
Bianca dan laki-laki itu berbicara di cafe yang tidak jauh dari tempatnya tadi
Pria itu melambaikan tangan. Seorang pelayan pun menghampiri mereka.
"Maaf tuan ada yang bisa saya bantu?" Ucap pelayan tersebut
"Saya ingin memesan beberapa makanan dan minuman" (Hans)
"Ini bisa di lihat menunya" jawab si pelayan sambil menyerahkan daftar menu kepada hans.
"saya ingin memesan Chese cake dan minuman soda" Ucap hans
"Nona, anda mau makan apa?" tanya hans kepada Bianca.
Bianca yang sedari tadi terdiam seperti patung membuka mulutnya.
"Tidak usah saya sudah membeli makanan" Jawabnya.
"Tidak apa-apa, tidak usah sungkan. Anggap saja sebagai perkenalan kita" Ucap pria itu sambil tersenyum
Bianca meraih daftar menu yang di berikan oleh pelayan kepadanya.
"Saya pesan jus alpukat saja" (Bianca)
"Baik, silahkan tunggu sebentar" Ucap pelayan itu sambil undur dari hadapan mereka.
Hans memulai membuka obrolan dengan pertanyaan-pertanyaan kecil sebelum ia berbicara to the point kepada bianca.
__ADS_1
"Nona, tadi saya melihat anda sedang membeli makanan. saya melihat postur tubuh anda sepertinya sesuai dengan kriteria model yang kita butuhkan saat ini" Laki-laki itu memulai obrolan dan mengutarakan tujuan nya mengajak Bianca berbicara.
"Maaf, saya tidak berminat jadi model" jawab Bianca to the point
"Anda terlalu terburu-buru nona. Saya akan menjadikan anda Icon model untuk mempromosikan produk dari JX group semua orang berebut untuk mendapatkan kontrak ini, tapi sepertinya anda yang pantas untuk mendapatkannya. karna kriteria anda adalah kriteria yang di ingin kan oleh perusahaan." Ucap pria itu meyakin kan Bianca.
Bianca terlihat sedang berfikir ia sedang mempertimbangkan apa yang akan terjadi kedepannya jika ia salah langkah.
"Kalo gue jadi model apalagi terkenal gimana soal papa? dia pasti bakal tahu kalo gue ada disini" Fikirnya
Pria itu masih menunggu jawaban dari Bianca.
"Saya baru saja sampai disini, saya tidak pernah menjadi model. Saya termasuk seseorang yang tidak ingin terlalu di kenal oleh banyak orang. karna jadi model banyak sekali resiko dan konsekwensi yang harus saya tanggung. saya tidak mau terbebani oleh hal itu." Ucap Bianca
"Anda tidak perlu khawatir nona. jika itu saja perusahaan bisa menjamin untuk tidak membocorkan soal kehidupan pribadi anda kepada publik" Jawab hans
"Itu bisa kita bicarakan nanti setelah anda menyetujui untuk datang ke perusahaan kami" Ucap hans
Pelayan datang membawa makanan dan minuman yang dipesan oleh mereka.
Mereka berbincang sambil menikmati hidangan cafe itu.
"Sepertinya wajah anda sangat familiar ya!" Ucap hans
"ah masa iya" Jawab Bianca tersenyum
"Oh ya saya sampai lupa, siapa nama anda?" tanya hans
__ADS_1
"Saya fikir nama tidak penting" canda Bianca sambil tersenyum
"Saya tidak ingin dikenal dengan nama asli saya, cukup panggil saya dengan anasya saja." Ucap Bianca
Hans mengernyitkan dahinya.
"Kenapa?" Tanya hans keheranan
"Ada suatu hal yang mengganggu, nanti anda akan tahu tentang masalah pribadi saya jika saya sudah menyetujui ajakan anda" Jawab Bianca.
Mereka berbincang sedikit karna terlihat Bianca seperti sudah ingin untuk menyudahi pembicaraan ini.
Bianca pamit undur diri dari hadapan hans. dan hans mempersilahkan Bianca untuk pulang.
Bianca pun pergi meninggalkan hans yang masih duduk di kursi cafe.
"Apa gue bener-bener siap buat jadi model? tapi dia bilang kalau gue bakal promosiin produk JX group. Gue pernah denger perusahaan itu. Itukan perusahaan terbesar di jepang saat ini. Gue pasti bisa cukupin kebutuhan gue disini kalaupun cuma sebatas ada ikatan kontrak sebagai model dari brand nya."
Bianca masih memikirkan soal privasi nya. karna ia pergi dari rumah dan tak ingin ada orang yang mengetahui keberadaan nya dulu.
Tapi ia pergi pun untuk di kenal dengan namanya sendiri. Bukan atas nama bianca biyya salshabilla anak dari pengusaha tajir.
Bianca mulai mempertimbangkan itu dengan sangat matang. Ia sedang memegang kartu nama yang di berikan oleh hans kepadanya.
"Aku ikuti saja alurnya dulu. Masalah papah biar jadi urusanku nanti" Prinsipnya kali ini.
Bersambung...
__ADS_1