
Bryan Zedwenson wijaya
Hari ini gue sial banget! yang pertama ada kekacauan karna para "pengawal" suruhan bokap gue udah mulai mencium tanda-tanda kalo gue ada di hawai. gue dan kevin gabisa nikmatin pesta pantai yang diadakan wisatawan lainnya di pinggir pantai. setelah gue lari-larian kesana kemari kaya orang yang udah maling jemuran akhir nya gue bisa balik lagi kehotel yang yah lumayan lah sebagai pelindung gue disini.
Tapi semua itu buyar! Awalnya gue berniat untuk berendam diair hangat dengan aroma therapy yang kuat karna gue butuh relax! gue mau relax coyyy setelah sekian lama gue harus duduk dikursi empuk yang sama sekali gue gamau dudukin dan gue menderita dengan semua kerjaan yang bokap gue hibahin ke gue. woy! gue capek! gue bukan robot! tapi gue gabisa teriak gitu karna apa? karna ini udah jadi tradisi keluarga wijaya. sebagai anak tertua, ya wajar gue harus nanggung ini semua. ko gue jadi curhat>:(
kembali ke pokok permasalahan!
saat gue dan kevin lagi jalan di koridor hotel tiba-tiba gue di tabrak cewek yang penampilannya bikin gue mau muntah! dia super duper menjijikan! gue heran kenapa ada cewek kaya gini disini. oke gue gapapa karna dia cuma nabrak gue, okee gue faham kayanya dia lagi mabuk. tapi yang ga bisa gue toleran adalah dia meluk gue! astagaaaa cobaan apalagi ini tuhannnnnnnn!
__ADS_1
Gue sama sekali ga kenal cewek ini dan dia malah peluk-peluk gue guys! dengan pakaian yang wah super duper berantakan. kayanya dia habis muntah dan bau alkoholnya itu yang bikin gue makin gatahan. gue berniat untuk bicara baik-baik sama perempuan itu tapi ternyata dia ngigau.
Gue berasa takut melihat tatapan matanya yang seperti menemukan harta tak terduga. ya! di melongo melotot ga karuan. mungkin karna dia melihat ketampanan gue yang melewati batas. tapi ternyata bukan karna itu! dia tiba-tiba teriak dan nangis dia sebut gue dengan nama 'kak cio' heyy nama gue bryan itu udh di bubur merah bubur ijoin sama nyokap gue kok lo main ganti-ganti aja si. ingin rasanya gue ngomong gitu tapi gue masih bisa tahan. gue masih sabar karna gue berharap dia bisa segera sadar dan pergi tapi ternyata dia malah makin menangis sejadi-jadinya dan berkata kalo gue 'kak cio' yang dia maksud gaboleh ninggalin dia lagi. dan gue faham dia lagi frustasi galau berat dan akhirnya minum alkohol.
Setelah sekian lama gue di peluknya gue udah gatahan dong karna ya orang-orang juga terus melihat kearah kita. gue mulai gaenak dengan situasi ini. akhirnya gue putusin untuk menepiskan tangannya yang melingkar kuat di pinggang gue dan pergi ninggalin dia. Tapi ternyata dia nekad parah sob! dan kesadarannya sama sekali hilang ditelan bumi. dia malah tarik tangan gue dan nahan gue buat pergi.
Didalam hotel dia masih terus memeluk gue dan ngomong yang ngga-ngga dia terus bilang kalau gue ini kak cio dan gue gaboleh ninggalin dia. Gue udah coba buat bikin dia sadar. tapi makin lama dia makin ngelantur. dia bahkan bilang kalo dia mau lakuin apa aja demi gue 'kak cio' yang dia maksud.
Sebenarnya gue merasa kasihan sama perempuan ini karna dari ocehannya terdengar kalau dia ditinggalkan oleh kekasihnya si 'kak cio' itu menikah dengan orang lain dan akan segera mempunyai anak dari perempuan bernama 'dhea' dia bahkan menawari gue si 'kak cio' untuk memiliki berapapun jumlah anak yang dia mau.
__ADS_1
"Kalau kakak mau, aku bisa kasih kakak anak. berapapun kakak mau akan aku kasih. aku bisa buktiin itu kak" hahaha ucapan itu secara otomatis membuat gelak tawa. Gila kali gue punya anak dari perempuan mabuk satu malam? akhirnya gue pun mempermainkan nya. dan gue bertanya apakah dia serius dengan ucapannya dan gadis itu bilang iya.
Gue masih dengan hawa geli yang menjalar di seluruh tubuh gue karna mendengar seorang gadis kecil ingin memiliki anak sebanyak mungkin dari laki-laki yang sudah meninggalkannya. dan yang lebih membuat geli lagi kayanya dia bakal punya anak dari laki-laki yang sama sekali ngga dia kenal.
Gue masih dengan gelak tawa, gue mencengkram dagu gadis itu karna gue gemas dengan kelakuan nya tapi ternyata dia malah mencium gue dan melumar bibir gue berkali-kali. gue melotot karna saking terkejutnya gue sama sekali ga bisa berkata apa-apa yang ada di fikiran gue hanya "What the hell?" masalah gadis ini apa? gue mencoba untuk menghentikan ciuman itu tapi apa? tubuh gadis itu malah menaiki tubuh gue yang lunglai seperti kertas rasanya gue gak bisa nolak dorongan ini.
Oke gadis manis, seberapa jauh keinginan mu memiliki anak dari 'kak cio' mu ini? aku biarkan kamu menang hari ini sebagai kado untuk ketidak sopanan mu.
Bersambung...
__ADS_1