
Bryan masuk kedalam kamar ibunya. terlihat ibunya terbaring lemah di atas tempat tidur.
Ia duduk di samping tempat tidur dan mengambil satu lengan ibu nya lalu mengusapnya dengan lembut.
"Mah, bryan akan melakukan yang terbaik buat mama"
Lalu ia keluar dari kamar ibunya dan memanggil bianca.
"Biancaa" panggilnya.
Bianca yang tengah asyik mengobrol bersama citra langsung memalingkan wajah nya ke arah sumber suara.
"Hhhh ada apa lagi?" tanya nya ketus
"Ikut aku sebentar"
Bianca bangun dari duduknya dan izin kepada citra untuk pergi menemui bryan.
Ditaman belakang
"mau ngapain lo ngajak gue kesini?" (bianca)
"Hhhh duduk aja dulu, gue udah surut ART bikin minuman buat kita"
"Haduhh bryan gausah banyak basa basi dehh ke intinya aja"
"Wahhh ternyata nona bi gasuka pemanasan dulu yaa" bryan merayu bianca yang kini wajah nya memerah.
Seorang ART membawakan minuman dan beberapa cemilan untuk mereka.
"Bi, serius gue mau bicarain tentang pernikahan kontrak itu. Sekarang nyokap gue sakit-sakitan terus, dia pengen kalo gue cepet-cepet nikah" (bryan)
"hhhh terus urusan nya apa? kenapa lo malah minta gue buat jadi istri lo? jelas-jelas kan banyak perempuan yang antri buat jadi istri lo!" (bianca)
__ADS_1
"Karna lo beda sama mereka! Gue gamau nama gue cuma di pamer-pamerin sama mereka walaupun hanya pernikahan kontrak. karna nanti mereka bakal tamak dan mau gue nikahin mereka secara sah!"
"Gue tau bi, cuma gue yang bisa keluarin lo dari penjara rumah itu. dan soal tuan indra itu gue yang akan tanggung. Lo bisa ngelakuin apapun yang lo suka. asal lo jangan sampai mencoreng nama gue dengan masalah yang lo buat" (bryan)
Terlihat bianca memikirkan tawaran pernikahan itu.
"Tapi ini bukan main-main bryan" ucap bianca mencoba membuat bryan mengerti arti pernikahan dalam hidup bianca.
Bryan menyerahkan satu map yang berisi beberapa lembaran kertas. disana tertulis apa saja yang boleh dan tidak boleh bianca lakukan ketika masih menjadi istri bryan.
"Hah! lo gila ya? Lo bilang gue bebas mau ngelakuin apa aja tapi ini apa? ngga ah gue gamau!" bianca melemparkan kertas itu ke atas meja.
"Selebihnya dari itu. lo cuma harus berpura-pura jadi istri yang baik di depan keluarga gue aja. Anggap aja ini cuma bisnis bi"
Bianca berfikir sangat keras untuk memperhitungkan masalah kedepannya.
"Oke, gue bakal fikirin ini dulu. karna ini bukan masalah sepele. walaupun ini bisnis tapi ini pernikahan bryan. Gue janji gue bakal kasih tau lo besok tentang keputusan nya. sekalian besok ada pemotretan"
Bianca meminta supir bryan untuk mengantarnya ke supermarket saja karna ia akan membeli beberapa bahan makanan dan langsung pulang ke kost-kostan nya.
Sesampainya disana bianca hanya melamun dan memikirkan tawaran bryan. Ia sudah memikirkan konsekuensi apa yang akan ia terima setelah menikah nanti.
Esok pagi nya
Bianca sudah bersiap-siap untuk pergi ke lokasi pemotretan. seperti biasa ia memesan taxi dan meminta supir taxi tersebut mengantarnya ke tempat tujuan.
Terlihat semua orang sudah siap. manager hans menghampiri bianca
"Selamat pagi nona bi, sepertinya anda istirahat sangat cukup ya. anda terlihat sangat fresh hari ini dan tentunya lebih cantik lagi" Candaan manager hans dipagi hari membuat bianca tertawa renyah.
"Anda sudah sarapan?" tanya manager hans
"Ahh sudah, saya sudah sarapan"
__ADS_1
"Berarti kita bisa langsung memulai sesi pemotretan nya"
Bianca mengangguk dan mengikuti manager hans.
Manager hans memperkenalkan bianca kepada semua kru yang ada disana. mereka bersorak sorai dan memuji kecantikan bianca.
Mereka pun memulai sesi pemotretan. Bianca berpose seperti model profesional dan tidak ada hambatan membuat semua nya bekerja dengan sangat senang hati.
Saat bianca sedang berpose manja, tiba-tiba orang-orang menyudahi pekerjaan mereka sejenak dan membungkukan badannya.
Manager hans yang sedang melihat hasil foto bianca langsung berdiri dan berpaling memberikan hormat kepada orang yang baru datang tersebut.
"Ada siapa?" Tanya bi kepada photografer
"Saya kurang tau nona"
Bianca melanjutkan kembali sesi pemotretan. Tiba-tiba 2 orang lelaki yang baru datang itu masuk kedalam ruangan pemotretan.
"What? mau apa dia kesini?"
Ternyata itu adalah bryan dan asisten nya kevin.
"Maaf tuan muda, ada kepentingan apa sampai meluangkan waktu berharga anda hanya untuk melihat sesi pemotretan ini" ujar manager hans menghampiri bryan saat bryan masuk keruang pemotretan.
"Manager hans, saya ingin semua hal yang berhubungan dengan JX Group di tangani dengan baik. Apalagi job ini adalah job terbesar sejarah per iklanan dan promosi terbesar di JX Group. Ini di mainkan oleh model yang baru, saya khawatir kalau-kalau kinerja nya kurang baik" Bryan melirik tajam kearah bianca yang membuat bianca mengerutkan dahi nya dan memelototi bryan.
"Wah, betul sekali silahkan tuan nikmati saja. Saya akan membuatkan anda minuman" Tuan hans pamit meninggalkan bryan.
"Wahh ternyata seperti profesional ya model amatir ini, Sepertinya memang kinerja kavindra group itu patut di acungi jempol" Sindir bryan kepada bianca karna dari tadi bianca tidak mengucapkan sepatah katapun.
Sesi pemotretan di istirahatkan sejenak. kru wardrobe dan hair do menata kembali penampilan bianca yang kali ini akan berpose lebih dewasa lagi. Sementara itu presdir muda memperhatikan gerak gerik bianca lalu mengajaknya untuk makan diluar.
Bersambung...
__ADS_1