
Mereka bertatapan walaupun jantung kedua nya sulit di kontrol tapi mereka mencoba untuk menyembunyikan nya.
"Hmmm bryan kenapa lo tatap gue kaya gitu?" tanya Bianca saat ia sadar kalau Bryan terus menatapnya seperti itu.
Bryan memalingkan pandangan nya tanpa berbicara sepatah kata pun.
"Gue punya 3 permintaan" Bianca langsung to the point karna Bryan tidak berbicara sepatah kata pun.
"Apa?"
"Yang pertama, gue gamau kalau orang lain tau tentang hubungan kita. kedua, gue mau tetap bekerja di kavindra agency. gue gamau terekspose karna disini gue cuma jadi istri bisnis didepan keluarga lo aja. Dan karna gue mau bangkit dengan nama gue sendiri tanpa ada dumplingan dari orang lain lagi. Ketiga, gue mau bebas berteman dengan siapa aja. gue mau punya waktu sendiri dan ga harus minta izin lo kalo mau pergi kemana-mana"
Bryan mengerutkan dahinya
"Itu masalah gampang. Asal kamu melayani kebutuhan aku, dari segi apapun dan menjalankan kontrak yang sudah di tulis itu gaakan jadi masalah"
"Oke, gue bakal laksanain kontrak itu asalkan jangan sampe ada hal yang ga masuk akal"
"Kapan kamu akan menandatangani surat kontrak pernikahan ini?"
"Secepatnya"
"Yasudah, besok kita tandatangani kontraknya dan langsung datang ke rumah orang tuamu"
Bianca menghela nafasnya ia merasa bahwa mungkin ini jalan yang terbaik untuknya.
Walaupun dia merasa terpaksa dengan pernikahan ini tapi dia tidak menolak karna dia sadar bahwa seseorang yang tengah berada di hadapan nya ini enggan untuk di bantah.
"Yaudah kalau gaada sesuatu untuk di perbincangkan lagi gue pamit pulang karna hari semakin larut" Bianca beranjak dari tempat duduknya dan mengambil tas yang ia simpan di atas meja.
"Hmmm biar Kevin yang antar. Sudah malam dan jalanan ramai"
__ADS_1
"Kevin, antarkan Bianca pulang"
Kevin mempersilahkan Bianca untuk berjalan didepan nya. kali ini Bianca menjadi penurut dan tidak ada percekcokan diantara mereka.
"Nona Bi, mau diantar kemana?" tanya Kevin membuyarkan lamunan Bianca.
"Antar aku ke kost-kostan dekat Jinghu minimarket" Jawab nya singkat dan kembali melamun.
"Apa ini pilihan yang tepat? tapi aku gaakan pernah bisa nolak dan menghindar dari bryan. Tuhaaaannn kenapa aku bisa bertemu dengan pria seperti itu😣"
"Nona kita sudah sampai" Lagi-lagi Kevin menyadarkan Bianca. memberitahunya bahwa mereka sudah sampai di tempat tujuan.
Bianca keluar dari mobil dan berterima kasih kepada Kevin karna sudah mengantarkan nya sampai kerumah.
Sudut pandang Bianca
Gue pulang diantarkan Kevin, setelah masuk kedalam kost-kostan yang kecil ini gue langsung membantingkan tubuh gue ke atas kasur.
Gue tau untuk menjadi seorang istri dari pengusaha muda no.1 di jepang itu ga mudah. Walaupun gue hanya akan berpura-pura dan menjadi istri 'Simpanan' nya.
Gue gamau publik tau soal hubungan kami. Karna gue merasa kalau mereka tau gue sama sekali gaakan bangkit dengan kerja keras gue sendiri. Walaupun gue sudah berusaha tapi tetap pandangan mereka gue terkenal karna bantuan dari Bryan.
***
Bianca berfikir terlalu keras sampai akhirnya ia tertidur dan tak terasa bahwa hari sudah pagi.
"uuggghhh silau banget" Bianca terbangun karna sinar matahari sudah masuk kedalam jendela kamar nya.
Ia melihat jam dan langsung pergi ke kamar mandi untuk bersiap-siap.
Sementara itu bryan sudah berada di meja makan menikmati hidangan sarapan pagi dengan keluarganya.
__ADS_1
"Pah Mah hari ini aku mau nikah" Ucap nya santai sambil mengambil satu potongan roti.
"Whatt????" Mereka semua terkejut.
"Nak, kamu jangan aneh-aneh apa yang kamu bicarakan?" Tanya ibunya terkejut.
"Aku akan menikahi seorang gadis. Dia dari keluarga pratama. Aku sudah cukup mengenal nya dan dia bersedia aku ajak nikah. Karna dia sedang merintis karir nya sebagai model pendatang baru disini, dia tidak mau kalau pernikahan kita di adakan secara terang-terangan. Karna dia tidak mau orang lain mengira bahwa karirnya hasil dumplingan dari aku" Bryan merincikan semuanya.
Ayahnya hanya terdiam tidak menyahut, ibunya pun hanya melamun dan beberapa kali menundukan wajahnya karna mungkin terlalu terkejut mendengan ucapan putra sulungnya itu.
"Waahhhhh apa kaka mau nikah sama ka Bianca?" Tanya citra antusias.
"Bianca?" Nyonya sarah bertanya.
"Iya ka Bianca mah! Sebenarnya saat mamah tidak sadarkan diri kemarin kaka membawa kak Bianca kemari. Mungkin tujuan kakak mau memperkenalkan calon mantunya pada Mamah"
"Terus, kenapa kamu gabilang kalau ada tamu yang datang?"
"Hehe ituuuu, karna aku lupa Mah😅 Aku terlalu senang karna mengetahui mamah sudah sadar jadi aku lupa" Jawab citra dengan manja sambil memeluk erat tubuh mamah.
Sarapan sudah selesai tuan Bram mengajak bryan mengobrol di teras depan.
"Bryan, Apa maksud kamu?" tanya nya serius tapi terlihat santai.
"Papa kan yang bilang kalau aku harus segera menikah dan melupakan alvina. Sekarang aku menikah tapi papah malah tidak percaya"
"Bryan! Cukup main-main nya. Papah bisa mentoleran perbuatan kamu yang sering bermain-main dan membuat skandal dengan wanita, tapi untuk pernikahan, itu bukan sebuah permainan nak!" Tegas tuan bram.
"Pah, aku ga main-main aku akan bertanggung jawab pada istriku. Tapi ini memang keinginannya. Akupun sudah berbicara pada ayahnya dan dia merestui hubungan kami"
Tuan Bram merasa bahwa ucapan bryan tidak bermain-main akhirnya ia setuju untuk menikahkan bryan dan bianca malam nanti.
__ADS_1
Bersambung....