
Bianca naik kelantai 2 disana terdapat banyak pintu. Ia bingung harus masuk ke pintu yang mana tapi seseorang datang menghampirinya.
"Selamat Sore nyonya muda" Sapa seorang gadis manis.
"Ah selamat sore" Jawab Bianca lembut.
"Saya yi fan, Saya di tempatkan di mansion ini untuk melayani segala kebutuhan nyonya"
"Ohh jadi ini satu pelayan laginya itu" Gumam Bianca.
"Ah baiklah aku tidak akan menyusahkanmu dan membuat mu kena omel oleh si mesum itu. Kalau begitu kamu bisa antarkan aku kekamarku?" Tanya Bianca
Fan yi melongo mendengar Bianca menyebut tuan mudanya dengan sebutan 'Si mesum' Waw itu adalah gelar yang paling aneh yang pernah Bryan miliki.
Fan yi memberi tahu Bianca satu persatu pintu yang ada di lantai atas.
"Nyonya muda ini kamar anda, yang disebelah sini adalah ruangan untuk baju anda, yang disini adalah ruangan sepatu anda, disebelah sini adalah ruang aksesoris dan tas untuk anda, disebelah sini adalah ruang make up anda, disebelah sini adalah ruang gym untuk anda dan untuk Tuan muda, di sebelah sini adalah ruangan anda untuk bermain game"
"Waw bryan, laki-laki itu sungguh mempersiapkan semua ini untukku? ternyata dia ga seburuk yang aku duga. Kalau di lihat-lihat ini sama persis seperti lantai 3 Dirumahku" Gumam Bianca.
Setelah selesai menjelaskan semuanya fan yi pamit undur diri dan Bianca masuk kedalam kamarnya.
Disana ia melihat-lihat sekeliling. design interior yang sangat lembut dan elegan. Terlihat semuanya serba berpasang-pasangan. Ada sofa yang menghadap ke jendela dan jendela itu mengarah langsung ketaman.
Bianca masuk kedalam kamar mandi dan ia di buat terkejut.
"Whaaattt? apa-apaain ini? Pakaian dalam couple? Semua yang ada disini couple? Dan apa ini? Ini Bra dan CD wanita dewasaaaaa. Waaahhh gue mana berani pake Bra dan CD kek beginian. Haduuh Bryaaaannnn Awas aja lo ya!"
__ADS_1
Bianca ngomel-ngomel sendiri dan Bryan pun masuk kedalam kamar mandi.
"Kamu lagi apa?" Tanya Bryan
"Heh Bryan! Lo udah gila ya? Mana ada gue harus pake Bra dan CD kaya gini? Pake acara couple-couple segala lagi? Pokonya gue gamau tau gue bakal ganti semua Bra dan CD ini pake barang yang udah gue bawa" Bianca pergi meninggalkan Bryan
"Cih, emang kamu mau pake apa? Kamu mau telanjang dan ga pake Bra atau CD?" Tanya Bryan licik
"Gue bawa ko. Lagian gue bisa beli sendiri" Jawab Bianca ketus.
"Coba periksa koper yang kamu bawa. Apa disana ada CD atau Bra?"
Bianca melotot ia langsung berlari keluar dan mengecek kopernya.
"Aaarrrrggghhh Bryaaaannnnnnnn" Bianca menjerit dan ia sangat meledak-ledak.
"Lo kemanain CD dan Bra gue?"
"Dibuang. Itu udah ga pantes dan ga menggugah gairah ku. Kalau kamu mau menyenangkan aku. kamu harus pakai yang ada didalam. Atau kamu telanjang" Bryan menghempaskan tubuhnya ke atas sofa. sementara itu, Bianca masih meledak-ledak dengan emosinya.
"Hey bi sini aku mau bicara" Ucap Bryan dengan mata tertutup.
"Apa?" jawab Bianca yang masih kesal.
Bianca menghampiri Bryan dan Bryan pun langsung menarik tangan Bianca dan tubuh Bianca langsung terjatuh di atas pelukan Bryan.
"Untuk kedepannya kamu harus jadi gadis penurut. Aku gaakan melarang apapun asal itu ga melebihi batas kamu bebas melakukannya. Oh ya satu lagi mulai kedepannya aku mau kamu yang mempersiapkan semua kebutuhan aku."
__ADS_1
"Okeee siap tapi tolong ini jangan kaya gini aku udah mulai ga nyaman" Bianca berusaha untuk bangun dari pelukan Bryan.
"Hahaha aku sabar untuk melakukannya sekarang" Bryan menyeringai licik.
Mata mereka bertatapan, Bianca sudah tidak bisa mengontrol nafasnya lagi. Jantung nya berdebar sangat kencang hingga rasanya mau meledak.
"Apa-apaan ini? Jantung gue gaboleh berderbar karna laki-laki mesum ini. Walaupun dia sekarang suami gue tapi gue harua sadar diri. Kita gaada perasaan apa-apa"
Walaupun Bianca bersikeras untuk mempertahankan prinsipnya tapi perasaan nya tidak bisa di bohongi. Sekarang dia berdebar untuk Bryan.
Bryan mulai menciumi Bianca dan Bianca pun sudah pasrah akan hal apa yang akan terjadi kedepannya karna cepat atau lambat mereka akan segera melakukannya.
Bryan ******* bibir Bianca dengan lembut membuat Bianca melenguh dan menyerahkan diri dengan suka rela.
Ia mulai membanjiri seluruh wajah Bianca dengan ciuman-ciuman lembutnya.
Tangan nya sudah berkelana menyusuri setiap lekuk tubuh Bianca yang indah. Sentuhan nya semakin dalam dan semakin bergairah.
Ia menggendong Bianca dari sofa dan memindahkan nya ke atas ranjang.
Ia langsung membenamkan wajahnya diatas dada Bianca. Bermain-main dengan kedua bola istimewa itu.
Ia berbisik dan sesekali mendesah disamping kuping Bianca yang membuatnya merasa geli.
Ia mulai menelanjangi Bianca dan membuat banyak sekali tanda-tanda keharmonisan di area leher dan dada Bianca hingga akhirnya mereka terbawa suasana dan malam yang panjang pun dilalui dengan sangat singkat.
Bersambung...
__ADS_1