Perjalanan cinta bi

Perjalanan cinta bi
Episode 46


__ADS_3

"Bianca aku tidak mau berdebat dengan mu lagi, sekarang kamu siapkan air hangat aku mau mandi!" Ucap Bryan ketus.


"Nah gitu dong jadi jelas" Bianca menggerutu pelan sambil berbalik badan tapi Bryan mendengarnya dan melotot menatap tubuh bagian belakang Bianca.


"Perempuan itu emang cari mati" Gerutunya dalam hati.


"Cih emangnya gue pembantunya apa? Ko bisa-bisanya dia perlakuin gue kaya gini, katanya gue istrinya, tapi sekarang gue ga jauh beda dari seorang pembantu" Bianca terus menggerutu sambil menuangkan sabun mandi.


"Hey ga baik loh seorang istri menggerutu dibelakang suaminya. Apalagi kalau sampai suaminya itu mendengarnya. Kamu tahu tidak ada seorang istri yang dianiaya suaminya karna terus menggerutu saat suaminya meminta disiapkan air untuk mandi?" Mata Bianca terbelalak saat mendengar suara Bryan. Dia pun berdiri membalikkan badannya dan tersenyum


"Hehe suamiku, mana mungkin aku menggerutu? Itu pasti kamu yang salah dengar"


"Mana ada aku salah dengar, kuping ku sangat tajam sampai suara hati kamu yang ingin menerkam ku saja aku bisa mendengarnya" Ucap Bryan sambil berjalan mendekati Bianca.


Bianca berjalan mundur perlahan "Kenapa kamu mundur?" Tanya Bryan.


"Ka, kamu mau apa?" Tanya Bianca gelapagapan


"Aku mau mandi lah, memangnya apa? Kamu ke ge'er an ya? Kamu kira aku akan menyentuh mu? Wah Bianca sepertinya kamu sudah tidak sabar ya aku sentuh. Baiklah kalau begitu bantu aku mandi" Ucap Bryan


Wajah Bianca memerah, ia malu karna sudah berfikiran terlalu jauh.


"Eh apaan? Kenapa aku harus membantu kamu mandi?" Tanya Bianca sambil terbelalak.


"Bianca, istriku, Kamu boleh saja tidak membaca semua kontraknya tapi yang harus kamu ketahui dalam jilid buku itu tertulis bahwa Ucapan ku adalah apa yang harus kamu turuti, jika aku berkata ya itu artinya ya, dan jika aku mengatakan tidak itu artinya tidak. Sekarang aku menyuruhmu untuk membantuku mandi, itu artinya kamu harus. Apa kamu mengerti? Oh atau aku kita harus mandi bersama agar kamu mengerti?" Ucap Bryan sambil menyeringai.


Suhu tubuh Bianca tiba-tiba naik, ia langsung menjawab "Tidak, tidak, maaf aku tidak munurut, aku akan segera membantumu mandi" Bianca langsung duduk di kepala bak mandi, sementara itu Bryan tersenyum puas.

__ADS_1


Bianca berfikir bahwa ini adalah hal yang tepat untuk menyampaikan keinginannya menjadikan Fan Yi sebagai Managernya.


"Bryan, aku boleh meminta sesuatu tidak?" Tanya Bianca


"Apa?" Bryan menjawab sambil menikmati pijatan kepala dari Bianca.


"Sekarang jadwalku sudah padat, aku tidak bisa menschedule jadwalku sendirian aku membutuhkan seorang manager" Ucap Bianca


"Jika kamu kelelahan bekerja, kamu bisa diam dirumah saja karna aku mampu menghidupimu" Jawab Bryan tetap masih menutup matanya.


"Bryan akukan sudah pernah mengatakannya kepadamu" Ucap Bianca sambil merengek


"Baiklah, kamu mau aku mencarikan manager untukmu?" Tanya Bryan


"Tidak perlu, kamu hanya perlu mengizinkan Fan Yi untuk menjadi managerku" Ucap Bianca


"Oh kamu menginginkan Fan Yi, yasudah kalau begitu" Bryan mengizinkan.


"Wah sepertinya kamu sangat senang, karna aku sudah membuatku senang bagaimana kalau sekarang kamu menyenangkan ku juga?" Tanya Bryan menggoda


"Ih kamu ini apaan sih" Wajah Bianca pun memerah dan dia langsung melepaskan tangannya.


Bryan tertawa kecil dan Bianca pun menyelesaikan tugasnya.


Bryan sudah selesai mandi, ia meminta Bianca untuk menyiapkan baju gantinya. Mereka masih terus cekcok karna Bianca tidak biasa di perintah seperti ini, karna biasanya dia yang selalu dilayani oleh ART dirumahnya.


"Mulai kapan kamu akan meminta Fan Yi untuk menjadi manager mu?" Tanya Bryan

__ADS_1


"Sepertinya besok karna kamu sudah mengizinkan" Jawab Bianca yang masih sibuk


"Kamu sudah berbicara dengan Fan Yi?"


"Iya, Fan Yi hanya akan menjadi managerku jika sudah mendapat izin dari tuan muda nya" Jawab Bianca sedikit meledek


"Mereka itu sangat patuh padaku, Jika aku menyuruh mereka melompat dari gedung mereka pasti akan melompat" Ucap Bryan bangga.


"Iya itu pasti, karna kamu Tuan Muda yang agung mereka pasti mendengarkan apapun perintahmu" Ucap Bianca tanpa merasa takut sekalipun.


"Nah kalau kamu tahu seperti itu bagaimana cara kamu berterimakasih kepadaku?" Tanya Bryan


"Akukan sudah mengucap kan terimakasih tadi, apa aku harus memberimu uang? atau apa?" Tanya Bianca sambil menaikan satu alisnya.


"Ahhh kalau begitu bagaimana kalau kamu berterimakasih kepadaku dengan cara menyenangkan adik kecilku?" Jawab Bryan sambil menyeringai


"Adik kecil?" Bianca mengerutkan dahinya tidak mengerti.


"Iya adik kecil" Bryan menunjuk dengan matanya kearah bawah.


Bianca terbelalak wajahnya memerah "Dasar mesum! Aku tidak mau berbicara dengan mu lagi!" Bianca berbalik badan menyembunyikan wajahnya yang sudah memerah.


"Kenapa wajahmu memerah? kamu setuju ya?" Tanya Bryan sambil memeluk Bianca dari belakang.


"Ih Bryan apa sih" Bianca mencoba melepaskan pelukan Bryan dan berjalan keluar pintu diikuti oleh Bryan yang sedang memasukan kedua tangannya kedalam saku depan celana tidurnya.


Mereka berdua keluar dari kamar dengan ekspresi wajah yang berbeda. Wajah Bianca yang merah karna terus-terusan dijahili oleh Bryan, Diapun memasang wajah cemberutnya yang sangat imut. Sementara Bryan keluar dengan wajah yang berseri-seri ia melihat istrinya dari belakang yang berjalan sambil menghentak hentakan kakinya kelantai, terlihat wajahnya yang sangat puas melihat kelakuan istrinya yang seperti itu.

__ADS_1


Sementara dari bawah Paman Fang tersenyum karna bisa melihat Tuan Muda nya kembali ceria. Dia sudah menyadari bahwa keberadaan Bianca perlahan-lahan mulai menyinari hati Bryan yang gelap dan membuat pelangi disana. Ia tidak ingin pemandangan ini cepat berlalu bahkan ia ingin Bianca terus berada di sisi Bryan untuk membuat Bryan kembali seperti dulu.


Bersambung..


__ADS_2