
Bianca terburu-buru menuruni anak tangga, Ia melihat seorang pria mengenakan jas berwarna hitam duduk membelakanginya di ruang tamu.
"Ada apa Alex?" Tanya Bianca membuat laki-laki tersebut menoleh kepada nya.
"Bianca" ia menyebut nama bi dengan nada yang rendah.
"Aku telah mencarimu kemana-mana"
"Buat apa kamu cari aku?"
"Bi, aku mau jelasin semua yang telah terjadi"
"Buat apa? semua nya udah berakhir. Cio sama dhea udah nikah. Mereka udah mau punya anak. Dan lagi aku udah punya kehidupan aku sendiri"
"Yang di kandung dhea itu bukan anak nya Cicio"
Deggg....
Bianca melotot badan nya tak bergeming mendengar ucapan Alex.
Alex adalah mantan kekasih Dhea, saat ia menikah dengan Cio, Dhea pun memiliki kekasih yaitu Alex.
Dulu Bianca meminta bantuan Alex agar pernikahan antara Cio dan Dhea tidak berlangsung tapi Alex enggan membantunya.
Bryan hanya melihat aksi dramatis itu di lorong atas. Ia mulai mencerna pembicaraan mereka.
"Alex gue minta lo pergi sekarang juga karna gue udah gamau denger masalah Cio atau apa aja yang menyangkut dengan dia!"
__ADS_1
"Bi, kita bisa kerja sama. Kita kasih tau Cio bahwa anak dalam kandungan Dhea itu bukan anaknya. Jadi kita bisa kembali lagi kaya dulu"
"Cihhh!! Dasar laki-laki t*lol! Lo mau tanggung jawab atas kehamilan Dhea?"
"Aku sangat mencintainya"
"Hahahahahahahahhaa emang bener ya cinta ga bisa ngebedain mana cinta dan mana tolol"
Bianca tetap mengusir Alex dan dia memaki-maki Alex karna ia merasa bahwa rasa cinta yang Alex miliki untuk Dhea bisa membuat Dhea besar kepala dan akan memanfaatkan hal itu.
"Dasar wanita naif. Dia sendiri mabuk-mabukan ga sadarkan diri sampai berani naik keranjangku. Walaupun memang aku yang membawanya tapi dia yang menggoda duluan" Bryan pun cengar cengir sendiri melihat sikap Bianca.
Akhirnya Alex pergi dari rumah Bianca setelah beberapa kali di usirnya. Ia tidak akan menyerah begitu saja karna dia harus memperjuangkan cintanya kepada Dhea.
"Dasar Alex sinting! Dia mau tanggung jawab atas perbuatan orang lain. Bahkan setelah Dhea mencampakkan nya dan menikah gitu aja sama Cio. Walaupun gue merasa kasihan karna Cio pun di bohongi tapi gue gamau bantu Alex! Karna siapa suruh Cio memilih Dhea dan ninggalin gue! Itu sungguh dosa yang gabisa gue maafin!"
Bianca menggerutu dalam hatinya sambil menghentak-hentakkan kakinya saat ia menaiki anak tangga.
Aaaaaaa..... Tubuhnya terasa melayang dan akan segera menghantam anak tangga.
"Ehh, ko gue ga jatuh" Ucapnya dalam hati.
Ia perlahan membuka matanya sedikit demi sedikit. Ternyata tangan Bryan menyangganya bahkan terlihat sangat intim.
"Heh elo cari-cari kesempatan ya! Lepasin gue!" Teriak Bianca sambil melotot.
Bryan melepaskan tangan nya sontak membuat tubuh Bianca melayang.
__ADS_1
**Aaaaaaa... Tolonggggggg...
Greppp**..
Dengan sigap Bryan menarik tangan Bianca dan menahannya agar tidak terjatuh.
"Hhhhh hhh hhhh lo gila ya? Kenapa lo lepasin gue?" Bianca meneriaki Bryan
"Nona bi, bukannya anda yang meminta saya untuk melepaskan anda?"
Bianca melotot dan menyadari bahwa memang ucapan Bryan itu benar.
"Tapi kan lo bisa tarik gue dulu bukan langsung lepas gitu aja. Kalo sampe gue jatoh tadi gimana coba" Wajah Bianca ketakutan karna kalau di lihat-lihat dia bisa saja patah tulang kalau sampai terjatuh dari situ.
"Sial! Kenapa dia terlihat imut gitu kalau lagi ketakutan?" Wajah Bryan memerah karna melihat tingkah Bianca yang menggemaskan. Rasanya ia ingin terus mempermainkan Bianca.
"Ayo kita kekamar, ini udah larut" Ajakan Bryan membuat mata Bianca terbelalak.
"Heh ke kamar mana? Lo tidur di kamar tamu! jangan sampe tubuh lo nyentuh seprai di kamar gue!" Bianca berbicara sangat ketus.
"Haiiihh Nona Bi, kamu tega membuat suami mu kedinginan di malam pertamanya?" Bryan menggoda Bianca dan membuat wajah Bianca memerah.
"Haduh tuan muda Bryan saya ragu kalau-kalau ini bukan malam pertama anda"
"Hmmmm? Maksud kamu?" Bryan mendorong tubuh Bianca dengan tubuhnya sampai menempel ke dinding balkon.
Wajah Bianca memerah jantungnya berubah ritme dan tak beraturan.
__ADS_1
Bryan menarik dagunya dan menatap mata Bianca dalam-dalam. Wajahnya mulai mendekat dan bibir keduanya pun sudah tinggal berjarak beberapa cm saja.
Bersambung...