
"Selamat datang nona muda" Semua memberikan salam kepada Bianca. Bryan yang melihat itu hanya tersenyum tipis.
"Sepertinya kamu memang seorang putri raja" Bisiknya kepada Bi.
"Diem atau gue sumpel mulut lo!" Bryan tersenyum mendengar ucapan Bianca yang seperti itu.
"Saaaayaaaanggg" Dari dalam terdengar anggota keluarga Bianca menyambutnya bahkan Ka Prisil dan Nyonya Arumi berlarian untuk memeluk Bianca.
"Kamu kemana aja nak? Mamah khawatir sama kamu" Ucap Nyonya Arumi
"Aku baik-baik ajaa mah, kak, maaf udah buat kalian kesusahan selama ini"
"Maafin mamah sayang. Mamah belum bisa menjadi ibu yang baik buat kamu" Mereka bertiga pun menangis.
"Cihh,, ternyata gadis itu cuma kasar didepan gue aja" Gumam Bryan dalam hati.
Bryan menghampiri Tuan Indra yang hanya berdiri di belakang melihat reuni 3 wanita istimewanya.
"Selamat siang calon papah"
"Selamat siang Tuan muda Wijaya"
"Ah papah terlalu sungkan. Aku bahkan akan menjadi menantumu" Seringai iblis itu di perlihatkan kepada tuan Indra.
"Kemarilah aku ingin berbicara kepadamu" Ajak tuan Indra kepada Bryan.
***
"Apakah kamu bersungguh-sungguh ingin menikahi putriku?" Tanya nya.
"Iya, Aku sangat ingin menikahi putri anda" Jawab Bryan mantap.
__ADS_1
"Tapi bagaimana mungkin? Aku tahu kalian baru pertama bertemu dan Bianca itu masih seorang ABG labil"
"Apa Tuan percaya dengan kata 'Cinta pandangan pertama'?" Ucap Bryan sambil tersenyum tipis.
"hhhhhhh, aku tau untuk mengatakan tidak pun itu tidak akan mengubah keinginan mu. Tapi aku minta padamu jaga putriku baik-baik"
"Tanpa diminta pun saya akan menjaga apapun yang sudah menjadi milik saya dengan sepenuh jiwa."
Mereka telah selesai bicara dan bergabung kembali bersama Bianca dan yang lainnya.
"Tuan muda terimakasih sudah menjaga putri saya dengan baik" Ucap Nyonya Arumi kepada Bryan.
"Cihhh,, apaan yang menjaga dengan baik?" Gumam bianca dalam hati.
Terlihat wajah bangga Bryan dalam raut wajahnya membuat Bianca jengkel dan hampir mencakarnya.
"Tidak perlu sungkan calon ibu mertua, itu sudah menjadi kewajiban ku" Jawab bryan sambil melirik Bianca.
"Tapi, apa benar kamu akan menikahi putri ku malam ini?" Tanya nya cemas.
"Tuan muda Wijaya saya harap anda tidak mempermainkan adik perempuan saya" Ucap Prisil.
"Ohh tenang saja Nona muda pertama, saya tidak akan mengecewakan keluar Pratama"
Mereka mulai membicarakan soal pernikahan antara Bianca dan Bryan. Bianca pun meminta izin kepada kakak perempuan satu-satunya itu, karna ia akan melangkahi prisil. Prisil memberikan izin kepada Bianca dan ia berkata bahwa ia akan senang bilang adiknya merasa senang.
Walaupun dalam hati nya, bianca merasa tidak senang dengan pernikahan ini tapi dia tetap tersenyum seolah-olah memang dia menginginkan pernikahan ini berlangsung pula.
Semuanya sudah sepakat bahwa Bianca dan Bryan akan menikah secara diam-diam malam ini, Bryan pun menelpon keluarganya untuk segera datang.
***
__ADS_1
Malam nya semua sudah siap, Bianca mengenakan gaun pengantin yang sangat cantik bernuansakan putih.
Semua nya sudah selesai saat penata rambut menata rambutnya dan memberikan manik-manik ibunya datang menghampiri.
"Nak"
"Iya mah" Bianca melihat mata ibu nya yang berkaca-kaca membuatnya tidak sanggup untuk membendung air matanya lagi.
"Mamah kenapa berkaca-kaca gitu?" Tanya nya sambil memeluk lengan sang ibu.
"Nak ibu tidak percaya sekarang kamu akan menikah. Apakah kamu benar-benar menginginkan pernikahan ini?" Tanya nya dengan air mata yang berderai.
"Iya mah, Aku yakin aku akan bahagia bersama Bryan" jawab Bianca untuk menenangkan ibu nya.
"Kalau kamu merasa terpaksa kita bisa batalkan pernikahan ini sekarang juga" Ucapnya sambil menepuk-nepuk punggung Bianca.
Bianca sedikit goyah akan prinsipnya tapi ia berfikir bahwa lari dari pernikahan ini pun tidak akan membuat hidupnya tenang untuk kedepannya, Karna ia sudah mulai memahami sifat Bryan yang suka semena-mena.
"Ngga kok mah, mamah percaya sama aku, aku yakin aku akan bahagia bersama Bryan"
Saat mereka sedang berbincang tiba-tiba seseorang datang mengetuk pintu
Tok..tok..tok...
"Masuk"
"Nona, Sudah saat nya"
Nyonya pratama menggandeng tangan Bianca dan keluar dari ruang ganti.
Saat Bryan melihat Bianca keluar, matanya terbelalak karna memang Bianca sangat cantik. Apalagi Citra, dia sangat gembira saat melihat calon kakak iparnya yang sangat cantik pasti ia bisa memamerkan Bianca kepada teman-teman nya fikirnya.
__ADS_1
"Ternyata gue gak salah pilih orang" Gumam nya dalam hati.
Bersambung...