
"Lepasin lo mau bawa gue kemana?" Bryan menarik tangan bianca masuk kedalam ruangan lain.
"Bi gausah banyak mengulur-ulur waktu. Kasih kepastiannya sekarang!"
"Heh! Gue kan udah bilang sabar. Kenapa sih lo maksa banget? Kalo lo mau nyari istri ya cari aja yang tulus buat nikahin lo!" Bianca mendengus.
"Hey nona bi! Ini itu cuma pernikahan bisnis. Gue gabutuh cinta dari lo!"
"Tuan muda bryan, Kalo lo anggap ini cuma pernikahan bisnis kenapa lo ga cari aja perempuan lain buat lo jadiin istri? gampang kan?"
Bryan mendorong tubuh bianca sampai menempel ke tembok.
Dia memegangi satu tangan bianca dan mengangkatnya sampai ke atas kepala.
"Bianca, Kalo lo berani ingkar janji gue gaakan bikin hidup lo bahagia!"
Bianca merinding mendengar ucapan bryan lalu dia mendorong tubuh bryan untuk menjauh dari nya.
"Haissshh! Bryan gue minta lo sabar! Setelah pemotretan ini selesai gue janji bakal temuin lo!"
"Gue sibuk!"
"Ya mangkanya sekarang lo selesaikan dulu masalah pekerjaan nya. Nanti kalau semuanya udah beres kita bisa ngobrol 4 mata! Walaupun ini pernikahan bisnis tapi gue gamau sembarangan!"
"Gue janji gue bakal datang nanti. Karna kalau sampai wartawan tau seorang presdir JX group datang ke acara pemotretan kaya gini, dan mereka tau kalau modelnya pendatang baru mereka pasti bakal buat gosip tentang gue. Gue gamau ya termasuk kedalam daftar skandal tuan muda JX Group. Nanti mereka pasti nyinyir gue kalo gue bisa masuk ke JX Group karna dumplingan presdirnya."
Bianca mengangkat satu kelingkingnya dan menyuruh bryan untuk mengikutinya.
"apa ini?"
"Kaitin kelingking lo sini, ini tandanya gue janji kalo gue gaakan bohong sama lo"
Wajah bryan memerah saat kelingking mereka bersatu. Jantungnya berdesir berdetak lebih cepat dari sebelumnya.
Akhirnya ia bisa di luluhkan dan pergi dari lokasi pemotretan bersama kevin.
Bianca melanjutkan lagi sesi pemotretannya sampai barang terakhir selesai.
Diperjalanan, Sudut pandang Bryan.
__ADS_1
Kenapa jantung gue berdetak lebih kencang karna ulahnya bianca tadi ya?
Apa karna gue udah lama ge berinteraksi kaya gitu sama perempuan lain?
Biasanya gue deket sama mereka cuma buat skandal nya aja dan menjadikan mereka terkenal.
Oh iya, Udah lama gue gak denger kabar soal alvina. Sekarang rasanya gue udah mulai lupa sama alvina. Apa ini karna adanya bianca ya? Tapi hati gue masih belum yakin.
"Kevin, Gimana kabar alvina?" (Bryan)
"Saya mendapat kabar bahwa nona alvina masih di LA" (Kevin)
"Dia masih mau tinggal disana?" (Bryan)
"Iya tuan, sepertinya tidak ada tanda-tanda bahwa ia akan segera pulang, kenapa tuan? Apa anda mau mengajak nona alvina untuk menikah kalau nona bianca masih bersikeras menolak anda" (Kevin)
"Hey kevin! sejak kapan kamu seberani itu? Di dunia ini mana ada perempuan yang mampu menolak saya? Bianca hanya masih malu-malu saja!" (Bryan)
"Ahh iyaa tuan muda maaf saya salah bicara" (Kevin).
Gila kali si kevin. Didunia ini mana ada perempuan yang berani nolak presdir JX Group. Kalau bukan karna kejadian waktu itu gue gabakal minta bianca buat nikah sama gue. Oh iya gue lupa, apa bianca sama sekali ga inget soal kejadian itu?
"Iya tuan?"
"Apa bener kalo bianca bener-bener lupa sama kejadian hari itu?"
"Kalau dilihat-lihat dari tingkah lakunya sepertinya dia memang sama sekali tidak ingat soal kejadian itu tuan. Tapi saya masih belum bisa memastikan karna memang sama sekali tidak ada jejak apapun"
hhhhhh, Kalau sampai bianca ingat kejadian malam itu dia pasti minta tanggung jawab. ah iya apa dia udah operasi untuk mengeluarkan bayi itu ya? Gue lupa nge cek kalo dia belum pernah ngelakuin aborsi.
Nanti gue bakal cek semuanya memastikan kalau memang dia ga ngelakuin peng aborsian keturunan Wijaya.
Kalau sampai itu terjadi gue gaakan pernah ampuni bianca.
***
Bianca sudah mengganti pakaian nya. Dia sudah bersiap-siap untuk menemui presdir Jx Group.
Ia berangkat dan sampai lah ia di gedung pencakar langit itu. Hari sudah mulai larut, Para pegawai sebagian sudah pergi meninggalkan kantor tapi masih terlihat sebagian departemen yang lembur.
__ADS_1
"Permisi Mba Zara" Bianca memanggil zara yang sedang duduk di bangkunya.
"Ah iya nona bi, Apa sudah ada janji dengan presdir?"
"Iya saya sudah ada janji dengan presdir"
"Baiklah anda bisa menunggu nya di ruang tunggu, Presdir masih berada diruang meeting"
bianca mengangguk dan menunggu bryan di ruang tunggu, Tak lupa zara memberinya minuman dan beberapa cemilan.
Hampir 1 jam dia menunggu tapi masih belum terlihat tanda-tanda bahwa bryan sudah selesai meeting.
Bianca beranjak dari duduknya, saat ia akan melangkah untuk menghampiri zara tiba-tiba seseorang memanggilnya dari belakang.
"Nona bi"
"Oh asisten kevin, Saya sudah bosan menunggu disini"
"Ahh maafkan tadi ada sedikit kendala jadi rapat menjadi semakin lama. Mari ikut saya presdir sudah menunggu anda di ruangannya"
Bianca mengikuti kevin dan terlihat bahwa bryan sedang memperhatikan laptop nya.
"Maaf tuan muda, Nona bi sudah sampai. Saya pamit keluar untuk membuatkan kalian minum" (kevin)
"hmmmm.." (bryan)
"Wahh sepertinya kedatangan saya mengganggu ya disini" Bianca merasa BT karna dari tadi dia sudah menunggu bryan cukup lama tapi bryan sama sekali tidak menghiraukan kedatangan bianca.
"Sebentar, aku lagi ngecek saham dulu" Jawaban bryan yang santai membuat bianca merasakan hal yang beda.
"Kamu duduk saja disitu dulu, sebentar lagi aku selesai" Kini wajah bianca memerah. tidak tahu kenapa jantung nya pun berdetak lebih cepat dari ritme biasanya.
***
Bryan sudah selesai dengan pekerjaan nya ia lalu menghampiri bianca dan duduk berhadapan dengan nya.
"Jadi, Bagaimana keputusan mu selajutnya?" (Bryan)
Bersambung...
__ADS_1