Perjalanan cinta bi

Perjalanan cinta bi
Episode 15


__ADS_3

Diruangan kerja Bryan


Bryan kembali masuk kantor pagi ini. Itu terjadi karna bujukan dari sang ibu yang membuatnya menjadi luluh.


Ia sedang bersiap-siap untuk meeting hari ini. Karna jadwal sangat padat akibat ia meninggalkan kantor begitu saja tanpa komando.


Tidak ada yang berani membuat perintah atau melakukan sesuatu karna memang mereka tidak mempunyai hak untuk melakukan itu.


Bryan sedang termenung sendiri.


Ia terus memikirkan perempuan yang ia temui di restauran tadi.


"Dasar perempuan! Dia sama sekali tidak merasa bersalah melihatku? bahkan dia berpura-pura tidak mengenalku. malah membuatku malu di depan publik! Dia berani membentak kevin? perempuan cari mati!"


Bryan bengong sampai tidak sadar bahwa kevin telah memanggilnya berkali-kali


"Tuan, Tuan muda" Ucap kevin dengan suara sedikit keras


bryan terkejut ia sadar bahwa ia sedang melamun.


"Kenapa? emang nya kamu fikir aku tidak dengar?" bentaknya kepada kevin


Kali ini kevin yang terkejut dan bengong melihat bosnya.


"Jelas-jelas tadi kan dia sedang melamun -_-" Celoteh nya dalam hati.


"Meeting sudah siap untuk di mulai tuan, semuanya sudah berkumpul tinggal menunggu anda" Ucap kevin.


Bryan tidak menjawab apapun. Ia hanya melirik ke arah kevin lalu beranjak pergi dari tempat duduknya.


Seperti biasa kevin mengikuti nya dari belakang.


***


Bianca sudah mendapatkan tempat tinggalnya untuk sementara waktu.

__ADS_1


Bianca Biyya Salshabilla


huhh, gue harus bertahan dirumah ini untuk beberapa saat. sambil gue pastiin kalo keadaannya aman.


Karna kalau gue terlalu mencolok dan menyewa apartemen papa pasti mudah banget buat temuin gue.


sekarang gue tinggal nyari pekerjaan untuk sementara waktu.


***


Bianca sudah membereskan rumah kecil itu, Itu cukup nyaman untuk ia tinggali sendiri disana.


Karna kalau Bianca menyewa apartemen atau tinggal di hotel itu akan memudahkan papanya untuk menemukan dia.


Karna tidak akan ada yang menyangka seorang Bianca akan tinggal dalam rumah seperti itu.


Kruyukkkkkkk....


Perutnya mulai keroncongan lagi.


Ia kembali memutuskan untuk membeli beberapa makanan di foodcurt dekat rumahnya.


"Kalau gue terus-terusan beli makanan kaya gini uang gue pasti cepet abis. Kayanya gue harus belajar masak. Tapi kalau ga enak itu malah buang-buang uang" Lamun nya.


Bianca melamun membuatnya kehilangan kesadaran. pelayan foodcurt mencoba untuk menyadarkan nya.


"Mba.. Mbaaa..." Panggil si pelayan


Bianca tersadar ia di buat malu oleh tingkahnya sendiri yang sering melamun akhir-akhir ini.


"Eh iya maaf mba ada apa?" jawab nya


"Makanannya sudah selesai" Jawab si pelayan.


Bianca mengambil makanan itu dan membayarnya. Lalu iya kembali pulang ke rumah nya.

__ADS_1


Diperjalanan pulang ia di panggil oleh seseorang.


"Permisi" Ucapnya membuat Bianca berhenti melangkah.


Pria itu menghampiri Bianca,


Bianca tidak menjawab ia hanya menatap wajah si pria itu.


"Maaf bisa saya bicara sebentar" Ucap laki-laki itu


Bianca masih tidak menjawab ia takut kalau kalau laki-laki ini adalah suruhan papa nya.


"Saya tidak akan berbuat jahat, anda tidak usah takut. Perkenalkan nama saya Hans, saya adalah manager dari perusahaan kaviandra agensi model. Tadi saya melihat anda sedang membeli makanan di foodcurt. saya berencana menyapa anda tadi, tapi tadi terlihat anda sedang melamun makanya saya mengikuti anda sampai kemari" Ucap pria itu


mendengar ucapan laki-laki itu Bianca tidak merespons apa-apa. Tapi terlihat sepertinya ia sedang berfikir.


"Maaf nona bisakah kita berbicara?" Tanya nya lagi.


Bianca masih tidak merespons


"Apakah saya membuat anda takut?" Ucapnya lagi.


Pria itu merogoh sakunya mengeluarkan satu kartu tanda pengenal.


"Maaf ini kartu pengenal saya. Nona bisa melihatnya" Ucap laki-laki itu sambil menyodorkan satu buah kartu kepada Bianca.


Bianca mengambil kartu itu lalu membaca nya. tertulis


Hans Ho


Manager


Kaviandra Agency


Setelah melihat kartu itu Bianca pun bersedia untuk berbicara dengan pria tersebut.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2