sudah sejauh itu." Jawaban bryan membuat bianca ingin sekali menamparnya.


"ohh jadi ini alasan nya kenapa bianca pergi kemari" Gumam tuan indra dalam hati.


"Bianca, kenapa kamu tidak jujur sama papah?"


"Nggak pah, tuan bryan hanya membual kita baru saja bertemu" bianca mencoba meyakin kan papahnya.


"Ah sayang, kamu ini kenapa sih? ko malu-malu gitu sama papah sendiri. lagian kamu sudah lulus sekolah. lebih baik kita bicarakan sekarang saja tentang pernikahan itu, karna terlanjur papa mu mengetahui soal ini"


"Apa? kalian akan menikah?" Tanya tuan indra terkejut.


"Iya tuan, saya berencana akan menikahi bianca tapi secara rahasia dulu karna saya merasa kalau di publik kan langsung itu akan mendapatkan pro dan kontra dan saya merasa kasihan jika bianca akan terbebani dengan status nya yang akan menjadi nyonya muda wijaya"


Bianca rasa dunia nya akan hancur. ia tidak menyangka bahwa bryan akan berbicara demikian. sekarang ia tidak tahu harus berkata apa karna menyangkal pun akan membuat mulut bryan berbicara yang lebih tidak-tidak lagi.


"Tapi bianca masih sangat muda untuk menikah" Ucap tuan wijaya


"Saya malah membutuhkan wanita muda untuk dinikahi"

__ADS_1


"Dia sama sekali belum bisa mengurus orang lain. bahkan untuk mengurus dirinya sendiri saja sudah harus merepotkan orang lain"


"Saya butuh seorang istri, bukan asisten rumah tangga ataupun babysitter"


"Tapi dia akan sangat merepotkan anda karna keinginannya terkadang di batas kewajaran"


"Tuan pratama, saya bekerja untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga dan untuk membahagiakan keluarga saya. Jadi saya butuh seseorang untuk menghabiskan seluruh harta saya jika ia mampu. karna untuk apa saya bekerja kalau uang itu tidak dipakai"


tuan indra menghela nafas, Ia sudah kehabisan kata-kata


"Bianca papah serahkan saja semuanya padamu. Mau di publikasikan atau tidak itu terserah kalian, papah merestui kalian. karna papah tau kamu datang kesini untuk apa"


"Pah pahhh ngga pahh bianca gamau menikah"


"Lalu untuk apa kamu kemari?"


"Emhh ituuu, ituuu bianca mau mencari jati diri bianca sendiri"


"Bi untuk tinggal bersama dengan seorang lelaki itu bukan hal yang pantas dilakukan oleh seorang gadis! Lebih baik kamu menikah sekarang atau kamu akan membuat papah lebih malu! Papah akan pergi, besok papah akan menyuruh ibu dan kakak mu untuk datang kemari. Papah serahkan semuanya kepada bryan"


Tuan indra beranjak dari duduknya pergi meninggalkan bianca.


"pahhhh, paaahh tunggu aku paaahhh. papah aku gamau nikahhhhh, papahhhhh" Bianca mencoba mengejar papahnya tapi bryan memegang erat tangan nya.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2