
Kamar Hotel Bianca
Semenjak kepulangannya yang mengejutkan Steffi Bianca sama sekali tidak berbicara sepatah katapun.
Walaupun dia berniat untuk melakukan hal seperti biasanya tapi rasanya itu tidak mudah karna dia terus memikirkan kejadian semalam.
"Apa yang sebenernya terjadi tadi malam? ko bisa-bisanya gue ada disana. Gamungkin gue pergi kesana sendirian. tadi malem jelas-jelas gue lagi ada di pesta pinggir pantai. Steffi juga ada disana. Apa riko yang bawa gue kesana? jangan-jangan riko yang udah lakuin semua ini sama gue. Gue harus bikin perhitungan sama dia" Ucapnya dalam hati.
Steffi yang dari tadi keheranan melihat kelakuan sahabatnya itu tidak bertanya apa-apa karna dia terus diabaikan oleh Bianca.
Bianca berdiri dari kursi, otomatis membuat Steffi terkejut lalu Steffi pun bertanya kepada Bianca
"Lo mau kemana?" tanya nya
"Gue mau cari riko. Dia pasti tau kejadian tadi malem. Gue harus minta penjelasan dan gue harus bikin perhitungan sama dia." Ucap Bianca sambil pergi meninggalkan Bianca
"Bi bi gue ikut" Jawab Steffi tanpa bertanya lagi berlari mengikuti bianca dari belakang.
Bianca mendatangi receptionis hotel untuk menanyakan dimana kamar riko. karna dia sama sekali tidak ingat riko berada di kamar no berapa.
"Mba, saya mau tanya apakah ada riwayat pembookingan kamar atas nama riko Hartanto?" tanya bi kepada receptionis
"Ada keperluan apa ya?" tanya receptionis kepada Bianca
__ADS_1
"Teman saya berada di hotel ini, kemarin dia menyuruh saya untuk datang kemari tapi saya tidak bertanya di kamar no berapa dia tinggal. dan saya tidak bisa menghubunginya apa mba bisa bantu saya?" kata-kata bohong yang sangat meyakinkan membuat receptionis itu percaya.
"Maaf mba atas nama tuan Riko Hartanto telah melakukan cek out" Ucap receptionis kepada bianca
"Apa? kapan dia cek out? hah" ucap Bianca sangat marah
"Tadi pukul 11.37" jawab receptionis
Bianca pergi meninggalkan receptionis tanpa sepatah katapun ia merasa sangat marah dan rasanya mungkin ia ingin sekali memenggal kepala riko.
Steffi berjalan stengah berlari mengiringi langkah Bianca ia mencoba bertanya kepada Bianca.
"Bi sebenernya kenapa lo nyari-nyari riko? Apa dia ada hubungannya sama hilangnya lo tadi malam?"
"Gue sadar kalo lo pergi itu sekitar jam 01.30 gue nyari-nyari lo. eh btw tadi malem gue ketemu riko. dia bawa makanan dan minuman banyak banget. Tapi saat gue tanya dia malah kaya orang bingung dan glagapan gitu. apa mungkin dia udah nyembunyiin lo tadi malem?"
Bianca mengernyitkan dahinya.
"Lo sama sekali ga inget banget tentang kejadian tadi malem bi?" Tanya Steffi meyakinkan.
"Gue sama sekali ga inget bahkan kepingan kecil pun. yang gue inget saat itu riko ajak gue buat kekamar hotel nya itu aja. dari situ gue ga inget apa-apa lagi"
Steffi menghela nafas dan dia mengajak Bianca untuk pergi ke sebuah cafe kecil agar pembicaraan terasa lebih nyaman.
__ADS_1
"Bi pas lo sadar lo tau lo ada dimana?" Tanya steffi.
"Gue ada di kamar hotel di hotel itu. kamarnya lumayan besar tapi gue lupa pas gue keluar dari kamar itu gue ga lihat di kamar no berapa gue tidur"
"Lo sadar apa aja yang udah lo lakuin?"
"Kayanya gue ngelakuin itu" jawab bi sambil memainkan sedotan jus yang ia pesan.
"Apa? Lo ngelakuin itu? sama siapa?" tanya Steffi dengan mata melotot dan nada super duper penasaran.
"Gue gatau makanya gue cari riko" Jawab bi dengan nada sedikit merengek karna dia sudah merasa frustasi.
"Wah wah bii lo parah. lo.. sumpah gue gatau fikiran lo tuh kaya gimana" Steffi berbicara sambil mendengus
"Tapi tadi malem kayanya gue sama kak cio. karna cuma dia yang ada di ingatan gue" Ucap Bianca serius.
"Bi! lupain cio. dia tuh udah mau punya anak bi. Dhea lagi Ngandung anak cio. lo harus sadar akan hal itu. lo harus ikhlas" Ucap Steffi menyadarkan Bianca dengan sangat tegas.
"Iya iya gue tauuu tapi ini serius stef gue yakin. tadi malem gue sama cio. Lo harus percaya sama gue. makanya gue rela ngelakuin itu" ucap bi mencoba meyakinkan Steffi.
"Oke oke terserah lo mau ngomong apa. yang jelas gue gamau ikut-ikutan sama apa yang akan terjadi selanjutnya. gue gamau bi" Ucap Steffi sambil mengangkat kedua tangannya.
Bianca terdiam dan kembali kepada lamunan nya tentang kejadia semalam bersama kak cio.
__ADS_1
Bersambung...