
Bryan dan kevin terpaksa menghentikan pencarian Bianca. Dia tidak mencari nya sendiri melainkan dengan anak buahnya. Karna hari ini bryan pulang ke jepang untuk memenuhi keinginan sang mama.
"Kevin pastikan kamu harus menemukan perempuan itu" Ucap nya didalam pesawat.
"Baik tuan muda saya akan pastikan secepatnya saya akan menemukan gadis itu"
Bryan melamun didalam pesawat, mengingat kejadian malam itu.
"Kenapa malam itu gue merasa bergairah? Biasanya gue ga merasakan getaran apa-apa. Atau karna gue kecapean? atau mungkin karna udah lama gue ga merasakan hal itu? tapi memang perempuan itu yang memaksa duluan. dia seberani itu untuk melakukannya"
Lamunan itu tidak ada hentinya sampai kevin bertanya dan membuat bryan tersadar.
"Maaf tuan muda, Kapan anda berencana untuk kembali ke kantor?" tanya kevin
"Tidak ada." jawab bryan singkat
__ADS_1
"Tapi sepertinya perusahaan sedang mengalami kekacauan tanpa ada komando dari anda" Ucap kevin yang sedari tadi mengumpul kan banyak-banyak keberaniannya untuk menanyakan hal ini.
"Suruh si tua bangka bram saja untuk melanjutkan nya. Lagian aku sudah terlalu capek untuk melanjutkan itu. Biarkan saja dia! Apa dia ingin aku terus-terusan membusuk disana?" Tanya bryan sambil melihat kevin dengan wajah datar nya.
Pertanyaan itu sontak membuat kevin gemetar dia tidak tahu harus menjawab apa. Bos nya sudah berkata begitu itu tanda nya dia tidak bisa menyangkal apa-apa lagi.
"Baiklah tuan kalau itu mau anda" jawab kevin sambil kembali duduk di bangkunya.
"Kevin! kemari" Baru saja kevin duduk dia sudah di panggil lagi oleh bosnya.
"Ada apa tuan?" jawab kevin sambil berjalan setengah berlari menghadap bryan.
"Saya rasa dia memang hanya sedang mabuk tuan. Karna kalau dilihat-lihat dia sama sekali tidak mengambil keuntungan dari kejadian itu. Dia pergi tanpa membawa apa-apa bahkan dia pergi menggunakan kemeja anda. Menurut saya dia pergi pun dengan rasa ketakutan" Jawab kevin dengan sangat mantapnya.
Bryan menghela nafas sambil berpangku tangan. Ia melihat ke arah luar jendela pesawat. Ia merasa bahwa apa yang di ucapkan kevin benar adanya.
__ADS_1
"Aku mau kamu menemukan dia secepatnya. Karna tidak boleh ada seorang pun yang berhasil lari dari ku. Lagi" Ucap bryan. sedikit terlihat rasa sedih dalam matanya. menyebutkan kata "Lagi" dengan suara setengah mengeluh.
Seperti seseorang yang telah kehilangan barang berharga. Ia tidak ingin ada lagi orang yang pergi atau kabur darinya. Siapapun dia ia tidak akan pernah membiarkan nya pergi.
Kevin mencerna dengan baik, Ia sudah membaca ekspresi wajah dari majikannya. Ia merasa kasihan sekaligus bersalah karna jika Ia tidak pergi waktu itu. gadis yang tengah di cari oleh tuannya itu pasti tidak akan lari.
Dalam situasi lain bianca dan Steffi terus mencari riko. Mereka bahkan mencari nya sampai bandara. Tapi ternyata mereka terlalu lambat. Riko sudah pergi sedari tadi. Bianca merasa kecewa karna mungkin dia tidak akan mendapat penjelasan untuk hal ini.
"Bi.. sebaiknya kita cepet-cepet pulang ke indo. Kalau ngga bokap lo pasti akan suruh orang buat cari kita" ucap Steffi sambil memegang tangan sahabatnya itu.
"Tapi gue harus tahu kebenaran ini stef. Gue gabisa pergi gitu aja" Ucap Bianca setengah mengeluh
"Iya gue tahu. Gue bakal bantuin lo. Tapi sekarang kita pulang dulu. kalau ngga ini akan jadi masalah yang lebih rumit lagi bi"
Bianca merasa bahwa ucapan Steffi memang benar akhirnya ia mau di ajak pulang Steffi.
__ADS_1
Mereka pun bersiap-siap untuk meninggalkan Hawai. tempat dimana awal mula semua nya terjadi.
Bersambung...