Perjalanan cinta bi

Perjalanan cinta bi
Episode 39


__ADS_3

Pagi hari saat bangun tidur Bianca merasa kepalanya sangat pusing dan sekujur tubuhnya terasa pegal.


Ia merasa ada seseorang yang memeluknya saat ia membuka mata ia terkejut karna melihat Bryan membenamkan kepalanya didada Bianca yang telanjang.


"Aaaaaaa..." Bianca menjerit dan membuat Bryan terbangun.


"Ada apa?" Tanya Bryan terkejut.


"Lo yang apa-apaan? Kenapa lo bisa tidur di situ?"


"Ini kan kamarku jadi aku berhak untuk tidur dimanapun aku mau"


"Tapi maksudnya kenapa tidur dengan posisi seperti itu? Itu bikin orang ganyaman" Bianca cemberut.


"Nyonya muda pratama, semalam siapa yang menginginkan itu? Siapa yang memaksa dan Siapa yang beraksi?" Bisik Bryan.


Bianca melotot dan mulai mencerna ucapan Bryan. Ia mengingat-ingat kembali kejadian tadi malam.


Ia langsung menyembunyikan wajahnya dibalik selimut.


"Sekarang kamu sudah ingat siapa yang memaksa dan terus menggodaku habis-habisan? Melumatku sampai memberikan tanda ungu yang begitu banyak, Mungkin jika aku tidak menghentikan nya kamu akan mengukir tulisan 'milik Bianca' haha aku tidak tahu kalau kamu punya sisi se agresif itu"


Bianca tidak merespon nya ia langsung berlari kekamar mandi dengan telanjang.


"Wah istriku punya body yang indah juga ya" guman Bryan.


Didalam kamar mandi Bianca merendam tubuhnya didalam air hangat. Ia menenggelamkan setengah dari wajahnya sambil menyesali kejadian semalam


"Kenapa gue semalem bisa sebodoh itu? Siapa yang udah lakuin semua ini? Dia pasti punya niat buruk dan emang sengaja ngelakuin hal ini sama gue. Gue harus cari tahu siapa orangnya? Tapi untungnya gue ketemu sama Bryan. Kalo itu orang lain gimana nasib gue sekarang? Tapi ini juga bukan suatu hal yang baik. Bryan suka seenaknya dan dia pasti bakal nindas gue dan terus menjadikan hal ini kesempatan" Saat Bianca tengah melamun Bryan masuk kedalam kamar mandi dan berbisik ditelinganya.


"Sayang apa yang sedang kamu fikirkan? Oh ya aku tahu kamu pasti sedang memikirkan aku ya? Kamu pasti bersyukur karna telah menjadi istri ku" Bianc tidak menjawab wajahnya memerah dan semakin menunduk.

__ADS_1


Melihat Bianca yang imut seperti itu membuat Bryan ingin melahapnya pagi ini.


Dia mencium punggung Bianca dan mengangkat tubuh Bianca sedikit keluar.


Tubuh Bianca gemetar, wajahnya memerah, matanya menjadi sayu dan nafasnya tidak teratur.


"Babe apakah kamu se sensitive ini? Kenapa reaksi mu sangat cepat?" Ucap Bryan sambil terus mengelus-elus punggung Bianca dengan bibirnya.


"Bryan hentikan, Aku tidak nyaman" Ucap Bianca melenguh.


"Wahh sepertinya kamu cukup naif ya. Bibirmu mengucapkan itu tapi tubuhmu tidak bereaksi demikian" Jawab Bryan yang sekarang tangannya sudah meraba-raba tubuh Bianca yang licin terkena air sabun.


"Cukup Bryan jangan, Ahhhhhh" Bianca mengerang membuat Bryan semakin nafsu.


"Babe kamu sungguh sangat menikmatinya. Bagaimana kamu masih bisa menyuruhku untuk berhenti" Bryan mulai menjalar dan menyusuri tubuh Bianca dengan tangan dan bibirnya. Ia masuk kedalam bak mandi tersebut dan sekarang wajahnya bertatapan.


Ia mencium bibir Bianca dan menjilat lehernya, Memainkan tangan nakalnya di area payudara dan mulai menghisapnya.


"Babe kamu seperti ini membuatku semakin bernafsu dan melihat sampai mana kamu bisa bertahan dengan kenaif-an mu itu"


"Ahhh jangan Bryan sudah cukup aku minta maaf untuk kejadian semalam. Aaahhh... jangaaannn sudaahh eemmhhh..." Bianca memohon tapi Bryan malah semakin bernafsu.


"Disini area sensitive mu? Aku akan memberikan kamu pelepasan pagi ini" Bryan memainkan lembut jarinya di area sensitive Bianca.


"Emhhh sudaahh bryaann aaahhh aku sudah tidak tahan" Bianca memejamkan matanya dan tetap menahan, tapi Bryan tidak memberikan dia ampun sedikitpun.


"Babe apa kamu ingin aku membantu klimaks mu pagi ini? Atau kamu akan membantu ku juga? Sepertinya kita harus mencoba nya di kamar mandi"


"Jangaaann Bryan aaaahhh.. kamu menyakitiku... Bryaann cukuppp.." Bryan tidak mendengarkan Bianca. Ia terus melanjutkan aksinya.


"Bryan jangan terlalu cepat kamu menyakitiku" Ucap Bianca memelas..

__ADS_1


"Tahan sebentar lagi akan selesai"


"Dasar kamu ******** mesum! Ummmhhh..."


Mereka masih melanjutkan nya dikamar mandi sampai selesai.


***


Bianca sudah bersiap-siap ia duduk diujung kasur dengan wajah yang sangat masam.


"Wah istriku kenapa kamu memasang wajah seperti itu? Apa permainan pagi ini kurang memuaskan mu?" Goda Bryan.


"Bryan cukup gue gamau banyak basa-basi sama lo!" Bryan menarik dagu Bianca dan langsung melumatnya dengan sangat keras.


"Mulai hari ini panggil aku sayang, dan jangan ada kata gue-lo lagi karna itu terdengar kalau kita itu adalah teman"


Bianca mengerutkan dahinya mendengar ucapan Bryan.


"Bryan lo gila ya?" Tanya Bianca


Bryan langsung menjatuhkan Bianca kembali keatas ranjang.


"Sepertinya pelajaran pagi ini belum membuat kamu menjadi penurut ya? Atau kamu mau menjadi pembangkang agar aku melakukan itu setiap saat?" Tanya Bryan mengancam


"Ahh ngga ngga, sayangku aku mengerti" Jawab Bianca spontan.


"Huh kalau ga kaya gini si psikopat ini pasti makan habis gue lagi"


"Yaudah kamu pakaikan aku dasi habis itu kita sarapan. Kamu butuh energi banyak untuk hari ini"


Bianca menurut dan mereka pun bergegas pergi ke meja makan.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2